Ini 5 "Olahraga" untuk Si Bayi. Apa Saja Manfaatnya?

Bayi perlu lho, angkat berat dan sit up! Ini caranya!

9 Juli 2018

Ini 5 "Olahraga" Si Bayi. Apa Saja Manfaatnya
Pixabay/heymattallen

Sebelum bisa merangkak kemudian berjalan, aktivitas bayi banyak dihabiskan di atas tempat tidur. Ia menggerak-gerakkan kaki-tangan, belajar tengkurap, berguling, dan perlahan mulai menyentuh barang di sekitarnya.

Sementara itu, otot dan organ geraknya juga perlu dilatih. Agar tubuh Si Kecil terjaga tetap bugar dan tidak mudah sakit.

Lima latihan fisik sederhana ini bisa Mama lakukan bersama Si Kecil di atas tempat tidur lho!

Cocok dipraktekkan pada bayi berusia di bawah 6 bulan.

1. Latihan otot leher

1. Latihan otot leher
Pixabay/dinhnguyenungdung0

Pada beberapa hari pertama pasca kelahiran, Mama masih takut-takut menggendong Si Kecil karena otot lehernya belum kuat.

Setelah menginjak usia 4-6 minggu, otot leher sudah lebih kuat dan perlu dilatih agar terjaga elastis. Salah satunya dengan cara latihan menoleh.

Pancing Si Kecil dengan mainan bergerak atau yang mengeluarkan suara. Pindahkan arah mainan agar ia menoleh ke arah yang berlawanan.

Lakukan di waktu santai setelah mandi pagi atau sore hari, juga hindari waktu-waktu setelah menyusui agar tidak berpotensi tersedak.

2. Tummy plank

2. Tummy plank
Pixabay/publicdomainpicture

Tummy time adalah istilah untuk gerakan tubuh yang bertumpu pada perut. Latihan ini bisa memperkuat otot punggung, perut, dan leher Si Kecil.

Karena dalam posisi tengkurap, Si Kecil mengandalkan otot leher untuk mendongakkan kepala.

Latihan ini bisa dilakukan setelah usia bayi memasuki 4 bulan, atau setelah ia sudah bisa tengkurap dengan sempurna. Pancing Si Kecil dengan duduk atau berbaring di hadapannya.

Panggil namanya atau gunakan mainan untuk menarik perhatian, sehingga ia berlatih mendongakkan kepala dan memusatkan tumpuan di bagian perut.

Editors' Picks

3. Angkat beban

3. Angkat beban
Pixabay/tookapic

Untuk melatih otot tangan dan lengan, gunakan mainan yang bisa ia genggam. Bisa juga memilih mainan yang menghasilkan bunyi saat digerakkan, agar lebih menarik perhatiannya.

Di awal, bantu ia memegang mainannya.

Letakkan mainan di tangannya lalu gerak-gerakkan. Hari berikutnya, posisikan mainan ada di dekatnya sehingga mudah dijangkau.

4. Kayuh sepeda

4. Kayuh sepeda
Pixabay/publicdomainpicture

Setelah tangan, mari bergeser ke organ gerak yang berada di bawah. Yup, sepasang kaki mungilnya juga perlu dilatih!

Mama bisa praktekkan gerakan seperti mengayuh sepeda. Angkat perlahan kedua kaki Si Kecil lalu gerakkan secara berlawanan. Ketika kaki kiri ke atas maka kaki kanan ke bawah.

Lakukan gerakan ini perlahan-lahan, lalu tingkatkan kecepatannya secara berkala.

Selingi dengan nyanyian atau candaan agar suasana berlatih semakin seru.

5. Sit up

5. Sit up
babetko.rodinka.sk

Jika empat latihan sebelumnya khusus untuk satu organ saja, yang satu ini bisa melatih beberapa sekaligus. Lakukan gerakan sit up sederhana bersama Si Kecil, untuk melatih otot kaki, tangan, perut, dan lehernya. Tapi pastikan tubuhnya sudah cukup kuat untuk melakukan latihan ini.

Dalam posisi Si Kecil berbaring, Mama duduk bersila atau melebarkan kedua kaki di depannya. Jepit bagian bawah kedua kakinya, kemudian angkat tangan perlahan. Terus tarik Si Kecil ke arah Mama hingga tubuhnya terangkat. Setelah itu baringkan kembali dan ulang dari awal.

Baca Juga: 8 Cara Agar Anak Suka Olahraga

Mudah untuk dipraktekkan, kan? Selamat mencoba ya Ma!