7 Penyebab Mata Cekung pada Bayi dan Cara Mengatasinya

- Mata cekung pada bayi bisa disebabkan oleh dehidrasi, kelelahan, faktor genetik, malnutrisi, hingga alergi yang memengaruhi tampilan area sekitar mata.
- Dehidrasi menjadi penyebab utama karena kurangnya asupan cairan saat bayi mengalami demam, muntah, atau diare sehingga perlu pemenuhan cairan cukup.
- Pencegahan dilakukan dengan menjaga pola tidur bayi, memastikan nutrisi seimbang melalui ASI atau MPASI bergizi, serta menangani alergi dengan kompres lembut di area mata.
Mata cekung atau sunken eyes pada bayi merupakan kondisi area sekitar mata bayi terlihat lebih dalam dan gelap ke dalam rongga mata dibandingkan pada umumnya.
Tampilan ini sering kali membuat orangtua merasa bingung dan khawatir karena dianggap sebagai tanda masalah kesehatan pada bayi.
Kondisi mata cekung pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor kesehatan hingga faktor lingkungan. Meski begitu, Mama tidak perlu khawatir karena ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut Popmama.com telah merangkum penyebab mata cekung pada bayi dan cara mengatasinya. Yuk, Ma, simak selengkapnya.
Table of Content
1. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan menjadi penyebab utama mata bayi tampak cekung. Kondisi dehidrasi juga memicu lingkaran gelap pada area bawah matanya.
Bayi termasuk rentan mengalami kehilangan cairan, terutama ketika ia mengalami diare, muntah, hingga demam.
Oleh karena itu, Mama perlu memastikan kebutuhan cairan si Kecil terpenuhi, baik melalui ASI maupun susu formula, terutama saat ia dalam kondisi sakit.
2. Kelelahan dan kurangnya istirahat

Bayi dengan waktu istirahat yang kurang cukup dapat memicu mata tampak cekung, bahkan menimbulkan area sekitar mata terlihat lebih gelap.
Untuk membantu mengatasinya, Mama dapat membuat lingkungan tidur bayi menjadi lebih nyaman dan tenang agar ia tidur lebih nyenyak serta kualitas tidurnya meningkat.
Pastikan bayi memiliki jadwal tidur yang teratur. Mama juga dapat mengajak si Kecil untuk tidur siang jika diperlukan agar energinya terpenuhi secara maksimal.
3. Genetika

Jika dalam keluarga memiliki riwayat mata cekung, kemungkinan si Kecil juga akan memiliki kondisi yang serupa. Itu artinya, si Kecil memang terlahir dengan struktur tulang wajah atau area sekitar mata yang secara alami terlihat lebih dalam.
Kondisi ini bukan diakibatkan oleh masalah kesehatan sehingga tidak ada penanganan khusus.
4. Malnutrisi

Malnutrisi atau kurangnya asupan nutrisi pada si Kecil menyebabkan lapisan lemak di bawah kulit, termasuk pada area sekitar mata, menjadi tipis sehingga kondisi mata akan terlihat cekung.
Apabila kondisi ini terjadi, Mama perlu memastikan kebutuhan akan nutrisi si Kecil terpenuhi melalui pemberian MPASI yang bergizi dan seimbang. Dengan begitu, lapisan lemak sehat di bawah kulit dapat kembali terbentuk sehingga tampilan area mata terlihat lebih segar.
5. Alergi

Alergi pernapasan memicu pembengkakan pada pembuluh darah bagian bawah mata sehingga menimbulkan bayangan gelap pada sekitar mata dan memberikan efek mata terlihat lebih cekung ke dalam.
Untuk membantu meredakannya, Mama dapat mengompres area sekitar mata si Kecil dengan kain bersih yang telah dibasahi air. Lakukan kompres dengan lembut agar membantu mengurangi peradangan ringan yang muncul akibat reaksi alergi tersebut.
6. Paparan asap rokok

Lingkungan yang tidak sehat akan berdampak pada kesehatan bayi, seperti asap rokok yang memicu iritasi pada mata bayi serta memengaruhi sirkulasi oksigen pada kulit wajahnya.
Secara tidak langsung, kondisi tersebut membuat area sekitar mata tampak kurang segar dan terlihat lebih cekung.
Oleh karena itu, Mama perlu memastikan lingkungan di sekitar si Kecil bebas dari asap rokok agar kesehatan bayi tetap terjaga, terutama terhadap area matanya.
7. Paparan sinar matahari berlebihan

Bayi memang butuh berjemu di bawah paparan sinar matahari. Namun, Mama perlu memastikan bahwa si Kecil tidak terpapar sinar matahari terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga iritasi pada kulit.
Kulit bayi yang masih tipis memiliki kadar kolagen lebih rendah sehingga ia rentan kehilangan elastisitas akibat paparan sinar UV. Kondisi ini membuat area sekitar matanya tampak lebih cekung.
Oleh karena itu, Mama juga perlu memerhatikan waktu dan durasi berjemur yang baik untuk bayi. Berikan ia perlindungan fisik selama berjemur, seperti memakaikan topi atau menutupi sebagain tubuhnya dengan kain guna mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.
Pastikan bahwa ia juga mendapatkan asupan cairan yang cukup, baik sebelum berjemur maupun setelah berjemur agar tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik.
Itulah tadi penyebab mata cekung pada bayi dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini membantu Mama dalam memahami kondisi si Kecil serta memberikan langkah perawatan yang tepat untuknya.

















