6 Penyebab Bayi Muntah dari Hidung, Makan Berlebihan Salah Satunya

- Muntah susu melalui hidung pada bayi disebut regurgitasi nasal dan umumnya wajar, terkait otot penyekat kerongkongan-lambung yang belum matang.
- Lambung terlalu penuh, aliran susu terlalu deras, posisi botol datar, serta menyusu saat menangis dapat meningkatkan udara dan tekanan dalam perut bayi.
- Koordinasi mengisap-menelan yang belum matang serta posisi telentang dapat memicu susu naik; menyusui agak tegak dan memberi jeda membantu bayi lebih nyaman.
Melihat susu tiba-tiba keluar dari hidung bayi mama saat sedang menyusu memang bisa bikin jantung berdegup kencang. Rasanya seperti ada yang salah, padahal beberapa detik sebelumnya si Kecil terlihat baik-baik saja.
Tenang, Ma. Kondisi ini disebut regurgitasi nasal dan pada sebagian besar kasus termasuk hal yang wajar terjadi pada bayi. Melansir Grownsy, hal ini terjadi karena otot penyekat antara kerongkongan dan lambung, yang dikenal sebagai lower esophageal sphincter.
Nah, supaya Mama tidak lagi panik setiap kali kejadian ini berulang, berikut Popmama.com mengulas 6 penyebab bayi muntah dari hidung. Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
1. Memberi makan bayi secara berlebihan

Pexels/Vanessa Loring Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah memberi makan bayi secara berlebihan. Saat lambung mungil si Kecil terisi penuh, sisa susu jadi lebih mudah terdorong naik kembali.
Mengutip Aiwibi, lambung bayi baru lahir hanya seukuran bola pingpong sehingga jumlah susu yang bisa ditampung memang sangat terbatas. Jika porsi menyusu terlalu banyak, tekanan di dalam lambung pun ikut meningkat.
Kondisi inilah yang kemudian memicu susu naik lewat kerongkongan hingga akhirnya keluar dari hidung bayi mama. Untuk mencegahnya, Mama bisa memberi susu dengan porsi lebih kecil namun lebih sering.
2. Susu mengalir deras dari payudara atau botol

Pexels/hartono subagio Aliran susu yang terlalu deras, baik dari payudara maupun dot botol, juga menjadi penyebab bayi muntah dari hidung yang cukup umum. Si Kecil jadi kewalahan menelan susu secepat alirannya keluar.
Melansir Grownsy, kondisi ini biasanya disebabkan oleh produksi ASI berlebih atau lubang dot yang terlalu besar untuk usia bayi. Akibatnya, bayi menelan udara lebih banyak bersamaan dengan susu yang mengalir deras tadi.
Ketika lambung kewalahan menampung semuanya, susu pun bisa terdorong kembali ke atas. Mama bisa menyusui dalam posisi agak rebahan agar si Kecil memiliki kendali lebih besar atas kecepatan minumnya, atau memerah sedikit ASI sebelum menyusui langsung.
3. Posisi botol susu yang kurang tepat

Pexels/HÂN NGUYỄN Buat Mama yang memberi susu lewat botol, posisi botol ternyata juga berpengaruh besar. Botol yang diletakkan terlalu datar bisa membuat udara ikut masuk ke mulut bayi bersama susu.
Menurut Grownsy, cara yang tepat adalah memiringkan botol sekitar 45 derajat sehingga bagian dot selalu terisi penuh susu, bukan udara. Dengan begitu, si Kecil tidak menelan gelembung udara berlebih yang bikin perutnya kembung.
Perut kembung inilah yang lambat laun bisa memicu susu naik kembali hingga ke hidung. Jadi, pastikan Mama selalu mengecek posisi botol setiap kali menyusui.
4. Memberi makan saat menangis

Pexels/Antoni Shkraba Menyusui saat bayi masih menangis kencang mungkin terasa seperti cara cepat menenangkannya, padahal justru berisiko. Saat menangis, si Kecil cenderung menelan banyak udara bersamaan dengan tangisannya.
Melansir Grownsy, kondisi ini termasuk salah satu pemicu umum bayi spitting up, termasuk yang keluar lewat hidung. Udara yang tertelan bercampur dengan susu membuat lambung terasa lebih penuh dan tertekan dari dalam.
Sebaiknya, tenangkan dulu si Kecil hingga tangisnya mereda sebelum mulai menyusui. Cara ini membantu bayi menelan susu dengan lebih tenang dan terkendali.
5. Koordinasi mengisap dan menelan yang belum baik

Pexels/Craig Adderley Bayi baru lahir masih dalam tahap belajar mengoordinasikan gerakan mengisap, menelan, dan bernapas secara bersamaan. Wajar jika prosesnya belum selalu berjalan mulus pada bulan-bulan awal kehidupannya.
Melansir Grownsy, koordinasi yang belum sempurna ini membuat susu kadang salah jalan dan mengalir ke arah saluran napas, termasuk rongga hidung. Semakin bertambah usia, kemampuan ini biasanya akan semakin membaik dengan sendirinya.
Selama si Kecil tetap tumbuh dengan baik dan aktif menyusu, Mama tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi ini. Cukup beri jeda sejenak di sela-sela menyusui agar bayi bisa bernapas dengan nyaman.
6. Telentang saat menyusui

Pexels/Anna Shvets Penyebab terakhir yang tak kalah penting adalah posisi telentang saat menyusui. Posisi ini membuat susu lebih mudah menggenang di bagian belakang tenggorokan, alih-alih turun lurus ke lambung.
Menurut Grownsy, berbaring datar saat menyusu bisa membuat susu kembali naik dan keluar lewat hidung maupun mulut. Bayi memang menghabiskan banyak waktu dalam posisi berbaring, yang turut memperbesar peluang terjadinya refluks.
Solusinya, susui si Kecil dalam posisi agak tegak dengan kepala lebih tinggi dari badan. Setelah selesai menyusu, gendong bayi mama tetap tegak selama sekitar 20-30 menit sebelum dibaringkan kembali.
Nah, itulah pembahasan mengenai 6 penyebab bayi muntah dari hidung yang harus Mama ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!



















