Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Cara Mengatasi Bayi Muntah dari Hidung, Ini Tipsnya!

6 Cara Mengatasi Bayi Muntah dari Hidung, Ini Tipsnya!
Pexels/Tri Warno
  • Saat susu keluar dari hidung bayi, hentikan menyusu, tenangkan bayi, dan bersihkan bagian luar hidung tanpa memasukkan jari atau kain; gunakan alat khusus bila masih tersumbat.
  • Atur posisi menyusu semi-tegak dengan kepala lebih tinggi, perlambat aliran ASI, lalu gendong bayi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu agar susu tidak mudah naik kembali.
  • Jika bayi tersedak, lakukan tepukan punggung; kompresi dada dilakukan bila napas belum normal. Segera cari bantuan darurat bila bayi pucat, sulit bernapas, atau tidak sadar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Susu yang tiba-tiba menyembur dari hidung bayi mama saat menyusu memang bikin panik sesaat. Untungnya, kondisi ini biasanya bisa langsung ditangani sendiri di rumah tanpa perlu buru-buru ke rumah sakit.

Melansir Grownsy, langkah pertama yang perlu Mama lakukan cukup sederhana, yaitu menghentikan sesi menyusu sejenak, lalu menenangkan si Kecil sambil memastikan jalan napasnya bersih. 

Setelah itu, barulah Mama bisa melanjutkan ke langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Berikut Popmama.com mengulas 6 cara mengatasi bayi muntah dari hidung. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Bersihkan rongga hidung

    Bersihkan rongga hidung
    Pexels/Eric Moura

    Langkah pertama dan paling mendesak adalah membersihkan sisa susu yang menyumbat rongga hidung si Kecil. Bagian luar hidung bisa Mama seka perlahan menggunakan kain lembut yang sedikit lembap.

    Melansir Grownsy, hindari memasukkan jari atau kain langsung ke dalam lubang hidung bayi karena berisiko melukai. Jika bayi mama terlihat masih tersumbat, gunakan alat penyedot lendir (nasal aspirator) khusus bayi untuk membantu melegakan napasnya.

    Mengutip Aiwibi, cara yang lebih aman adalah menggulirkan cotton bud bayi dengan gerakan selembut menyapu bulu mata, bukan menusuk atau mendorongnya terlalu dalam. 

    Jika masih terdengar bunyi menggelegak dari hidungnya, waspadai kemungkinan susu masuk ke saluran napas dan segera periksakan si Kecil ke dokter.

  2. 2. Sesuaikan postur tubuh

    Sesuaikan postur tubuh
    Pexel/Vanessa Loring

    Setelah hidungnya bersih, saatnya Mama mengevaluasi posisi menyusui yang selama ini dipakai. Postur yang kurang tepat memang jadi salah satu pemicu utama susu keluar lewat hidung.

    Menurut Vinmec, posisikan kepala si Kecil lebih tinggi daripada puting saat menyusu supaya ia tidak mudah tersedak. Mama juga bisa duduk agak bersandar ke belakang untuk memperlambat laju aliran ASI yang terlalu deras.

    Mengutip Grownsy, menjaga posisi bayi tetap semi-tegak, dengan kepala lebih tinggi dari tubuhnya, selama menyusu bisa banyak membantu. Beberapa posisi seperti rugby ball hold atau menyusui sambil miring ke samping juga layak dicoba.

  3. 3. Menepuk punggung

    Menepuk punggung
    Pexels/Rendi iD

    Kalau bayi mama sempat tersedak hingga batuk-batuk setelah muntah lewat hidung, menepuk punggungnya adalah pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan. Teknik ini bertujuan membantu mengeluarkan sisa susu dari saluran napas.

    Menurut Vinmec, posisikan bayi tengkurap dengan kepala sedikit lebih rendah, satu tangan menopang leher dan dada, lalu tepuk punggungnya di antara kedua tulang belikat sebanyak lima kali dengan tekanan sedang. 

    Setelah itu, balikkan tubuh si Kecil perlahan sambil memeriksa apakah warna kulit dan napasnya sudah kembali normal.

    Melansir Grownsy, tepukan lembut di punggung setelah menyusui membantu proses pencernaan sekaligus mencegah refluks berulang. Lakukan dengan tekanan yang wajar, seperti sedang mengetuk debu dari sampul buku.

  4. 4. Kompresi dada

    Kompresi dada
    Pexels/Sarah Chai

    Jika tepukan punggung belum cukup membuat si Kecil bernapas normal kembali, langkah selanjutnya adalah kompresi dada. Teknik ini termasuk pertolongan pertama darurat, jadi perlu dilakukan dengan hati-hati.

    Melansir Vinmec, posisikan bayi telentang, lalu letakkan dua jari (telunjuk dan tengah) di tengah dadanya, tepat di tulang dada. Tekan sebanyak lima kali secara berurutan untuk membantu mendorong keluar udara sekaligus sumbatan pada saluran napasnya.

    Mama juga disarankan untuk mengulang kombinasi tepuk punggung dan kompresi dada ini beberapa kali sampai si Kecil terlihat nyaman dan napasnya stabil. 

    Jika bayi mama masih pucat, sulit bernapas, atau bahkan tidak sadarkan diri, segera hubungi layanan gawat darurat dan bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

  5. 5. Gendong dengan posisi tegak

    Gendong dengan posisi tegak
    Pexels/Bill Salazar

    Setelah kondisi darurat teratasi, kebiasaan menggendong si Kecil dengan posisi tegak setelah menyusu juga penting untuk diterapkan sebagai pencegahan. Posisi ini membantu susu tetap berada di lambung dan tidak mudah naik kembali.

    Mengutip Grownsy, Mama disarankan menggendong bayi dalam posisi tegak selama sekitar 30 menit setelah setiap sesi menyusu, sambil sesekali berjalan-jalan kecil atau duduk di kursi goyang. 

    Hindari langsung membaringkan bayi mama begitu selesai menyusu karena bisa memicu susu naik kembali ke tenggorokan. Beri jeda beberapa saat sebelum akhirnya meletakkannya di tempat tidur.

  6. 6. Sendawakan lebih sering

    Sendawakan lebih sering
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Cara terakhir yang tidak kalah penting adalah membantu si Kecil bersendawa lebih sering, baik selama maupun setelah menyusu. Sendawa membantu mengeluarkan udara yang ikut tertelan bersama susu sehingga lambung tidak terlalu penuh.

    Melansir Grownsy, usahakan menyendawakan bayi setiap 2-3 menit saat menyusui langsung, atau setiap 30-60 ml saat menyusu lewat botol. Menggendong bayi dalam posisi tegak sambil mengusap punggungnya perlahan setelah menyusu juga efektif untuk membantu proses ini.

    Trik ini disebut sebagai "aturan 3 menit", yaitu menjeda menyusui secara berkala untuk menyendawakan si Kecil sebelum melanjutkan kembali. Semakin rutin dilakukan, semakin kecil pula peluang susu naik dan keluar lewat hidung bayi mama.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 6 cara mengatasi bayi muntah dari hidung yang Mama harus ketahui saat si Kecil muntah dari hidung. Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More