Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Kasur Empuk? Ini Alasannya
Magnific/magnific
  • Bayi dianjurkan tidur di kasur rata dan kokoh karena kasur empuk dapat membuat wajah tertutup serta menghambat jalan napas, terutama saat belum mampu mengubah posisi tubuh.

  • Menurut CDC, risiko kematian akibat sesak napas saat tidur pada bayi yang menggunakan kasur empuk hingga 16 kali lebih tinggi dibandingkan bayi tanpa kasur empuk.

  • Kasur yang aman harus pas dengan ranjang, berbahan bersertifikasi, serta area tidur bebas bantal, selimut tebal, dan boneka untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan dan SIDS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kasur bayi yang terlalu empuk dapat meningkatkan risiko wajah terbenam, jalan napas terhalang, sesak napas saat tidur, dan sindrom bayi mati mendadak (SIDS).
  • Who?
    Bayi, terutama yang belum mampu mengubah posisi tubuh, mengangkat kepala, atau berpindah saat tidur tengkurap, menjadi kelompok yang berisiko.
  • Where?
    Risiko terjadi di area tidur bayi, khususnya pada kasur yang empuk atau ranjang yang memiliki celah, bantal, selimut tebal, maupun boneka.
  • When?
    Risiko dapat terjadi ketika bayi tidur di kasur empuk, terutama saat wajahnya tertutup permukaan kasur dan ia belum mampu mengubah posisi tubuh.
  • Why?
    Kasur empuk dapat membuat wajah bayi terbenam dan mengganggu jalur pernapasan. Penyebab pasti SIDS hingga saat ini belum ada kepastian, namun lingkungan tidur diduga menjadi pemicu.
  • How?
    Keselamatan tidur bayi dapat dijaga dengan memakai kasur rata, padat, dan kokoh, sesuai ukuran ranjang, berbahan aman, serta tanpa bantal, selimut tebal, atau boneka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi sebaiknya tidur di kasur yang rata, padat, dan kuat. Kasur empuk bisa membuat wajah bayi tenggelam dan susah bernapas. Ini lebih bahaya kalau bayi belum bisa mengubah posisi tubuhnya. Bayi juga jangan tidur dengan bantal, selimut tebal, atau boneka. Kasurnya harus pas di ranjang agar bayi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin merasa kasihan melihat si Kecil tidur di atas kasur khas bayi yang memang didesain lebih padat dari kasur Mama.

Sebenarnya Mama tidak perlu merasa kasihan karena bayi justru dianjurkan tidur di atas kasur yang rata dan padat.

Kasur yang terlalu empuk bukan hanya kurang ideal untuk mendukung posisi tidur bayi, tetapi juga dapat meningkatkan berbagai risiko keselamatan untuk si Kecil.

Lantas, kenapa bayi tidak boleh tidur di kasur empuk? Temukan jawabannya dalam artikel Popmama.com mengenai kenapa bayi tidak boleh tidur di kasur empuk berikut ini.

Kenapa Bayi Tidak Boleh Tidur di Kasur Empuk?

Unsplash/Vitolda Klein

Kasur yang terlalu empuk dapat meningkatkan risiko wajah si Kecil tertutup saat tidur. Risiko ini akan semakin tinggi jika bayi belum mampu mengubah posisi tubuhnya ketika jalan napasnya terhalang.

Melansir dari laman Centers For Disease Control and Prevention (CDC), bayi yang tidur dengan kasur yang empuk memiliki risiko mengalami kematian akibat sesak napas saat tidur hingga 16 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak menggunakan kasur yang empuk.

Risiko saat Bayi Tidur di Kasur Empuk

Unsplash/Tuva Mathilde Løland

Selain berisiko sesak napas karena terhalangnya jalur napas, bayi yang tidur di kasur empuk juga berisiko mengalami sindrom bayi mati mendadak atau yang dikenal juga dengan sudden infant death syndrome (SIDS).

Melansir dari Mayo Clinic, belum diketahui penyebab pasti dari SIDS. Namun, faktor lingkungan tidur bayi diduga dapat menjadi pemicu terjadinya SIDS, termasuk pemilihan kasur bayi.

Kasur bayi yang terlalu empuk membuat wajah bayi terbenam sehingga mengganggu jalan napasnya, apalagi jika bayi tidur tengkurap dan belum bisa mengangkat atau berpindah posisi.

Tips Memilih Kasur yang Aman untuk Bayi Tidur

Unsplash/Helena Lopes

Supaya si Kecil tetap nyaman selam tidur, Mama perlu lebih teliti saat memilih kasur bayi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih kasur yang rata, padat, dan kokoh.

  • Pastikan ukuran kasur sesuai dengan ranjang bayi agar tidak menyisakan celah yang berisiko membuat si Kecil terjepit.

  • Perhatikan bahan pembuat kasur dengan memilih material yang aman untuk bayi dan memiliki sertifikasi seperti SNI atau OEKO-TEX.

  • Hindari menambahkan bantal, selimut tebal, dan boneka di area tidur bayi untuk mengurangi risiko terganggu jalur pernapasan bayi.

Itulah mengenai kenapa bayi tidak boleh tidur di kasur empuk. Setelah mengetahui alasan serta tips memilih kasur untuk bayi, Mama diharapkan mampu memberikan lingkungan tidur yang nyaman sekaligus aman untuk bayi beristirahat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article