- Membersihkan kuman dan iritasi dari hidung
Bayi Baru Lahir Tidak Berhenti Bersin, Normalkah?

Saat Mama mengganti popok bayi, tiba-tiba bayi bersin. Sekali bersin mungkin Mama akan bersikap biasa saja seolah tidak ada masalah. Namun jika kemudian bayi bersin sampai beberapa kali, Mama akan bertanya-tanya, ada apa dengannya.
Bayi memiliki saluran hidung yang sensitif dan bersin meskipun disebabkan oleh iritasi ringan. Tapi hal ini pasti membingungkan Mama, melihat bayi bersin lebih dari biasanya. Mama akan bertanya-tanya, apakah ini reaksi alergi, pilek, atau gejala penyakit lainnya.
Popmama.com mengulas penyebab bayi bersin terus-menerus dan beberapa hal yang bisa dilakukan Mama untuk mengatasinya.
1. Mengapa bayi bersin terus-menerus?

Bersin adalah salah satu refleks tubuh manusia dan bagian dari pertahanan alami tubuh terhadap penyakit. Ada beberapa alasan mengapa bayi bersin:
Bersin adalah refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran hidung yang memiliki iritasi di dalamnya. Untuk bayi, apa saja termasuk debu, asap, susu yang secara tidak sengaja masuk ke hidung, dan bahkan udara kering bisa menjadi iritasi. Bersin membantu mereka menyingkirkan iritasi ini serta kuman.
- Mengeluarkan lendir
Bayi tidak bisa meniup hidungnya seperti orang dewasa. Karena itu, ketika mereka memiliki hidung tersumbat karena lendir, mereka akan bersin sebagai reaksi alami untuk membuang lendir.
- Bagian hidung pendek
Bayi baru lahir masih bergantung sepenuhnya pada hidung untuk bernapas. Bayi baru lahir biasanya tidak nyaman bernapas melalui mulut. Namun saluran hidungnya kecil, sehingga sumbatan terkecil di dalamnya dapat memengaruhi pernapasan. Misalnya bayi mungkin bersin ketika hidungnya tidak sengaja tertekan saat menyusui.
2. Apakah bersin bayi karena suatu penyakit?
Bila bayi Mama bersin disertai dengan kondisi berikut, bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu:
- Demam
Jika bayi mengalami demam bersama dengan bersin, maka kemungkinan besar karena infeksi.
- Pilek
Gejala pilek termasuk batuk, lesu, dan terkadang demam. Pilek biasa juga diketahui menyebabkan bersin.
- Batuk
Jika bayi batuk dan bersin maka bisa jadi mereka memiliki alergi dan kemungkinan menghirup alergen potensial seperti serbuk sari. Ini menyebabkan tubuh bereaksi dengan bersin dan gejala alergi lainnya.
- Kerewelan, kelesuan, dan nafsu makan buruk
Jika bayi rewel, kolik, lesu, dan kehilangan selera menyusu, maka bisa jadi bayi Mama sakit. Segera konsultasinya dengan dokter.
Temui dokter jika bayi menunjukkan gejala-gejala ini bersamaan dengan bersin atau bersin terus-menerus disertai gejala di atas.
3. Apa yang harus dilakukan Mama untuk membuat bayi merasa nyaman?

Beberapa hal yang dapat dilakukan Mama untuk membuat bayi merasa nyaman:
- Menggunakan nasal bulb untuk menyedot lendir dari hidung bayi.
- Menggunakan humidifier yang berfungsi untuk memompa uap air saat udara kering. Ini akan mengurangi kekeringan sehingga bayi bisa bernapas dengan nyaman.
- Jauhkan bayi dari alergen seperti debu, asap, dan polusi dapat mengiritasi lapisan hidung bayi dan membuatnya bersin.
Jika Mama merasa ragu, konsultasikan dengan dokter anak mengenai kondisi bayi Mama. Semoga bermanfaat.



















