Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Keputihan pada Bayi Perempuan yang Perlu Mama Ketahui
Magnific/jcomp
  • Keputihan pada bayi perempuan dapat terjadi secara normal akibat perubahan estrogen dan progesteron dari ibu setelah melahirkan yang dikenal sebagai physiological leukorrhea.

  • Vulvovaginitis, yakni peradangan atau infeksi pada vagina dan vulva, dapat memicu keputihan disertai gatal, kemerahan, serta iritasi pada area genital.

  • Iritasi bahan kimia, pembersihan dari belakang ke depan setelah BAB, dan infeksi cacing kremi dapat menyebabkan keputihan serta gangguan pada area genital bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Keputihan pada bayi perempuan dapat terjadi sebagai kondisi normal akibat perubahan hormon setelah lahir, atau berkaitan dengan vulvovaginitis, iritasi bahan kimia, kebersihan genital yang kurang tepat, dan infeksi cacing kremi.
  • Who?
    Bayi perempuan dapat mengalami keluarnya cairan vagina; orang tua atau pengasuh perlu memperhatikan gejala seperti kemerahan, gatal, iritasi, dan bayi yang lebih rewel.
  • Where?
    Kondisi muncul pada area genital bayi, termasuk vagina, vulva, labia, serta kulit di sekitar vagina dan anus.
  • When?
    Keputihan fisiologis umumnya dapat muncul pada bayi baru lahir setelah pasokan hormon ibu berhenti. Gatal akibat cacing kremi dapat lebih mengganggu pada malam hari.
  • Why?
    Penyebabnya dapat meliputi perubahan estrogen dan progesteron, peradangan atau infeksi vulva-vagina, paparan sabun atau pewangi, perpindahan bakteri dari anus, serta cacing kremi.
  • How?
    Hormon ibu melewati plasenta lalu berubah setelah kelahiran; iritan, bakteri, atau cacing dapat memicu keluhan. Bila cairan kemerahan atau bayi tidak nyaman, konsultasi dokter diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi perempuan juga bisa keluar cairan dari vaginanya. Ini bisa normal karena hormon dari ibu berubah setelah bayi lahir. Bisa juga karena kulitnya iritasi, kotoran masuk ke depan, vagina meradang, atau ada cacing kremi. Kalau bayi gatal, merah, rewel, atau cairannya kemerahan, Mama perlu tanya dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keputihan ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, lho, Ma. Bayi perempuan juga bisa mengalami keputihan. Kondisi ini dapat muncul karena berbagai penyebab, mulai dari pengaruh hormon hingga iritasi pada area genital. 

Sebelum panik, yuk, kenali penyebab keputihan pada bayi perempuan yang telah dirangkum Popmama.com dalam 5 penyebab keputihan pada bayi perempuan berikut ini.

1. Pengaruh hormon ibu

Magnific/jcomp

Pengaruh hormon Mama merupakan penyebab paling umum terjadinya keputihan pada bayi perempuan.

Dilansir dari Parents, selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Mama meningkat. Hormon ini dapat melewati plasenta dan sampai ke tubuh bayi.

Setelah lahir, bayi tidak lagi mendapat pasokan hormon tersebut sehingga terjadi perubahan hormonal.

Pada bayi perempuan, perubahan ini dapat memengaruhi lapisan vagina dan menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih, kekuningan, atau sedikit kemerahan.

Kondisi ini dikenal sebagai physiological leukorrhea dan umumnya merupakan hal yang normal pada bayi baru lahir.

2. Vulvovaginitis

Magnific/jcomp

Vulvovaginitis merupakan kondisi ketika vagina dan vulva mengalami peradangan atau infeksi.

Dilansir dari HealthyChildren.org, vulvovaginitis dapat terjadi pada perempuan dari berbagai usia, termasuk bayi.

Pada bayi perempuan, vulvovaginitis dapat ditandai dengan rasa gatal, keputihan, kemerahan, serta iritasi pada kulit bagian luar vulva, termasuk area labia dan lapisan vagina.

3. Iritasi bahan kimia

Magnific/pvproductions

Kulit di sekitar vagina bayi masih sangat sensitif sehingga mudah mengalami iritasi akibat paparan bahan tertentu. 

Produk sabun, deterjen, pewangi, atau produk perawatan yang mengandung bahan kimia dapat mengiritasi area genital dan memicu kemerahan, gatal, atau keputihan dari vagina.

Untuk mencegahnya, Mama bisa menghindari produk berpewangi dan memastikan area genital bayi dibersihkan dengan lembut.

4. Cara membersihkan yang kurang

Magnific/cookie_studio

Dilansir dari Baby Center, organ genital bayi sangat rentan terhadap infeksi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh cara membersihkan organ genital bayi yang kurang tepat.

Salah satu kesalahan yang paling mungkin terjadi saat membersihkan genital bayi adalah membersihkan area kelamin dari arah belakang (anus) ke depan setelah BAB. 

Hal tersebut membuat bakteri yang terdapat di anus maupun bakteri yang berasal dari sisa feses berpindah ke depan dan menginfeksi area kelamin.

5. Infeksi cacing kremi

Magnific/jcomp

Infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis) juga bisa menjadi salah satu penyebab iritasi dan keputihan pada bayi perempuan. 

Dilansir dari Baby Center, cacing ini dapat berpindah dari area anus ke sekitar vagina sehingga menimbulkan rasa gatal dan iritasi pada area genital.

Selain keputihan, Mama mungkin melihat kulit di sekitar vagina tampak kemerahan atau si Kecil menjadi lebih rewel, terutama pada malam hari ketika rasa gatal biasanya lebih mengganggu. 

Itulah 5 penyebab keputihan pada bayi perempuan yang perlu Mama ketahui. Keputihan pada bayi bisa saja terjadi secara normal, terutama akibat perubahan hormon setelah lahir.

Meski begitu, jika cairan yang keluar agak kemerahan atau membuat si Kecil mulai tidak nyaman dan lebih rewel, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article