Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

8 Kebiasaan Bayi yang Sering Disalahpahami Orangtua, Ini Artinya

4 min read
8 Kebiasaan Bayi yang Sering Disalahpahami Orangtua, Ini Artinya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Berbagai perilaku bayi seperti mencakar, menggigit, berteriak, atau menjambak rambut umumnya merupakan bagian dari proses eksplorasi dan perkembangan, bukan tanda kenakalan.

  • Bayi juga dapat menggunakan perilaku tertentu untuk menyampaikan kebutuhan, menenangkan diri, atau mengajak Mama berinteraksi.

  • Memahami arti di balik perilaku bayi membantu Mama merespons dengan lebih tenang dan mengarahkan si Kecil tanpa langsung memarahinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi belum bisa menyampaikan keinginan dengan kata-kata, sehingga mereka sering kali menggunakan gerakan tubuh, suara, atau sentuhan untuk mengenal dunia sekaligus berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya.

Karena itu, beberapa perilaku bayi yang terlihat mengganggu, seperti mencakar wajah mama, hingga menjambak rambut, sebenarnya belum tentu merupakan tanda kenakalan. Bisa jadi, si Kecil sedang belajar menggunakan tubuhnya dan mencoba hal baru.

Supaya tidak salah memahami perilaku si Kecil, Mama perlu mengetahui arti di balik berbagai tindakannya. Berikut Popmama.com telah merangkum kebiasaan yang sering disalahpahmi orangtua , dilansir The Greatest Eight.

  1. 1. Mencakar wajah mama

    Mencakar wajah mama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi mencakar wajah mama merupakan hal yang cukup wajar dan normal, terutama pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Pada usia ini, bayi mengenal dunia terutama melalui sentuhan. Wajah mama menjadi salah satu objek yang paling dekat, menarik, dan sering dilihat oleh si Kecil.

    Ketika mencakar atau mencengkeram wajah, bayi sebenarnya sedang bereksplorasi. Mereka bisa mencoba merasakan tekstur kulit sekaligus menyentuh bagian seperti mata, hidung, atau bibir.

  2. 2. Memasukkan tangan ke mulut

    Memasukkan tangan ke mulut
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Memasukkan tangan ke mulut juga menjadi salah satu cara bayi mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Melalui mulut, si Kecil dapat mengenali berbagai bentuk dan tekstur sekaligus merasakan benda atau bagian tubuh yang sedang disentuhnya.

    Selain untuk bereksplorasi, kebiasaan ini juga dapat menjadi cara bayi menenangkan diri atau self-soothing. Mengisap jari atau tangan dapat membantu si Kecil merasa lebih tenang, nyaman, atau rileks ketika sedang lelah dan gelisah.

  3. 3. Berteriak atau menjerit

    Berteriak atau menjerit
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika bayi mulai sering berteriak atau menjerit, Mama mungkin merasa cukup terganggu dengan suaranya. Namun, bagi si Kecil, mengeluarkan suara keras justru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan karena mereka sedang belajar mengenali suara yang dapat dibuat oleh dirinya sendiri.

    Berteriak juga merupakan bagian dari tahap awal perkembangan kemampuan berbicara. Bayi sedang belajar mengoceh dan bereksperimen dengan berbagai suara. Meski begitu, teriakan juga bisa menjadi cara bayi menyampaikan kebutuhan, misalnya ketika lapar, haus, atau merasa tidak nyaman karena popoknya penuh.

  4. 4. Menggigit benda di sekitar

    Menggigit benda di sekitar
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi yang memasukkan dan menggigit berbagai benda di sekitarnya bisa saja sedang memasuki fase tumbuh gigi. Memasuki usia sekitar 3–6 bulan atau lebih, gusi bayi dapat terasa gatal atau nyeri ketika gigi mulai tumbuh.

    Rasa tidak nyaman tersebut membuat bayi terdorong untuk menggigit sesuatu, termasuk tangan atau benda yang berada di dekatnya. Pada fase ini, Mama dapat menyiapkan teether yang aman dan sesuai untuk bayi agar si Kecil memiliki benda yang tepat untuk digigit.

  5. 5. Menyemburkan air liur

    Menyemburkan air liur
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi yang meniupkan air liur hingga berbunyi atau memercikkannya dari mulut dikenal sebagai blowing raspberries. Kebiasaan ini biasanya mulai terlihat pada usia 4 sampai 5 bulan, meski pada beberapa bayi dapat muncul sejak usia 3 bulan.

    Perilaku tersebut merupakan bagian dari perkembangan bahasa dan motorik mulut. Bayi sedang bereksperimen dengan suara, volume, serta berbagai bentuk gerakan bibir untuk melatih dan memperkuat otot wajah. Jadi, meskipun mungkin membuat baju atau wajah Mama terkena percikan air liur, kebiasaan ini umumnya normal dan tidak berbahaya.

  6. 6. Menyuapi mama

    Menyuapi mama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi yang sudah berusia sekitar 9–12 bulan ke atas mungkin mulai mencoba menyuapi Mama dengan makanan yang sedang dipegangnya. Perilaku ini menunjukkan bahwa si Kecil sedang belajar mengontrol gerakan tangan dan mata sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasinya.

    Selain menjadi bagian dari perkembangan motorik, menyuapi orang lain juga dapat menjadi bentuk komunikasi nonverbal. Bayi mungkin sedang menunjukkan rasa sayang, rasa nyaman, atau keinginan untuk berbagi sesuatu dengan Mama.

  7. 7. Sering menjambak rambut mama

    Sering menjambak rambut mama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika bayi menjambak rambut mama, jangan buru-buru menganggap si Kecil sedang berbuat nakal. Menjambak rambut dapat menjadi tanda bayi sedang mengantuk, bosan, atau ingin mendapatkan perhatian dari orang di dekatnya.

    Bagi bayi, rambut mama juga merupakan benda yang menarik untuk disentuh dan ditarik. si Kecil sedang belajar melalui pengalaman langsung dengan memegang, menarik, dan merasakan tekstur benda yang ada di sekitarnya. Mama tetap dapat mengarahkan tangan bayi secara lembut jika tarikan rambut terasa sakit.

  8. 8. Suka memanjat badan mama

    Suka memanjat badan mama
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Kebiasaan bayi memanjat atau menaiki tubuh mama atau yang dikenal sebagai body climbing dapat menjadi tanda bahwa si Kecil merasa aman dan nyaman bersama Mama. Mereka sedang mengeksplorasi kemampuan fisiknya sekaligus membangun interaksi dengan orang yang paling dipercaya.

    Tubuh mama juga menjadi tempat yang membuat bayi merasa aman ketika bereksplorasi. Dari aktivitas tersebut, si Kecil dapat melatih kemampuan fisik dan geraknya sambil tetap berada dekat dengan orang yang membuatnya merasa terlindungi.

    Nah, itu dia 8 hal yang bayi lakukan sebagai tanda perkembangan dan eksplorasi dunia sekitar. Semoga informasi ini dapat membantu Mama memahami arti di balik perilaku si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More