- Melatih fokus dan konsentrasi
- Meningkatkan koordinasi tubuh
- Mendukung daya ingat
- Mengurangi rasa gelisah
- Membangun kesiapan belajar di kemudian hari
Apa Itu Baby Brain Gym? Ini Manfaat dan Cara Melakukannya!

Baby brain gym merupakan gerakan dan permainan ringan untuk bayi yang mengaktifkan kedua sisi otak, melatih motorik, serta memberi rangsangan sensorik sesuai kemampuan.
Aktivitas ini dikaitkan dengan fokus, koordinasi, daya ingat, kesiapan belajar, dan ketenangan; manfaatnya terbentuk melalui pengulangan konsisten, bukan secara instan.
Rangsangan sederhana dapat dimulai sejak lahir dan ditingkatkan bertahap, seperti tummy time, gerakan tangan-kaki, tekstur, panggilan nama, serta meniru ekspresi, selama sekitar 5–10 menit atau lebih singkat.
Pernah dengar istilah "baby brain gym" dan penasaran apa maksudnya? Istilah ini belakangan makin populer di kalangan orangtua yang ingin menstimulasi otak si Kecil sejak usia dini.
Sederhananya, baby brain gym adalah rangkaian gerakan dan permainan ringan yang dirancang untuk mengaktifkan kedua sisi otak sekaligus melatih kemampuan motorik bayi. Konsepnya diadaptasi dari metode brain gym yang lebih dulu populer untuk anak-anak dan orang dewasa.
Untuk mengenal lebih jauh tentang baby brain gym, berikut Popmama.com mengulas apa itu baby brain gym? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apa Itu Baby Brain Gym?

Pexels/Jayford Batobato Secara umum, brain gym adalah rangkaian gerakan sederhana yang membantu mengaktifkan kedua belahan otak sekaligus mempersiapkan otak dan tubuh untuk belajar.
Melansir Foot Prints Education, contoh gerakan dasarnya adalah menyentuhkan tangan ke lutut di sisi berlawanan atau dikenal dengan istilah cross-lateral movement yang mendorong otak kiri dan kanan bekerja sama.
Prinsip yang sama sebenarnya sudah terjadi secara alami saat si Kecil belajar merangkak. Saat tangan kanan bergerak maju bersamaan dengan kaki kiri, kedua sisi otaknya ikut "berlatih" bekerja sama.
Nah, baby brain gym adalah versi adaptasi dari prinsip ini khusus untuk bayi, berupa gerakan dan rangsangan sensorik lembut yang disesuaikan dengan kemampuan motoriknya.
Meski istilahnya terdengar formal, praktiknya bisa berupa aktivitas sederhana seperti tummy time, menggerakkan tangan dan kaki, sampai bermain dengan berbagai tekstur.
Manfaat Baby Brain Gym

Pexels/Anna Shvets Ada banyak manfaat yang bisa didapat si Kecil dari rutin melakukan baby brain gym. Berikut beberapa di antaranya.
Melansir Foot Prints Education, gerakan cross-lateral pada brain gym membantu anak, termasuk bayi, untuk fokus lebih lama pada satu aktivitas. Manfaat ini muncul karena gerakan tersebut memperkuat koneksi saraf yang mendukung perhatian dan proses belajar.
Selain itu, latihan koordinasi tangan, mata, dan tubuh secara bertahap juga membantu si Kecil lebih siap menghadapi tahap perkembangan motorik selanjutnya, seperti merangkak dan berjalan.
Semua manfaat ini tentu tidak muncul instan, melainkan terbentuk lewat pengulangan yang konsisten. Jadi, jangan berkecil hati jika hasilnya belum terlihat dalam waktu singkat.
Kapan Baby Brain Gym Bisa Dilakukan?

Pexels/Rahul Genie Tidak ada usia minimal yang kaku untuk mulai mengenalkan baby brain gym pada si Kecil. Menurut Centro Kinetic, perkembangan neuromotorik bayi mulai terlihat sekitar usia enam minggu, ditandai dengan si Kecil mulai mengarahkan pandangan ke wajah Mama atau mainan di sekitarnya.
Fase ini bisa jadi titik awal yang baik untuk memperkenalkan rangsangan sederhana lewat suara dan visual. Jadi, baby brain gym sebenarnya bisa dimulai sejak bayi baru lahir dalam bentuk paling sederhana, lalu meningkat bertahap seiring bertambahnya usia dan kemampuan motoriknya.
Apa Saja Aktivitas Baby Brain Gym?

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo Setelah tahu manfaat dan waktu yang tepat, saatnya Mama mencoba beberapa aktivitas baby brain gym berikut ini.
- Together time
Menggerakkan tangan dan kaki si Kecil dengan lembut sambil bernyanyi. - Sentuhan tekstur
Dengan cara mengenalkan embusan angin dari kipas kecil atau kain lembut. - Panggil nama
Dilakukan dengan cara memanggil nama bayi mama dari berbagai arah. - Tiru ekspresi wajah
Coba untuk menjulurkan lidah atau mengedipkan mata di depan si Kecil dan biarkan gerakan tersebut diikuti oleh bayi mama. - Tummy time interaktif
Dilakukan dengan cara meletakkan mainan sedikit di luar jangkauan saat si Kecil sedang tengkurap.
Melansir Mind Champs, aktivitas together time seperti menggerakkan lengan dan kaki si Kecil sambil mengucapkan sajak sederhana membantu membangun koneksi sekaligus mengenalkan kosakata baru.
Sentuhan tekstur seperti embusan angin dari kipas kecil juga melatih indra peraba sekaligus membangun koneksi silang di otaknya.
Sementara itu, meniru ekspresi wajah dipercaya merangsang sel saraf cermin atau mirror neuron pada bayi, yang berperan penting dalam kemampuan meniru dan belajar sosial.
Aktivitas tummy time interaktif, juga membantu si Kecil melatih kekuatan otot leher sekaligus koordinasi mata dan tangan saat berusaha meraih mainan.
Semua aktivitas ini bisa dipilih dan disesuaikan dengan mood serta kemampuan si Kecil hari itu. Tidak perlu dilakukan sekaligus, cukup pilih satu atau dua aktivitas setiap sesi.
- Together time
Berapa Lama Baby Brain Gym Dilakukan?

Pexels/Polina Tankilevitch Soal durasi, prinsipnya sederhana, yakni singkat tapi konsisten lebih baik daripada lama tapi jarang dilakukan. Melansir Foot Prints Education, durasi ideal untuk sesi brain gym adalah sekitar 5 sampai 10 menit setiap kali.
Untuk bayi, durasi ini bahkan bisa lebih singkat lagi, apalagi jika si Kecil mulai menunjukkan tanda lelah atau rewel. Mama bisa menghentikan sesi lebih awal dan melanjutkannya di lain waktu tanpa perlu memaksakan target waktu tertentu.
Yang terpenting, jadikan momen ini sebagai waktu bermain yang menyenangkan, bukan jadwal wajib yang membebani Mama maupun si Kecil.
Baby brain gym pada dasarnya bukan program rumit yang butuh peralatan khusus. Modal utamanya justru kehadiran dan interaksi hangat Mama bersama si Kecil setiap hari.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu baby brain gym? Sebuah aktivitas yang bisa bayi mama lakukan di rumah untuk membantu tumbuh kembangnya. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!



















