Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi bayi karena berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Bayi Tidur Berapa Jam? Ketahui Kebutuhan Tidurnya

Bayi usia 2–3 bulan umumnya membutuhkan 14–17 jam tidur per hari, dengan pola tidur bertahap dan mulai mengenali perbedaan siang serta malam.
Pada usia 3–6 bulan, kebutuhan tidur menjadi 12–15 jam sehari; jadwal tidur siang mulai teratur dan durasi tidur malam cenderung lebih panjang.
Usia 6–12 bulan membutuhkan 11–14 jam tidur per hari, tetapi kemampuan baru, kecemasan berpisah, dan karakter bayi dapat memengaruhi kualitas tidurnya.
Namun, setiap bayi memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Ada bayi yang mungkin membutuhkan waktu tidur lebih banyak, sementara bayi lainnya bisa tetap merasa nyaman meski tidur dengan durasi yang lebih singkat.
Kondisi si Kecil sehari-hari bisa menjadi salah satu tanda apakah ia sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Lantas, bayi tidur berapa jam dalam sehari? Untuk mengetahuinya, berikut Popmama.com telah merangkum informasinya melansir dari Raising Children Network mengenai kebutuhan tidur bayi yang perlu Mama ketahui.
Simak penjelasannya di bawah ini!
Table of Content
1. Usia 2–3 bulan, bayi membutuhkan sekitar 14–17 jam tidur per hari

Pexels.com/Phát Võ Hồ Tấn Pada usia 2 hingga 3 bulan, bayi masih memiliki pola tidur yang belum sepenuhnya teratur. Si Kecil biasanya akan tidur secara bertahap, baik pada siang maupun malam hari.
Dalam waktu 24 jam, sebagian besar bayi membutuhkan sekitar 14–17 jam tidur. Pada fase ini, bayi juga mulai mengenali perbedaan waktu siang dan malam sehingga perlahan tidur lebih lama saat malam hari.
Bayi usia ini memiliki siklus tidur sekitar 50–60 menit yang terdiri dari tidur aktif dan tidur tenang.
Saat tidur aktif, si Kecil mungkin bergerak, mengeluarkan suara, atau terlihat gelisah, sedangkan saat tidur tenang bayi akan tidur lebih nyenyak.
2. Sekitar usia 3 bulan, pola tidur malam bayi mulai berkembang

Pexels.com/Luis Becerra Fotógrafo Memasuki usia sekitar 3 bulan, sebagian besar bayi masih membutuhkan waktu tidur sekitar 14–17 jam dalam sehari.
Namun, pola tidurnya mulai mengalami perubahan karena siklus tidur bayi menjadi lebih panjang.
Pada tahap ini, siklus tidur bayi mulai terdiri dari beberapa fase, yaitu tidur ringan, tidur nyenyak, dan tidur mimpi. Perubahan tersebut dapat membuat bayi lebih jarang terbangun di malam hari.
Beberapa bayi juga mulai mampu tidur lebih lama pada malam hari, misalnya sekitar 4–5 jam tanpa terbangun.
3. Usia 3–6 bulan, bayi mulai memiliki jadwal tidur yang lebih teratur

Pexels.com/Golden Ratio Captures Saat memasuki usia 3 hingga 6 bulan, kebutuhan tidur bayi biasanya mulai berkurang menjadi sekitar 12–15 jam dalam sehari.
Pada usia ini, bayi dapat mulai memiliki pola tidur siang yang lebih teratur, yaitu sekitar 2–3 kali tidur siang dengan durasi hingga 2 jam setiap kali tidur.
Selain itu, waktu tidur malam bayi juga semakin panjang. Ketika mendekati usia 6 bulan, beberapa bayi bahkan dapat tidur hingga sekitar 6 jam di malam hari.
Meski begitu, bayi masih mungkin terbangun setidaknya satu kali pada malam hari.
4. Usia 6–12 bulan, bayi membutuhkan sekitar 11–14 jam tidur per hari

Pexels.com/An Date Semakin bertambah usia, kebutuhan tidur bayi akan semakin berkurang. Saat memasuki usia 1 tahun, sebagian besar bayi membutuhkan sekitar 11–14 jam tidur dalam 24 jam.
Pada usia ini, waktu tidur terpanjang biasanya terjadi saat malam hari. Sebagian besar bayi mulai siap tidur sekitar pukul 18.00–22.00, meskipun beberapa bayi membutuhkan waktu lebih lama untuk terlelap.
Siklus tidur bayi juga mulai mendekati pola tidur orang dewasa sehingga frekuensi terbangun di malam hari dapat berkurang.
Namun, beberapa bayi masih membutuhkan bantuan orangtua untuk kembali tidur, bahkan bisa terbangun beberapa kali dalam semalam.
5. Perkembangan baru bisa memengaruhi pola tidur bayi usia 6–12 bulan

Pexels.com/viresh studio Selain perubahan kebutuhan tidur, berbagai kemampuan baru yang dipelajari bayi juga dapat memengaruhi kualitas tidurnya.
Misalnya, saat bayi mulai belajar merangkak atau berdiri, ia bisa mengalami kesulitan untuk kembali tidur karena merasa tidak nyaman dengan posisi tubuhnya. Bayi juga mulai memahami bahwa orangtua tetap ada meskipun tidak terlihat.
Hal ini dapat memicu rasa cemas ketika ditinggalkan atau yang dikenal sebagai separation anxiety, sehingga bayi lebih mudah menangis saat akan tidur atau lebih sering terbangun di malam hari.
Selain itu, karakter dan perkembangan kepribadian bayi juga dapat memengaruhi kebiasaan tidurnya, terutama saat tidur siang.
Itu dia penjelasan mengenai berapa jam bayi tidur. Setiap bayi memiliki kebutuhan tidur yang berbeda, pastikan si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar tumbuh kembangnya tetap optimal.






















