Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Penyebab Kulit Bayi Membiru, Salah Satunya karena Tersedak
Instagram.com/juliarocha.consultoria
  • Kulit bayi membiru atau sianosis dapat dipicu kelainan jantung bawaan, terutama Tetralogy of Fallot, yang mengurangi aliran darah ke paru-paru dan mengedarkan darah minim oksigen.
  • Methemoglobinemia akibat paparan nitrat, gangguan paru-paru, kelainan jantung bawaan, serta hipoksemia dapat menurunkan suplai oksigen dan memerlukan pemeriksaan tenaga medis.
  • Tangan-kaki kebiruan karena suhu dingin umumnya membaik setelah dihangatkan, tetapi bibir atau lidah biru menetap dan tersedak yang menghambat napas membutuhkan penanganan segera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kulit bayi dapat tampak kebiruan, kondisi yang dikenal sebagai sianosis, akibat berkurangnya oksigen dalam darah atau gangguan sirkulasi.
  • Who?
    Bayi baru lahir dan bayi usia dini, terutama bayi di bawah enam bulan yang rentan terhadap paparan nitrat.
  • Where?
    Warna kebiruan dapat terlihat pada kulit, bibir, lidah, tangan, dan kaki bayi; pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan.
  • When?
    Kondisi dapat muncul saat bayi mengalami gangguan jantung, paru-paru, kadar oksigen rendah, kedinginan, tersedak, atau terpapar nitrat.
  • Why?
    Penyebabnya mencakup Tetralogy of Fallot, kelainan jantung bawaan, methemoglobinemia, gangguan paru-paru, hipoksemia, suhu dingin, dan sumbatan jalan napas akibat tersedak.
  • How?
    Gangguan tersebut dapat mengurangi oksigen yang masuk atau beredar dalam darah. Kadar oksigen bayi dapat diukur dengan pulse oximeter; bayi yang sulit bernapas atau bibirnya membiru perlu segera diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kulit bayi bisa jadi biru kalau oksigennya kurang. Ini bisa karena jantung atau paru-paru bermasalah, darahnya tidak bisa membawa oksigen, atau bayi tersedak. Tangan dan kaki juga bisa biru saat dingin, lalu membaik saat hangat. Kalau bibir atau lidah tetap biru, bayi perlu cepat diperiksa dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat kulit si Kecil yang biasanya merah muda tiba-tiba berubah kebiruan tentu langsung membuat Mama panik dan bikin jantung Mama berdegup kencang. 

Rasa panik itu wajar, apalagi kondisi ini kadang muncul begitu saja tanpa tanda-tanda sebelumnya. Apalagi, jika Mama juga tidak mengetahui secara pasti apa penyebab di baliknya.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah sianosis. Nah, supaya Mama tidak salah langkah saat menghadapinya, berikut Popmama.com mengulas 7 penyebab kulit bayi membiru. Yuk, simak sampai habis!


1. Tetralogy of Fallot (TOF)

Wikimedia Commons/Mariana Ruiz LadyofHats

Penyebab pertama yang perlu Mama waspadai adalah Tetralogy of Fallot, atau biasa disingkat TOF. Melansir Healthline, TOF merupakan kelainan jantung bawaan yang tergolong langka, namun menjadi salah satu penyebab utama sindrom bayi biru. 

Disebut “tetralogy” karena kondisi ini sebenarnya gabungan dari empat kelainan struktur jantung sekaligus, salah satunya adalah lubang di dinding yang memisahkan bilik kiri dan kanan jantung.

Akibat kombinasi kelainan tersebut, aliran darah menuju paru-paru jadi berkurang, sementara darah yang minim oksigen justru ikut beredar ke seluruh tubuh. 

Mengutip Medical News Today, TOF biasanya sudah bisa terdeteksi sejak bayi lahir, dan penanganannya umumnya memerlukan tindakan operasi begitu si Kecil cukup usia dan kondisinya dinyatakan stabil oleh dokter.

2. Methemoglobinemia

Pixabay/Vector8DIY

Selain kelainan jantung, ada juga penyebab kulit bayi membiru yang berasal dari darah itu sendiri. Namanya methemoglobinemia.

Menurut Healthline, kondisi ini erat kaitannya dengan keracunan nitrat, misalnya ketika bayi mengonsumsi susu formula yang dicampur air sumur atau makanan rumahan berbahan dasar sayuran tinggi nitrat seperti bayam dan bit.

Melansir Medical News Today, nitrat yang masuk ke tubuh akan diubah menjadi nitrit, lalu berikatan dengan hemoglobin dan membentuk methemoglobin. 

Masalahnya, meski kaya oksigen, methemoglobin ini tidak bisa melepaskan oksigen tersebut ke dalam darah, sehingga kulit bayi Mama tampak kebiruan. Kondisi ini paling sering menyerang bayi di bawah usia 6 bulan karena saluran pencernaannya masih sangat sensitif terhadap nitrat.

3. Masalah pada paru-paru

Wikimedia Commons/DataBase Center for Life Science (DBCLS)

Kulit membiru juga bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dengan paru-paru si Kecil. Dilansir dari laman Rehman Medical Institute (RMI), bayi baru lahir maupun bayi usia dini memang rentan mengalami gangguan pernapasan akibat sistem respirasinya belum sepenuhnya matang. 

Ketika ada gangguan pada paru-paru atau saluran napas, jumlah oksigen yang masuk ke darah pun ikut berkurang dan dapat mengganggu sistem dalam tubuh.

Beberapa tanda yang bisa Mama amati antara lain napas yang tampak cepat, suara mendengkur atau grunting, hingga cuping hidung yang kembang-kempis saat bernapas.

Kalau gejala-gejala ini muncul bersamaan dengan bibir yang membiru, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter.

4. Masalah jantung bawaan

Pixabay/gfkDSGN

Melansir Healthline, sebagian besar kelainan jantung bawaan disebabkan oleh faktor genetik, misalnya bayi dengan down syndrome yang sering kali juga mengalami masalah pada jantungnya. 

Kondisi kesehatan Mama selama hamil, seperti diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dengan baik, ternyata juga dapat memengaruhi perkembangan jantung si Kecil.

Melansir Rehman Medical Institute, tidak semua bayi dengan kelainan jantung bawaan akan menunjukkan warna kebiruan pada kulitnya. Meski begitu, sianosis yang muncul terus-menerus atau tanpa sebab yang jelas tetap harus diperiksakan ke tenaga medis profesional agar penanganannya tepat.

5. Suhu dingin

Pexels/Nikola Kojević

Melansir WebMD, tangan dan kaki bayi yang kadang tampak kebiruan padahal bagian tubuh lainnya tetap merah muda umumnya menandakan sistem peredaran darahnya yang masih belum matang sepenuhnya.

Selain itu, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia si Kecil. Bisa dibilang masalah ini tidak seserius masalah lainnya pada kulit bayi Mama.

Mengutip Rehman Medical Institute, kondisi disebut dengan istilah acrocyanosis, yaitu warna kebiruan pada tangan dan kaki akibat perubahan sirkulasi darah saat suhu di sekitar bayi terasa dingin. 

Bedanya dengan sianosis yang berbahaya, biru akibat suhu dingin ini akan hilang begitu tubuh bayi kembali hangat. Namun, kalau warna biru tetap muncul di bibir atau lidah meski sudah dihangatkan, itu tandanya Mama perlu waspada dan segera memeriksakannya.

6. Kadar oksigen rendah (Hipoksemia)

Wikimedia Commons/John Pierce

Penyebab berikutnya adalah rendahnya kadar oksigen dalam darah yang juga dikenal dengan istilah hipoksemia. Mengutip WebMD, warna biru pada kulit muncul karena darah yang kekurangan oksigen memang secara alami berwarna kebiruan, berbeda dengan darah yang kaya oksigen yang tampak merah segar.

Menurut Rehman Medical Institute, penurunan kadar oksigen ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari gangguan paru-paru, jantung, saluran napas, hingga masalah sirkulasi darah. 

Untuk memastikannya, tenaga medis biasanya memakai alat bernama pulse oximeter yang dijepitkan di jari atau kaki bayi mama untuk mengukur seberapa banyak oksigen yang beredar dalam darahnya.

7. Tersedak

Pexels/SHOX ART

Terakhir, penyebab yang sering luput dari perhatian adalah tersedak. Dilansir dari Rehman Medical Institute, kalau bayi tiba-tiba membiru saat sedang menyusu atau setelah memasukkan sesuatu ke mulutnya, bisa jadi ada sumbatan di jalan napasnya. 

Saluran napas yang tersumbat akan menghalangi oksigen masuk ke paru-paru, dan kondisi ini membutuhkan pertolongan segera tanpa ditunda-tunda.

Kalau Mama mendapati situasi seperti ini, jangan panik berlebihan, tapi segera cek apakah si Kecil masih bisa bernapas dengan normal atau tidak. Bila napasnya terhambat, segera lakukan pertolongan pertama sesuai prosedur atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat secepatnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 penyebab kulit bayi membiru yang Mama wajib ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article