Bolehkah Menggunakan Tisu Basah untuk Membersihkan Pantat Bayi?

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat menyebut tisu basah tidak aman digunakan untuk bayi

6 Januari 2021

Bolehkah Menggunakan Tisu Basah Membersihkan Pantat Bayi
Freepik/Yanalya

Tisu basah memang sering digunakan untuk membersihkan pantat bayi setelah buang air besar. Kehadiran tisu basah sangat membantu Mama, terutama ketika sedang bepergian. Namun, ada kalanya Mama merasa bingung apakah penggunaan tisu basah sudah tepat untuk membersihkan pantat bayi atau tidak. 

Sebab, mitos yang beredar di kalangan masyarakat menyebut tisu basah tidak aman digunakan untuk pantat bayi. Mama pun kerap dianjurkan membersihkan pantat bayi setelah buang air besar menggunakan air mengalir. 

Lantas, sebenarnya bolehkah menggunakan tisu basah untuk membersihkan pantat bayi setelah buang air besar? Popmama.com telah merangkum penjelasannya seperti di bawah ini. 

Tisu Basah Bisa Sebabkan Alergi

Tisu Basah Bisa Sebabkan Alergi
Freepik/comzeal

Sebuah penelitian kesehatan yang dipublikasikan di Journal of Allergy and Clinical Immunology menyebut sebagian tisu basah yang beredar di pasaran bisa menimbulkan dampak alergi pada kulit bayi. Sebab, bayi yang baru lahir masih memiliki kulit yang sensitif sehingga mudah terserang alergi apabila bersentuhan dengan benda-benda tertentu. 

Sebagian besar tisu basah mengandung bahan kimia dan alkohol yang bisa mengganggu perlindungan lapisan kulit teratas bayi. Jika Mama terlalu sering mengusap pantat bayi menggunakan tisu basah, maka lapisan kulit teratas bayi bisa rusak. 

Editors' Picks

Gejala Alergi setelah Menggunakan Tisu Basah

Gejala Alergi setelah Menggunakan Tisu Basah
Freepik/ShevtsovaYuliya

Apabila Mama mengusapkan tisu basah yang mengandung bahan pengawet seperti paraben dan formalin pada pantat bayi, maka akan muncul reaksi alergi seperti ruam merah, lecet, bayi merasakan gatal pada bagian pantat, dan pengerasan kulit pantat. 

Memang tak semua tisu basah mengandung bahan pengawet. Beberapa bayi yang memiliki kulit normal dan lapisan kulit yang kuat pun tidak merasakan efek negatif dari penggunaan tisu basah. Namun, tak ada salahnya untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai kandungan kimia pada tisu basah yang akan digunakan. 

Pantat Bayi Sebaiknya DIbersihkan Menggunakan Kapas

Pantat Bayi Sebaik DIbersihkan Menggunakan Kapas
Freepik/Freepic.diller

National Institute for Clinical Excellence menganjurkan Mama untuk membersihkan pantat bayi, terutama bayi yang baru lahir, menggunakan kapas dan air. Kapas terbilang lembut untuk kulit bayi yang masih sensitif sehingga risiko terserang alergi menjadi kecil. 

Mama pun bisa merendam kapas ke air hangat terlebih dahulu sebelum membersihkan pantat bayi. Sebaiknya hindari penggunaan sabun ketika membersihkan pantat bayi karena kandungan pewangi dan deterjen dalam sabun juga bisa menyebabkan alergi. 

Tips Aman Menggunakan Tisu Basah untuk Pantat Bayi

Tips Aman Menggunakan Tisu Basah Pantat Bayi
Freepik/nellysenko

Walaupun tisu basah bisa menyebabkan alergi, bukan berarti Mama tidak boleh menggunakannya. Mama masih boleh menggunakannya apabila sedang dalam keadaan darurat misalnya travelling. Namun, penggunaan tisu basah pun harus dibatasi sebisa mungkin. 

Untuk menghindari risiko alergi akibat kandungan bahan pengawet maupun alkohol pada tisu basah, Mama bisa memasukkan tisu basah ke dalam air hangat yang telah dicampur baby oil. 

Selanjutnya, Mama bisa menggunakan tisu basah itu untuk membersihkan pantat bayi. Pastikan juga wadah tisu basah tertutup rapat sehingga tisu tidak menjadi kering atau terkontaminasi debu dan bakteri. 

Terakhir, Mama sebaiknya memeriksa komposisi tisu basah dan produk bayi lainnya sebelum menggunakannya. Apabila kulit si Kecil menunjukkan reaksi alergi, maka segera hentikan penggunaan produk bayi tersebut dan segera konsultasikan ke dokter. 

Itulah informasi mengenai keamanan menggunakan tisu basah untuk membersihkan pantat bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.