Pexels/RDNE Stock project
Berat badan anak bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, baik dari dalam tubuh anak itu sendiri maupun dari lingkungan sekitarnya.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi berat badan anak:
Asupan Nutrisi dan Pola Makan menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan anak. Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi, termasuk kecukupan kalori, lemak, serta protein hewani, sangat menentukan seberapa optimal peningkatan berat badannya.
Faktor Genetik dan Keturunan ikut menentukan potensi postur tubuh anak secara alami. Gen yang diwariskan dari orangtua memengaruhi struktur tulang, tinggi badan, hingga kecenderungan berat badan anak, sehingga orangtua yang berpostur mungil atau besar sering kali menurunkan kecenderungan yang sama.
Riwayat Kehamilan dan Kelahiran memberikan pengaruh yang signifikan sejak awal kehidupan anak. Bayi yang terlahir prematur atau memiliki riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) biasanya membutuhkan waktu lebih lama serta perhatian khusus untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhannya (catch-up growth).
Status Kesehatan dan Penyakit dapat mengganggu proses penyerapan serta penggunaan energi di dalam tubuh anak. Ketika anak sering mengalami infeksi berulang seperti batuk, pilek, atau diare, energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan justru habis dipakai tubuh untuk melawan penyakit.
Tingkat Aktivitas Fisik memengaruhi seberapa banyak kalori yang dibakar oleh anak setiap harinya. Semakin aktif seorang anak bergerak, maka kebutuhan kalori harian mereka akan otomatis meningkat. Jika peningkatan aktivitas fisik ini tidak diimbangi dengan penambahan porsi atau padatnya kalori pada makanan, kenaikan berat badan anak bisa menjadi lebih lambat.
Faktor Psikologis dan Lingkungan turut membentuk kebiasaan makan dan kondisi fisik anak secara keseluruhan. Suasana makan yang penuh tekanan, pemaksaan, atau terlalu banyak distraksi seperti gawai dan televisi dapat memicu anak mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM) hingga trauma makan. Di samping itu, kualitas tidur buruk serta lingkungan dengan sanitasi kurang bersih juga berisiko meningkatkan paparan penyakit yang menghambat pertumbuhan anak.
Demikian tabel berat badan bayi menurut WHO. Semoga bisa menjadi panduan bagi orangtua dalam membesarkan si Kecil.