- Napasnya cepat.
- Dadanya tertarik ke dalam.
- Bibirnya berwarna kebiruan.
- Sulit dibangunkan.
- Mengalami kejang.
Tak Hanya Ganggu Paru-Paru, Paparan Asap Juga Bisa Pengaruhi Otak Anak

Asap karhutla dapat membahayakan bayi, tidak hanya memicu ISPA tetapi juga berpotensi mencapai otak melalui saraf penciuman dan aliran darah.
Partikel asap yang mencapai otak berpotensi memicu peradangan dan mengganggu pertumbuhan sel saraf; paparan lebih banyak dikaitkan dengan perkembangan otak anak yang lebih lambat.
Kurangi paparan dengan ruang bersih, jendela tertutup, AC resirkulasi, dan purifier HEPA; bawa bayi ke IGD bila napas cepat, kebiruan, sulit dibangunkan, atau kejang.
Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), selain kobaran api yang membara, terdapat juga asap yang membumbung tinggi dan menyebar ke berbagai wilayah, termasuk pemukiman warga yang padat penduduk.
Kondisi ini pun bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada warga, terutama pada kelompok rentan seperti bayi. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, oleh karena itu, mereka lebih mudah terserang berbagai penyakit, virus, dan juga infeksi.
Salah satunya seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat asap dari karhutla. Tapi tahukah Mama, paparan asap ini tak hanya masuk paru-paru, tetapi juga bisa sampai ke otak bayi yang sedang tumbuh pesat.
Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), dalam akun Instagram @anakkuid membagikan edukasi mengenai kondisi ini. Simak penjelasannya yang sudah Popmama.com berikut ini.
1. Hidung merupakan jalan masuk ke otak

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo dr. Hardiono menjelaskan bahwa hidung merupakan jalan masuk untuk menuju otak. Jika diibaratkan, hidung sebagai pintu depan untuk menuju otak. Saat asap mengepung, hidung merupakan organ dalam sistem pernapasan yang pertama kali menghirupnya, termasuk partikel asap yang sangat halus.
Partikel tersebut tidak hanya berpotensi masuk ke saluran pernapasan, tetapi juga dapat mencapai otak melalui saraf penciuman. Saraf ini berfungsi mengirimkan informasi tentang bau dari hidung ke otak.
Selain melalui saraf penciuman, partikel halus dari asap juga berpotensi mencapai otak melalui aliran darah. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Molecular Neuroscience (2022) menunjukkan bahwa partikel polusi udara berukuran sangat kecil dapat masuk ke peredaran darah dan berpotensi memengaruhi jaringan otak.
2. Yang terjadi di otak saat asap menyerang

Pexels/Luis Becerra Fotógrafo Ketika mencapai otak, partikel-partikel asap kemudian dianggap sebagai “musuh” yang dapat menyebabkan sel-sel penjaga otak selalu siaga, membuat terjadinya peradangan kecil yang tidak berhenti, dan sel saraf yang sedang tumbuh ikut terganggu.
dr. Hardiono menyebut jika penelitian mengungkapkan bahwa semakin banyak anak terpapar asap karhutla, maka semakin lambat juga perkembangan otaknya. Tapi, Ma, bukan berarti otak si Kecil bisa langsung rusak ketika beberapa hari terpapar asap, ya. Yang terpenting, Mama dan Papa harus meminimalisir paparannya pada si Kecil.
3. Cara yang bisa dilakukan saat asap mengepung rumah

Pexels/Max Vakhtbovych Beberapa cara juga dapat Mama lakukan saat asap mengepung rumah untuk meminimalisir paparan asap pada si Kecil, seperti menyiapkan satu ruang bersih dan menutup semua jendela dengan rapat.
Jika memakai AC, pastikan berada dalam mode resirkulasi. Gunakan air purifier (pemurni udara) High-Efficiency Particulate Air atau HEPA untuk memangkaas asap di dalam ruangan sampai separuhnya, bahkan lebih.
Pantau juga Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengetahui kondisi dan kualitas udara dan hindari keluar rumah saat status udara sedang “tidak sehat”. Mama juga perlu ingat jika bayi di bawah 2 tahun tidak diperbolehkan untuk memakai masker. Lindungi lewat ruangannya, bukan lewat maskernya, Ma.
4. Tanda bahaya bayi yang terapapar asap

Magnific/lifeforstock Mama harus segera membawa si Kecil segera ke Instalasi Gawat Darurat ( IGD) apabila ia mengalami:
Jangan ragu untuk segera membawa si Kecil ke rumah sakit apabila ia mengalami gejala-gejala di atas, ya, Ma.
Itulah informasi mengenai bahaya paparan asap pada anak. Jangan lupa untuk tetap selalu menjaga keselamatan dan kesehatan Mama dan Papa saat merawat si Kecil, ya.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama dan keluarga!

















’ dan Terjemahannya-RyVwxKZqomb1si5G5GrfOUCB7mMmdNRJ.jpg)
-26f4d13c10e715400dd186381e859a88.png)



