Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), selain kobaran api yang membara, terdapat juga asap yang membumbung tinggi dan menyebar ke berbagai wilayah, termasuk pemukiman warga yang padat penduduk.
Kondisi ini pun bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada warga, terutama pada kelompok rentan seperti bayi. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, oleh karena itu, mereka lebih mudah terserang berbagai penyakit, virus, dan juga infeksi.
Salah satunya seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat asap dari karhutla. Tapi tahukah Mama, paparan asap ini tak hanya masuk paru-paru, tetapi juga bisa sampai ke otak bayi yang sedang tumbuh pesat.
Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), dalam akun Instagram @anakkuid membagikan edukasi mengenai kondisi ini. Simak penjelasannya yang sudah Popmama.com berikut ini.
