Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Tidur di Dekat Orangtua Bantu Perkembangan Saraf dan Otak Bayi

Tidur di Dekat Orangtua Bantu Perkembangan Saraf dan Otak Bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Kedekatan fisik antara bayi dan orangtua saat tidur terbukti membantu perkembangan sistem saraf, mengatur stres, serta meningkatkan rasa aman pada masa awal kehidupan.
  • Tidur dekat dengan orangtua mendukung perkembangan otak, memperbaiki pola tidur, memperkuat imun, dan membentuk dasar kesehatan emosional anak di masa depan.
  • Co-sleeping juga mempermudah menyusui malam hari, mempererat ikatan emosional Mama dan bayi, serta perlu dilakukan dengan langkah keamanan seperti posisi telentang dan suhu kamar nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebagian Mama mungkin sudah menyiapkan ranjang tidur khusus agar si Kecil bisa tidur sendiri sejak awal kehidupannya. Namun, waktu tidur bagi bayi ternyata bukan sekadar momen untuk beristirahat dan memulihkan energi. Di balik waktu tidur, berbagai proses penting yang mendukung tumbuh kembang bayi juga berlangsung.

Tak heran jika lingkungan tidur bayi turut berperan dalam mendukung proses tersebut. Salah satu yang banyak diterapkan adalah co-sleeping, yaitu saat bayi tidur berdekatan dengan orangtua. Selain membantu si Kecil merasa lebih aman dan nyaman, kedekatan ini juga dikaitkan dengan berbagai manfaat untuk si Kecil di masa depan.

Berikut Popmama.com rangkum informasi terkait tidur di dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi.

Table of Content

Tidur di Dekat Orangtua Bantu Perkembangan Saraf Bayi

Tidur di Dekat Orangtua Bantu Perkembangan Saraf Bayi

 Tidur dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dalam penelitian dari mindset.therapy, kedekatan fisik antara bayi dan orangtua, diketahui berperan penting dalam perkembangan sistem saraf pada masa awal kehidupan. Kedekatan ini membantu bayi merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani proses tumbuh kembangnya.

Studi tentang teori keterikatan (attachment) dan ilmu saraf bayi menemukan bahwa sentuhan yang responsif serta kehadiran orangtua di dekat bayi dapat membantu mengatur respons stres, meningkatkan rasa aman, dan mendukung perkembangan sistem saraf yang sehat selama tahun-tahun pertama kehidupannya.

Tidur di Dekat Orangtua Bantu Perkembangan Otak Bayi

 Tidur dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat bayi berada dekat dengan Mama, terutama melalui kontak kulit ke kulit, ia dapat merasa lebih tenang dan nyaman. Kedekatan ini juga dikaitkan dengan pola tidur yang lebih baik, peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh, serta perkembangan kognitif yang lebih optimal.

Berbagai penelitian dari lembaga seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Perkembangan Anak Harvard, dan Institut Kesehatan Nasional menunjukkan bahwa pengalaman pada masa awal kehidupan berperan penting dalam membentuk perkembangan otak dan kesehatan emosional anak.

Kedekatan fisik yang aman, kasih sayang, serta respons orangtua terhadap kebutuhan bayi diketahui dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk masa depan si Kecil.

Membangun Ikatan yang Lebih Kuat antara Mama dan Bayi

 Tidur dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidur di dekat bayi, memudahkan proses menyusui di malam hari karena Mama dapat lebih cepat merespons ketika bayi terbangun. Setelah menyusui, tubuh Mama dan bayi melepaskan berbagai hormon yang membantu keduanya merasa lebih rileks dan lebih mudah kembali tertidur.

Kedekatan yang terjalin selama menyusui dan tidur bersama inilah yang turut mempererat hubungan antara Mama dan bayi. Momen sederhana seperti memeluk, menenangkan, atau melihat bayi tertidur nyenyak dapat memberikan rasa tenang sekaligus membangun ikatan emosional.

Cara Aman untuk Tidur Bersama Bayi 

 Tidur dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Pastikan bebas asap rokok
    Bayi tidak boleh tidur di lingkungan yang terpapar asap rokok. Selain menjaga ruangan tetap bebas asap, orangtua juga sebaiknya tidak merokok atau mengenakan pakaian bekas merokok  saat hendak tidur bersama bayi.

  2.  Hindari Obat yang Menyebabkan Kantuk
    Orangtua perlu berada dalam kondisi sadar saat tidur bersama bayi. Konsumsi alkohol, narkoba, atau obat-obatan yang dapat menimbulkan kantuk berlebihan berisiko mengurangi kemampuan orangtua untuk merespons kondisi bayi selama tidur.

  3.  Gunakan tempat tidur yang aman
    Tidur bersama bayi sebaiknya dilakukan di tempat tidur yang aman dan telah dipersiapkan dengan baik. Hindari tidur bersama bayi di sofa, kursi, atau permukaan lain yang dapat meningkatkan risiko bayi terjepit atau terjatuh. Pastikan tidak ada celah antara kasur dan dinding serta jauhkan bantal atau selimut berlebih dari area tidur bayi.

  4. Pastikan bayi lahir cukup bulan dan dalam kondisi sehat
    Tidur bersama lebih aman dilakukan pada bayi yang lahir cukup bulan dan tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jika bayi lahir prematur atau memiliki masalah kesehatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

  5.  Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak berlebihan
    Saat tidur bersama, bayi sebaiknya mengenakan pakaian yang ringan dan tidak terlalu tebal agar tidak kepanasan. Hindari membedong bayi karena dapat membatasi gerak tubuhnya selama tidur.

  6.  Posisikan bayi telentang
    Posisi tidur yang dianjurkan untuk bayi adalah telentang. Posisi ini dinilai lebih aman dan masih menjadi rekomendasi dalam berbagai pedoman tidur aman untuk bayi.

  7.  Jaga suhu kamar tetap nyaman
    Bayi lebih rentan terhadap perubahan suhu dibandingkan orang dewasa. Karena itu, usahakan suhu kamar tetap nyaman, sekitar 25 derajat Celsius. Hindari penggunaan selimut tebal atau penutup yang dapat menutupi wajah dan mengganggu pernapasan bayi.

Pilih Pola Tidur yang Paling Sesuai

 Tidur dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak semua keluarga menerapkan pola tidur yang sama, termasuk dalam hal tidur bersama bayi. Ada orangtua yang memilih tidur bersama setiap malam, sementara yang lain lebih nyaman menempatkan bayi di boks atau ranjang yang berada di samping tempat tidur.

Sebagian keluarga juga hanya menerapkan tidur bersama pada waktu tertentu, seperti saat tidur siang atau ketika bepergian. Yang terpenting, pilihlah pengaturan tidur yang membuat Mama, Papa, dan si Kecil merasa nyaman serta aman.

Nah, itu penjelasan tentang tidur di dekat orangtua bantu perkembangan saraf dan otak bayi. Yuk, bantu optimalkan tidur si Kecil demi perkembangan otak dan sarafnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More