Terkait Kesehatan Jantungnya: Normalkah Denyut Nadi si Kecil?

Jumlah denyut nadi melambangkan normal tidaknya perkembangan jantung bayi

17 Juli 2019

Terkait Kesehatan Jantung Normalkah Denyut Nadi si Kecil
Pixabay/PublicDomainPictures

Setiap mengunjungi dokter, salah satu hal yang pastinya diteliti dari sang Pasien adalah jumlah denyut nadi per menit. Mengapa? Karena hal ini menandakan kesehatan salah satu organ vital yang ada dalam tubuh seseorang, yaitu jantung.

Fungsi jantung yang berjalan sebagaimana mestinya, apalagi pada bayi, sangat diperlukan untuk kestabilan peredaran darah dalam tubuhnya. Dengan peredaran darah yang stabil, oksigen serta nutrisi akan tersebar dengan baik ke seluruh penjuru tubuh si Kecil, membantu memenuhi kebutuhan perkembangan serta kehidupannya. 

Karena itulah, denyut nadi merupakan kunci penting dalam mengukur kesehatan bayi, untuk kemudian menentukan apakah bayi harus ditangani secara intensif atau tidak.

Denyut Nadi Normal pada Bayi

Denyut Nadi Normal Bayi
Normal ranges of heart rate and respiratory rate in children from birth to 18 years: a systematic review of observational studies/Susannah Flemming et al

Jumlah denyut nadi dihitung dalam setiap menit. Denyut ini akan melambat saat si Kecil tidur atau tidak berkegiatan, dan akan menjadi lebih cepat saat ia sedang aktif bergerak.

Susannah Fleming, peneliti dari Department of Primary Health Care, Oxford University, bersama para koleganya melakukan penelisikan terhadap detak jantung bayi yang baru lahir. Hal ini ia ungkapkan dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan dalam The Lancet, jurnal medis bergengsi dalam dunia kedokteran. 

Dari data 143.346 anak-anak yang mereka telusuri dari berbagai laporan medis pada tahun 1950 hingga 2009, berikut denyut nadi normal per menit pada anak-anak:

  • Bayi baru lahir: 90 hingga 165 kali per menit
  • Usia 1 bulan: 108 hingga 181 kali per menit
  • Usia 2 bulan: 107 hingga 180 kali per menit
  • Usia 3 bulan: 106 hingga 179 kali per menit 
  • Usia 6 bulan: 101 hingga 172 per menit
  • Usia 9 bulan: 96 hingga 165 kali per menit

Editors' Picks

Cara Menghitung Nadi Bayi

Cara Menghitung Nadi Bayi
Pixabay/Lisa Rigoni

Sebelum menghitung jumlah denyut nadinya, jangan ajak si Kecil bermain sehingga membuatnya lelah, ya Ma. Bayi yang menangis juga memiliki denyut nadi yang kencang. Untuk membuat denyut dalam keadaan normal, biarkan si Kecil tenang setidaknya selama 5 menit sebelum pengecekan, agar Mama bisa mendapatkan hitungan yang pas. 

Ada beberapa titik di tubuh yang bisa Mama gunakan untuk menghitung denyut nadi si Kecil. Titik ini adalah titik tempat saluran arteri terdekat pada kulit, yaitu:

  • Kening,
  • sisi samping leher di bawah rahang,
  • pergelangan tangan,
  • siku bagian dalam,
  • lutut bagian dalam,
  • telapak kaki.

Pengukuran termudah bisa mama lakukan di pergelangan tangan, atau di bagian dalam siku si Kecil. Karena ini tempat terbaik untuk mengukur jumlah denyut nadi. Menekan titik di leher dalam waktu lama justru bisa menurunkan jumlah denyut nadi, dan dalam beberapa kasus, malah menyebabkan pingsan.  

Putarlah lengan bagian bawah hingga telapak tangan menghadap ke atas. Lalu, tekan bagian dalam pergelangan tangan atau bagian dalam siku dengan jari telunjuk dan jari tengah. Rasakan sampai Mama menemukan denyut nadi.

Selanjutnya, awasi jarum detik jam atau pasang pengatur waktu, dan hitunglah jumlah denyut nadi tersebut selama 60 detik. Atau, lakukan selama 30 detik, dan kalikan dua. Lakukan pengulangan jika Mama belum merasa yakin.

4 Penyakit yang Ditandai Denyut Nadi Bermasalah

4 Penyakit Ditandai Denyut Nadi Bermasalah
Pixabay/Rawpixel

Ada beberapa istilah yang menggambarkan denyut nadi yang bermasalah:

1. Tachycardia

Ini adalah istilah irama denyut nadi cepat sekali, jauh di atas normal.

Denyut nadi cepat, bahkan saat si bayi tenang atau sedang beristirahat. Jika dibiarkan, biasanya fungsi jantung terganggu sehingga dapat menyebabkan gagal jantung.

2. Bradycardia

Jika irama denyut nadi justru amat pelan, jauh di bawah normal, ini tanda bayi mengalami bradycardia.

Denyut nadi pelan artinya detak jantung juga pelan. Hal ini semakin bertambah parah jika ternyata denyutnya tidak beraturan. Akibatnya, akan ada organ dan jaringan tubuh yang tidak terpenuhi pasokan oksigen atau pasokan darahnya. 

3. Bounding pulse

Bounding pulse bisa jadi terlihat secara kasatmata, seperti kulit yang ikut bergerak akibat denyutan jantung yang terlalu kuat. Bounding pulse sebenarnya wajar jika terjadi saat demam atau mengalami kecemasan. Namun hal ini harus diwaspadai saaat terjadi dalam waktu yang lama secara terus-menerus.

4. Fibrillation

Hal ini bisa menyebabkan denyut nadinya sulit dihitung karena tidak beraturan. Bisa jadi, denyut yang tak teratur ini juga berjalan dengan cepat. Sejatinya, irama jantung yang teratur dipertahankan oleh sirkuit elektrik, yang mengalir melalui saraf yang ada di dinding jantung. Jika sirkuit elektrik ini bermasalah, irama jantung menjadi tidak teratur.

Jika Mama merasa ada yang tidak beres dengan denyut jatung bayi, segera konsultasikan dengan dokter ya Ma.

Baca juga: Penyebab Cacat Jantung Bawaan pada Bayi

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;