Meski waktu tumbuh gigi setiap bayi berbeda, Mama tetap dapat mendukung proses pertumbuhan gigi si Kecil. Dilansir dari laman Bitesize Pediatric Dentistry, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:
Berikan teether: Mainan khusus untuk digigit dapat membantu memberikan rangsangan pada gusi sekaligus membuat bayi lebih nyaman ketika memasuki fase tumbuh gigi. Pilih teether yang aman dan sesuai untuk bayi.
Kenalkan makanan bertekstur: Setelah memasuki masa MPASI, makanan dengan tekstur yang sesuai usia, termasuk finger food, dapat membantu melatih kemampuan mengunyah dan fungsi mulut.
Pijat gusi dengan lembut: Mama dapat memberikan pijatan ringan menggunakan jari yang sudah bersih atau kain kasa yang dibasahi untuk membantu menjaga kenyamanan gusi.
Jaga kebersihan gusi: Bersihkan gusi bayi secara rutin menggunakan kain kasa basah, terutama setelah makan.
Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi: Asupan kalsium, fosfor, dan vitamin D tetap penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sumber nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui ASI maupun MPASI sesuai usia si Kecil.
Jika Mama mempertimbangkan pemberian suplemen vitamin D atau nutrisi tambahan lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.
Jadi, bayi yang terlambat tumbuh gigi tidak hanya disebabkan kekurangan kalsium, ya, Ma. Pertumbuhan gigi juga dapat dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, hingga penyakit atau kelainan tertentu.