Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Bayi Terlambat Tumbuh Gigi karena Kekurangan Kalsium?
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Keterlambatan tumbuh gigi pada bayi tidak otomatis disebabkan oleh kekurangan kalsium.

  • Waktu tumbuh gigi dapat dipengaruhi faktor genetik, kecukupan vitamin D, kelahiran prematur, kelainan bawaan, hingga anodontia.

  • Jika belum tumbuh gigi hingga usia 18 bulan, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi terlambat tumbuh gigi karena kekurangan kalsium merupakan anggapan yang cukup sering didengar orangtua. Padahal, waktu munculnya gigi pertama pada setiap bayi dapat berbeda dan tidak selalu berkaitan dengan kadar kalsium dalam tubuh.

Pertumbuhan gigi atau erupsi gigi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, kondisi nutrisi, hingga kondisi kesehatan tertentu. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Meta Hanindita, Sp.A. Subsp. N.P.M.(K). dalam bukunya yang berjudul Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta tentang Bayi, Anak, dan Remaja.

Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang benarkah bayi terlambat tumbuh gigi karena kekurangan kalsium.

Benarkah Bayi Terlambat Tumbuh Gigi karena Kekurangan Kalsium?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Anggapan bahwa bayi yang terlambat tumbuh gigi pasti mengalami kekurangan kalsium tidak sepenuhnya benar, ya, Ma. Menurut dr. Meta, Waktu tumbuh gigi pada setiap anak dapat berbeda karena dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor genetik.

Secara umum, gigi susu pertama mulai muncul ketika bayi berusia sekitar 6 bulan. Namun, rentang waktu tumbuhnya gigi pertama masih tergolong normal jika terjadi antara usia 6 hingga 14 bulan. Jadi, bayi yang belum memiliki gigi tepat saat berusia 6 bulan belum tentu mengalami gangguan pertumbuhan gigi.

Berbagai Faktor yang Bisa Membuat Gigi Bayi Terlambat Tumbuh

Magnific

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan gigi bayi tumbuh lebih lambat:

  1. Faktor lokal: Masalah pada area mulut, seperti trauma, kista, atau kelainan celah mulut atau oral cleft, dapat menghambat munculnya gigi.

  2. Kekurangan nutrisi: Asupan nutrisi yang tidak mencukupi, termasuk vitamin D, kalsium, dan fosfor, dapat berkaitan dengan tertundanya pertumbuhan gigi.

  3. Kelahiran prematur atau BBLR: Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi karena perkembangan organ tubuh, termasuk benih gigi, belum berlangsung secara optimal saat lahir.

  4. Kelainan bawaan: Beberapa penyakit atau sindrom, seperti down syndrome, cerebral palsy, dan gangguan endokrin, dapat disertai dengan keterlambatan pertumbuhan gigi.

  5. Faktor genetik: Jika Mama atau Papa mengalami keterlambatan tumbuh gigi saat kecil, anak memiliki kemungkinan mengalami kondisi serupa.

  6. Anodontia: Kondisi langka ini terjadi ketika benih gigi bayi tidak terbentuk sama sekali sehingga gigi tidak dapat tumbuh.

Kapan Bayi yang Terlambat Tumbuh Gigi Perlu Diperiksakan?

Magnific/jcomp

Jika bayi belum menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan gigi sama sekali hingga memasuki usia 18 bulan, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter anak. Pemeriksaan dapat membantu mencari tahu apakah ada faktor tertentu yang menyebabkan gigi belum tumbuh.

Dengan begitu, keterlambatan tersebut tidak langsung dianggap sebagai akibat kekurangan kalsium. Dokter dapat menilai kondisi anak secara menyeluruh, termasuk pertumbuhan, perkembangan, asupan nutrisi, dan kemungkinan adanya kondisi medis tertentu.

Cara Membantu Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi

Magnific

Meski waktu tumbuh gigi setiap bayi berbeda, Mama tetap dapat mendukung proses pertumbuhan gigi si Kecil. Dilansir dari laman Bitesize Pediatric Dentistry, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:

  1. Berikan teether: Mainan khusus untuk digigit dapat membantu memberikan rangsangan pada gusi sekaligus membuat bayi lebih nyaman ketika memasuki fase tumbuh gigi. Pilih teether yang aman dan sesuai untuk bayi.

  2. Kenalkan makanan bertekstur: Setelah memasuki masa MPASI, makanan dengan tekstur yang sesuai usia, termasuk finger food, dapat membantu melatih kemampuan mengunyah dan fungsi mulut.

  3. Pijat gusi dengan lembut: Mama dapat memberikan pijatan ringan menggunakan jari yang sudah bersih atau kain kasa yang dibasahi untuk membantu menjaga kenyamanan gusi.

  4. Jaga kebersihan gusi: Bersihkan gusi bayi secara rutin menggunakan kain kasa basah, terutama setelah makan.

  5. Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi: Asupan kalsium, fosfor, dan vitamin D tetap penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sumber nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui ASI maupun MPASI sesuai usia si Kecil.

Jika Mama mempertimbangkan pemberian suplemen vitamin D atau nutrisi tambahan lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak. 

Jadi, bayi yang terlambat tumbuh gigi tidak hanya disebabkan kekurangan kalsium, ya, Ma. Pertumbuhan gigi juga dapat dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, hingga penyakit atau kelainan tertentu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article