Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Berapa Dosis Paracetamol untuk Bayi? Ini Anjurannya

Berapa Dosis Paracetamol untuk Bayi? Ini Anjurannya
Freepik
Intinya Sih
  • Paracetamol digunakan untuk meredakan nyeri dan demam pada bayi, termasuk sakit gigi, telinga, tenggorokan, serta ketidaknyamanan akibat flu atau suhu tubuh tinggi.

  • Dosis paracetamol bayi disesuaikan dengan berat badan: 40 mg untuk 3–5 kg, 80 mg untuk 5–8 kg, dan 120 mg untuk 8–11 kg agar terhindar dari overdosis.

  • Pemberian harus menggunakan sendok takar khusus, tidak lebih dari empat kali sehari dengan jarak minimal empat jam, serta hindari kombinasi dengan obat lain yang mengandung paracetamol.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paracetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan pada anak-anak untuk meredakan nyeri dan demam. Sebagian besar jenisnya dijual bebas, tetapi beberapa jenis hanya tersedia dengan resep dokter.

Ketika si Kecil sakit, Mama mungkin perlu memberikan paracetamol. Tapi berapa dosis yang perlu diberikan sesuai dengan kondisi dan umur bayi? Pemberian dosis paracetamol yang berlebihan bisa membahayakan bayi.

Untuk membantu Mama dalam memberikan obat untuk bayi, Popmama.com sudah merangkum informasi tentang dosis paracetamol untuk bayi yang perlu diketahui oleh Mama.

Kegunaan Paracetamol untuk Bayi

Freepik/8photo
Freepik/8photo

Paracetamol dapat membantu mengatasi berbagai jenis nyeri yang dapat menyerang bayi dan anak-anak, seperti:

  • sakit dan nyeri
  • nyeri tumbuh gigi
  • sakit telinga
  • sakit tenggorokan
  • nyeri akibat pilek dan flu

Paracetamol juga dapat membantu jika si Kecil merasa tidak nyaman atau gelisah karena demam tinggi.

Dosis Paracetamol untuk Bayi

Freepik
Freepik

Meski paracetamol umum diberikan untuk bayi, Mama harus mengikuti aturannya untuk menghindari overdosis. Berapa dosis paracetamol untuk bayi?

Mama bisa mengikuti aturan dosis pemberian paracetamol sesuai dengan informasi yang tertera pada kemasan obat. Tapi penting untuk diingat, dosis paracetamol yang paling tepat adalah berdasarkan berat badan si Kecil.

Lalu berapa dosis paracetamol untuk bayi sesuai dengan usia dan berat badannya? Berikut informasi lengkap mengenai dosis paracetamol untuk anak berdasarkan berat badan dan usianya:

  • Bayi usia 0-3 bulan dengan berat 3-5 kg: 40 mg atau 1,25 ml
  • Bayi usia 4-11 bulan dengan berat 5-8 kg: 80 mg atau 2,5 ml
  • Bayi usia 12-23 bulan dengan berat 8-11 kg: 120 mg atau 3,75 ml

Efek Samping Paracetamol untuk Bayi

Pexels
Pexels

Bayi dan anak kecil biasanya tidak mengalami efek samping setelah mengonsumsi paracetamol. Jarang sekali, paracetamol dapat menyebabkan efek samping serius.

Efek samping serius pada bayi dan anak kecil dapat meliputi:

  • reaksi alergi (anafilaksis) – menyebabkan gejala seperti pembengkakan tenggorokan atau lidah, ruam yang menonjol dan gatal, dan kesulitan bernapas
  • masalah pada hati – menyebabkan gejala seperti mual dan kulit atau bagian putih mata menjadi kuning (ikterus), tetapi ini mungkin lebih sulit diperhatikan pada kulit hitam atau cokelat
  • masalah pada sel darah – menyebabkan gejala seperti mudah memar dan mimisan

Tips Pemberian Paracetamol untuk Bayi

Unsplash/Cottonbro
Unsplash/Cottonbro

Pada umumnya penggunaan parasemotal relatif aman dan minim efek samping. Namun Mama harus memperhatikan beberapa hal:

  • Kocok terlebih dahulu

Paracetamol untuk bayi dan anak kecil umumnya berbentuk cairan atau sirop. Oleh karena itu, sebelum diberikan pada bayi, paracetamol disarankan untuk dikocok terlebih dahulu setidaknya 10 detik untuk memastikan obat sudah tercampur secara merata.

  • Perhatikan dosis per hari

Pemberian paracetamol pada bayi biasanya tergantung pada kondisi yang sedang dialaminya. Paracetamol tidak boleh diberikan lebih dari 4 kali dalam sehari, dan jarak pemberian obatnya minimal 4−6 jam. Bila dokter meresepkan paracetamol, Mama disarankan untuk bertanya tentang dosis dan frekuensi pemberian paracetamol.

  • Gunakan sendok takar khusus

Pemberian paracetamol yang benar adalah dengan menggunakan sendok takar yang telah disediakan dalam kemasan atau sendok takar khusus obat. Hal ini dilakukan agar pemberian paracetamol anak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hindari penggunaan sendok makan atau sendok teh, ya, Ma.

  • Perhatikan kandungan obat yang sudah diberikan

Bila bayi sebelumnya sudah mengonsumsi obat lain yang mengandung paracetamol, Mama tidak disarankan untuk memberikannya obat-obatan lain yang memiliki kandungan sejenis. Hal ini harus diperhatikan, ya, Ma. Tujuannya adalah untuk menghindari overdosis paracetamol.

Ada beberapa obat, ramuan, dan suplemen yang mungkin tidak cocok jika dicampur dengan paracetamol, seperti:

  • obat lain yang mengandung paracetamol, seperti obat flu dan pilek
  • obat yang mencegah muntah, termasuk metoclopramide dan domperidone
  • antibiotik flucloxacillin

Periksa kemasan atau brosur yang disertakan dengan obat untuk melihat apakah obat tersebut cocok untuk bayi. Bicaralah dengan apoteker atau dokter jika Mama tidak yakin apakah bayi dapat mengonsumsinya. Diskusikan juga dengan dokter, ya, Ma.

Jika Mama telah memberikan paracetamol kepada bayi tetapi tidak membantu gejalanya, Mama dapat mencoba memberikan ibuprofen sebagai gantinya jika cocok untuk si Kecil. Namun sekali lagi, diskusikan dengan dokter, Ma. Hindari pemberian obat tanpa pengawasan dari dokter.

Jangan memberikan ibuprofen dan paracetamol secara bersamaan. Tetapi Mama dapat bergantian antara keduanya jika dokter menyarankan Mama untuk melakukannya. Bila ini terjadi, Mama sebaiknya mencatat jadwal pemberiannya untuk memastikan dosisnya diberikan secara merata dan untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan.

Itu informasi tentang dosis paracetamol untuk bayi yang perlu diketahui oleh Mama. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More