Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bolehkah Sosis Diberikan untuk MPASI? Ini Penjelasannya
Freepik

  • Sosis bukan pilihan ideal untuk MPASI dan tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah 1 tahun.

  • Sosis mengandung tinggi garam, lemak jenuh, dan zat aditif yang tidak baik untuk kesehatan bayi.

  • Konsumsi sosis pada bayi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan paparan zat karsinogen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki usia 6 bulan, si Kecil mulai dikenalkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Di fase ini, banyak Mama yang mulai mencari menu praktis dan mudah dikonsumsi oleh bayi. Tak heran jika sosis kerap menjadi salah satu pilihan.

Di sisi lain, sosis memang dikenal sebagai makanan olahan yang digemari berbagai usia, termasuk anak-anak. Namun, di balik kepraktisannya, apakah sosis aman diberikan untuk bayi, terutama di masa MPASI yang krusial bagi tumbuh kembangnya?

Sebelum Mama memutuskan untuk memberikan sosis sebagai menu MPASI atau camilan, ada baiknya memahami kandungan serta potensi risikonya terlebih dahulu. 

Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman Popmama.com tentang bolehkah sosis diberikan untuk MPASI.

1. Bolehkah sosis diberikan untuk MPASI?

Freepik

Banyak Mama yang bertanya-tanya apakah sosis boleh diberikan pada bayi, terutama saat si Kecil mulai MPASI. Wajar saja, karena sosis memiliki tekstur lembut, mudah dikunyah, dan rasanya gurih sehingga tampak ramah untuk bayi. Namun, meski terlihat praktis, sosis bukanlah pilihan ideal untuk MPASI awal.

Sosis merupakan produk daging olahan yang telah melalui berbagai tahap pemrosesan, mulai dari penggilingan, pencampuran lemak, hingga penambahan garam dan bahan pengawet. Proses ini membuat sosis berbeda jauh dari daging segar yang biasa direkomendasikan untuk MPASI, dilansir dari laman Solid Starts.

Pada bayi di bawah usia satu tahun, sistem pencernaan masih berkembang dan belum siap menerima makanan tinggi garam, lemak jenuh, serta zat aditif. Karena itu, para ahli kesehatan anak tidak merekomendasikan sosis sebagai makanan pendamping ASI untuk bayi.

2. Kandungan yang terdapat dalam sosis

Freepik

Berbeda dengan daging segar, sosis merupakan daging olahan yang telah melalui proses pengasinan, pengasapan, fermentasi, atau pengawetan. Proses ini melibatkan penggunaan natrium (garam), nitrat, dan nitrit untuk memperpanjang masa simpan, dikutip dari laman Netmums.

Berdasarkan data FoodData Central dari US Department of Agriculture, satu potong sosis (sekitar 23 gram) mengandung sekitar 299 mg natrium, 1,4 gram lemak jenuh, dan hampir 53 kkal. Kandungan inilah yang membuat sosis kurang ideal untuk MPASI, karena bayi membutuhkan makanan alami dengan nutrisi seimbang, bukan makanan olahan tinggi garam dan lemak.

Selain itu, sosis juga cenderung rendah serat dan tidak memberikan variasi mikronutrien alami seperti yang terdapat pada makanan segar. Inilah sebabnya sosis tidak bisa disamakan dengan sumber protein alami untuk MPASI si Kecil.

3. Dampak jangka panjang konsumsi sosis bagi kesehatan bayi

Freepik

Mama perlu memahami bahwa konsumsi sosis pada bayi dapat menimbulkan banyak risiko kesehatan. Berikut beberapa dampak yang sudah Popmama.com kutip dari laman SR Nutrition.

1. Meningkatkan risiko tekanan darah tinggi
Sosis mengandung natrium yang cukup tinggi. Asupan natrium berlebih dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Pada bayi, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam sejak dini dapat meningkatkan risiko hipertensi di kemudian hari.

2. Memicu penyakit jantung di masa depan
Kandungan lemak jenuh dan garam pada sosis dapat memengaruhi kadar kolesterol dan tekanan darah. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh berisiko mengalami gangguan kesehatan jantung saat dewasa nanti.

3. Meningkatkan risiko obesitas
Sosis mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi, namun rendah serat. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik, si Kecil berisiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas yang berdampak pada kesehatannya.

4. Berisiko meningkatkan paparan zat karsinogen
Nitrat dan nitrit yang digunakan dalam proses pengolahan sosis diklasifikasikan sebagai zat karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Paparan jangka panjang, terutama sejak usia dini, sebaiknya dihindari.

4. Hal yang perlu diperhatikan jika memberikan sosis pada anak

Freepik/azerbaijan_stockers

Jika Mama tetap ingin mengenalkan sosis pada bayi, Mama perlu menunggu hingga usianya di atas satu tahun atau lebih. Tidak hanya itu, pastikan porsinya sangat terbatas dan tidak diberikan secara rutin. Sosis sebaiknya hanya menjadi makanan selingan, bukan menu utama.

Mama disarankan memilih sosis dengan kandungan garam lebih rendah dan tanpa tambahan MSG berlebihan. Hindari sosis asap atau sosis dengan rasa terlalu kuat karena kandungan natriumnya cenderung lebih tinggi, dikutip dari laman Mummy to Dex.

Mama juga bisa menyajikan sosis dengan cara yang lebih sehat, misalnya dicampurkan dalam sup sayur atau tumisan dengan banyak sayuran. 

Nah, itu dia penjelasan mengenai bolehkah sosis diberikan untuk MPASI. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Editorial Team

Related Article