Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Menghilangkan Bekas Campak pada Bayi yang Bisa Mama Lakukan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Campak pada bayi disebabkan virus Morbillivirus dan dapat meninggalkan bekas kehitaman di kulit meski ruam sudah sembuh.

  • Tujuh cara perawatan meliputi perlindungan dari sinar matahari.

  • Langkah-langkah ini membantu mempercepat regenerasi kulit bayi secara alami sekaligus mencegah iritasi atau komplikasi lanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Campak atau measles merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Pada bayi, penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit yang disertai gejala lain seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah.

Karena sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang, infeksi campak dapat menyebar dengan mudah dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Meski begitu, campak umumnya dapat sembuh seiring waktu. Namun setelah ruam mereda, tidak jarang bekas kehitaman atau noda pada kulit bayi masih terlihat dan membutuhkan waktu untuk memudar.

Untuk itu berikut Popmama.com rangkum cara menghilangkan bekas campak pada bayi. Yuk, simak!

1. Lindungi dari paparan sinar matahari

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Paparan sinar matahari dapat membuat bekas ruam campak pada kulit bayi tampak lebih gelap. Hal ini terjadi karena sinar ultraviolet (UV) dapat memicu hiperpigmentasi, sementara kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif sehingga lebih mudah mengalami perubahan warna.

Untuk itu, sebaiknya hindari paparan sinar matahari langsung pada bayi, terutama saat bekas ruam masih terlihat. Jika bayi perlu dibawa keluar rumah, Mama dapat melindunginya dengan memakaikan baju berlengan panjang, topi, atau menggunakan payung.

Pada bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan, Mama juga dapat menggunakan sunscreen khusus bayi. Pilih sunscreen yang aman dan lembut di kulit, misalnya yang berlabel non-iritatif dan hipoalergenik. Hindari produk yang mengandung bahan tertentu seperti oxybenzone, avobenzone, retinyl palmitate, homosalate, alkohol, pewarna, atau pengawet sintetis.

Selain itu, pilih sunscreen yang memiliki perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB dengan SPF minimal 30. Oleskan tipis dan merata pada kulit bayi, lalu ulangi pemakaian setiap 1–2 jam jika bayi masih berada di luar ruangan. Sebaiknya pilih sunscreen dengan tekstur ringan dan nyaman agar tidak membuat kulit bayi terasa lengket atau berminyak.

2. Gunakan krim dan pelembap bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menjaga kelembapan kulit bayi dapat membantu proses pemulihan setelah terkena campak. Kulit yang lembap cenderung lebih cepat memperbaiki diri, sehingga bekas ruam dapat memudar secara bertahap dan kulit bayi tidak menjadi kering atau mudah iritasi.

Mama dapat menggunakan pelembap khusus bayi dengan kandungan yang menenangkan kulit. Selain itu, pilih pelembap yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi, misalnya yang hipoalergenik, bebas pewangi buatan, paraben, dan alkohol agar tidak memicu iritasi pada kulit sensitif.

Beberapa bahan alami yang juga sering digunakan dalam produk perawatan bayi antara lain ceramide, glycerin, squalane, calendula, shea butter, aloe vera, serta minyak alami seperti minyak kelapa atau minyak alpukat yang dapat membantu menjaga kelembapan dan menenangkan kulit.

Jika Mama ingin menggunakan krim tertentu untuk membantu mempercepat pemudaran bekas ruam, sebaiknya pilih produk yang aman untuk bayi dan telah direkomendasikan oleh dokter. Dengan begitu, perawatan kulit bayi tetap aman dan sesuai dengan kondisi kulitnya.

3. Cegah bayi menggaruk kulit

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat kulit terasa tidak nyaman, bayi bisa menggaruk atau menggosok bagian tubuhnya. Jika masih terdapat bekas ruam akibat campak, garukan tersebut dapat menyebabkan iritasi, membuat luka semakin parah, dan membuat bekasnya lebih sulit memudar.

Karena itu, penting bagi Mama untuk mencegah bayi menggaruk area kulit yang sedang dalam proses pemulihan. Mama bisa memakaikan sarung tangan khusus bayi agar kuku tidak langsung mengenai kulit.

Selain itu, bayi juga bisa dibedong dengan cara yang benar agar gerakan tangannya lebih terkontrol, terutama saat tidur. Mama juga perlu memotong kuku bayi secara rutin agar tetap pendek dan tidak tajam. Dengan begitu, risiko kulit tergores saat bayi menggaruk dapat diminimalkan.

4. Penuhi kebutuhan vitamin A

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Vitamin A dikenal berperan penting dalam membantu proses pemulihan setelah infeksi campak pada bayi. Meski tidak secara langsung menghilangkan bekas ruam, vitamin ini membantu memperbaiki jaringan kulit dan mendukung regenerasi sel sehingga kulit dapat pulih secara bertahap.

Pemberian vitamin A pada bayi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini penting agar dosis yang diberikan sesuai dengan kebutuhan bayi.

Pada bayi yang sudah mulai mengonsumsi MPASI, kebutuhan vitamin A dapat dipenuhi dari berbagai makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Contohnya wortel, bayam, labu, atau pepaya yang dapat dimasukkan ke dalam menu MPASI untuk membantu mendukung kesehatan kulit dan daya tahan tubuh bayi.

5. Perbanyak asupan gizi dan cairan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat bayi sedang dalam masa pemulihan dari campak, penting untuk memastikan kebutuhan gizi dan cairannya tetap terpenuhi. Asupan nutrisi yang cukup membantu tubuh memperbaiki jaringan kulit yang rusak sehingga proses pemudaran bekas luka dapat berlangsung lebih baik.

Mama dapat memenuhi kebutuhan cairan bayi melalui ASI, susu formula, atau makanan berkuah jika bayi sudah mengonsumsi MPASI. Kecukupan cairan juga penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika sebelumnya bayi mengalami demam atau diare saat sakit.

6. Jaga kebersihan dengan mandi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Masih banyak anggapan bahwa bayi yang terkena campak tidak boleh mandi. Padahal, mandi dengan air hangat justru membantu menjaga kebersihan kulit bayi selama masa pemulihan.

Meski mandi tidak secara langsung menghilangkan bekas luka, kebersihan kulit yang terjaga dapat membantu proses pemulihan kulit berlangsung lebih baik sehingga bekas dapat memudar secara bertahap.

7. Konsultasikan ke dokter

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika bekas luka akibat campak pada bayi tidak kunjung memudar atau tampak semakin jelas, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter. Melalui pemeriksaan, dokter dapat menilai kondisi kulit Si Kecil dan memastikan tidak ada masalah lain yang perlu ditangani.

Dokter juga dapat memberikan rekomendasi perawatan atau obat yang aman untuk bayi, sehingga penanganan bekas luka bisa dilakukan dengan tepat sesuai kebutuhan kulit Si Kecil.

Nah, itu dia 7 cara menghilangkan bekas campak pada bayi. Semoga membantu, Ma!

Editorial Team