Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Bayi Mulai Boleh Makan Camilan? Ini Usia Tepatnya
Pexels/Craig Adderley
  • Camilan dapat dikenalkan saat MPASI lancar, umumnya usia 8–9 bulan; bayi di bawah 12 bulan yang lapar di sela makan bisa diberi ASI atau susu formula.
  • Kesiapan makan padat ditandai usia minimal 6 bulan, mampu duduk tegak, tertarik pada makanan, refleks lidah berkurang, dan mampu menelan.
  • Pilih camilan sesuai usia dan tekstur lunak, hindari gula, garam, serta bentuk berisiko tersedak; camilan rutin dua kali sehari direkomendasikan setelah usia satu tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa mulai kenal camilan saat umur 8 atau 9 bulan, kalau sudah makan makanan utama dengan baik. Bayi juga harus bisa duduk tegak dan menelan. Sebelum umur 1 tahun, ASI atau susu bisa diberi kalau lapar. Setelah 1 tahun, camilan sehat boleh rutin, seperti buah lunak, yogurt, sayur, dan roti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat si Kecil lahap menghabiskan menu MPASI tentu bikin hati orangtua senang. Tapi begitu jam makan besar berakhir dan si Kecil mulai rewel menjelang jadwal makan berikutnya, muncul pertanyaan baru, apakah boleh bayi diberi camilan di sela-sela waktu makan?

Sebenarnya, jawabannya tidak sesederhana "boleh" atau "tidak". Ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan terlebih dahulu, mulai dari usia, kesiapan fisik bayi, hingga jenis camilan yang aman untuk pencernaannya. 

Supaya Mama tidak salah langkah dalam memberikan camilan kepada si Kecil, berikut Popmama.com mengulas kapan bayi mulai boleh makan camilan? Yuk, simak sampai habis!

Kapan Bayi Mulai Boleh Makan Camilan?

Pexels/Vanessa Loring

Melansir Tresillian, camilan biasanya mulai diperkenalkan saat bayi berusia sekitar 9 bulan, tepat ketika mereka sudah makan 3 kali sehari dan mulai menguasai pincer grip.

Pincer grip adalah kemampuan menjepit makanan kecil dengan ibu jari dan telunjuk. Pada tahap ini, bayi umumnya menikmati satu camilan di pagi hari dan satu lagi di sore hari.

Mengutip UNICEF, camilan sederhana seperti buah yang dihaluskan sebenarnya sudah bisa mulai dikenalkan sejak bayi berusia 6-8 bulan, selama menu MPASI utamanya sudah berjalan lancar. 

Jadi ada sedikit perbedaan pandangan di sini, tapi intinya tetap sama, yaitu camilan baru diberikan setelah kebutuhan makan utama tercukupi, bukan untuk menggantikannya.

Menurut NHS, bayi di bawah usia 12 bulan sebenarnya belum benar-benar membutuhkan camilan. Kalau si kecil terlihat lapar di antara jam makan, memberikan ASI atau susu formula tambahan biasanya sudah cukup.

Camilan diberikan 2 kali sehari, baru direkomendasikan secara rutin setelah bayi Mama menginjak usia 1 tahun. Biasanya camilan yang diberikan disesuaikan dengan usia si Kecil.

Jadi, kesimpulannya, usia yang paling aman untuk mulai mengenalkan camilan adalah saat bayi sudah terbiasa makan MPASI dengan baik, biasanya di rentang 8-9 bulan, dan camilan sepenuhnya menjadi kebutuhan rutin setelah usia 1 tahun.

Ciri-Ciri Bayi yang Sudah Siap Diberikan Makanan

Pexels/Nothing Ahead

Menurut laman Puskesmas Kalitanjung, ada beberapa tanda kesiapan yang bisa Mama amati sebelum memulai:

  1. Usia sudah mencapai 6 bulan: Pada usia ini, kebutuhan energi dan gizi bayi Mama sudah tidak lagi cukup dipenuhi hanya dari ASI.

  2. Bisa duduk dengan kepala tegak: Kemampuan ini pada bayi Mama sangat penting untuk mengurangi risiko tersedak saat makan.

  3. Menunjukkan ketertarikan pada makanan: Misalnya memperhatikan orang yang sedang makan, membuka mulut saat makanan didekatkan, atau berusaha meraih makanan di sekitarnya.

  4. Refleks menjulurkan lidah mulai berkurang: Refleks alami si Kecil mendorong benda keluar dari mulut sudah mulai melemah.

  5. Mampu menelan makanan: Bayi Mama haruslah memiliki kemampuan menelan makanan, agar makanan yang masuk ke mulut tidak langsung dikeluarkan lagi.

Kalau kelima tanda ini sudah terlihat pada si Kecil, artinya ia sudah siap diajak berkenalan dengan dunia makanan padat.

MPASI Awal Sebaiknya Makan Apa?

Pexels/Engin Akyurt

Mengutip laman resmi Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata, panduan medis terbaru justru menyarankan pemberian menu lengkap sejak hari pertama, bukan cuma puree buah tunggal seperti yang dulu sering dianjurkan. Menu lengkap ini terdiri dari:

  1. Karbohidrat: Sebagai sumber energi utama, misalnya beras putih, kentang, ubi, atau jagung.

  2. Protein hewani: Makanan ini kaya zat besi dan penting untuk mencegah stunting, seperti daging sapi, hati ayam, telur, ikan lele, atau ikan kembung.

  3. Lemak tambahan: Diberikan kepada si Kecil untuk membantu penyerapan vitamin dan menambah kalori, contohnya minyak kelapa, mentega tanpa garam, santan, atau minyak zaitun.

  4. Sayur dan buah: Biasanya diberikan dalam porsi kecil sebagai pengenalan rasa, supaya bayi tidak cepat kenyang sebelum kebutuhan nutrisi utamanya tercukupi.

Untuk teksturnya, di usia 6-8 bulan makanan sebaiknya disaring halus menjadi bubur kental yang tidak mudah tumpah saat sendok dibalik. Barulah di usia 9-11 bulan, tekstur bisa naik jadi cincangan halus atau finger food yang lunak dan mudah digenggam.

Jenis Camilan yang Aman untuk Bayi

Pexels/Vanessa Loring

Nah, setelah MPASI berjalan lancar dan bayi mulai memasuki usia camilan, jenis makanan apa saja yang aman diberikan? Melansir Tresillian, pilihan camilan bisa disesuaikan dengan tahap usia si kecil:

  1. Sekitar 9 bulan: telur orak-arik yang disuwir kecil, pisang atau buah beri yang dibelah dua, keju parut, atau bola daging yang dihaluskan.

  2. Sekitar 10 bulan: potongan buah seperti pisang atau buah batu, mentimun, wortel atau kentang rebus, keju, yogurt, atau roti panggang.

  3. Sekitar 11 bulan: daging suwir lembut seperti ayam, puff kacang atau puff beras, dan potongan sayur cincang yang dimasak lunak.

Mengutip NHS, begitu bayi genap berusia 1 tahun, camilan sehat bisa berupa potongan sayur seperti brokoli atau wortel, irisan buah, yogurt tawar tanpa gula tambahan, roti panggang, atau keju dalam potongan kecil. 

Satu hal yang perlu diingat, hindari camilan dengan tambahan gula atau garam, serta bentuk yang berisiko membuat tersedak, seperti anggur utuh atau kacang bulat.

Tips Menghadapi Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Bayi

Pexels/Vanessa Loring

Fenomena yang akrab disebut GTM ini sebenarnya wajar terjadi dan dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Menurut Program Studi Kebidanan Universitas Alma Ata, prinsip responsive feeding berikut bisa membantu:

  1. Atur jadwal makan yang konsisten: Buat rutinitas 3 kali makan utama ditambah 1-2 kali camilan setiap hari.

  2. Batasi waktu makan: Jangan biarkan sesi makan berlangsung lebih dari 30 menit. Kalau bayi tetap menolak setelah waktu itu, sudahi saja tanpa memaksa.

  3. Ciptakan suasana makan yang positif: Hindari distraksi seperti gadget atau televisi supaya bayi Mama bisa fokus mengenali rasa dan tekstur makanannya.

Selain tiga hal di atas, kesabaran juga menjadi kunci utama. GTM biasanya cuma fase sementara, jadi coba lagi pada waktu makan berikutnya tanpa terburu-buru dan tanpa drama.

Nah, itulah pembahasan mengenai kapan bayi mulai boleh makan camilan? Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article