Bayi yang memasuki usia 7-12 bulan sudah mulai dikenalkan oleh pilihan makanan pendamping ASI (MPASI). Di usia ini si Kecil diharapkan kenal dengan makanan yang beragam.
7 Tips Memilih Yoghurt untuk MPASI Bayi Usia 7–12 Bulan

- Yoghurt dapat diperkenalkan dalam menu MPASI bayi usia 7–12 bulan sebagai bagian dari pola makan yang beragam.
- Pilihan yang diperhatikan mencakup yoghurt plain tanpa gula tambahan, susu pasteurisasi, kandungan lemak utuh, serta daftar bahan sederhana.
- Yoghurt tidak menggantikan ASI atau susu formula; berikan bertahap, pantau reaksi bayi, dan sesuaikan dengan kebutuhan kesehatannya.
Salah satu bahan makanan yang bisa mulai diperkenalkan sebagai bagian dari menu yang bervariasi adalah yoghurt.
Namun, memilih yoghurt untuk bayi tidak bisa hanya berdasarkan rasa atau kemasan yang menarik. Kandungan gula, jenis susu, hingga keamanan produk perlu menjadi perhatian agar yoghurt benar-benar menjadi pelengkap menu MPASI yang sesuai dengan kebutuhan bayi.
Menurut panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), produk susu termasuk yoghurt dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam untuk anak usia 6-23 bulan.
Meski begitu, ASI tetap dapat dilanjutkan dan makanan pendamping perlu diberikan secara bervariasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang terus berkembang.
Lalu, bagaimana cara memilih yoghurt yang tepat untuk MPASI bayi usia 7-12 bulan? Berikut Popmama.com rangkum tipsnya berdasarkan panduan dan publikasi kesehatan internasional.
Table of Content
Yoghurt Seperti Apa yang Cocok untuk MPASI Bayi?

Unplash./Sara Cervera Secara umum, Mama dapat memilih yoghurt plain tanpa gula tambahan, berbahan susu pasteurisasi, dan sesuai dengan kebutuhan usia bayi.
Yoghurt bisa menjadi salah satu pilihan makanan pendamping yang praktis dan bervariasi, tetapi tetap perlu diberikan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Setiap bayi memiliki kebutuhan dan kondisi kesehatan yang berbeda. Jika si Kecil memiliki riwayat alergi, gangguan pencernaan, atau masalah pertumbuhan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak sebelum menambahkan makanan tertentu ke dalam menu MPASI.
1. Pilih yoghurt plain tanpa tambahan gula

Pexels/Monstera Production Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih yoghurt plain atau tanpa rasa. Sebisa mungkin, hindari yoghurt yang mengandung gula tambahan, pemanis, atau perasa buatan.
WHO menyebutkan bahwa produk susu berperisa atau manis tidak dianjurkan untuk bayi dan anak kecil karena dapat mengandung gula tambahan.
Sementara itu, European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) juga merekomendasikan agar tidak menambahkan gula maupun garam ke dalam makanan pendamping bayi.
Rasa yoghurt yang sedikit asam mungkin terasa baru bagi bayi. Namun, mengenalkan beragam rasa alami sejak dini dapat menjadi bagian dari proses bayi belajar menerima variasi makanan.
2. Yoghurt dari susu pasteurisasi lebih aman untuk bayi

Vecteezy/NARONG KHUEANKAEW Pastikan yoghurt yang dipilih dibuat dari susu yang telah melalui proses pasteurisasi dan diproduksi dengan standar keamanan pangan yang baik.
Keamanan makanan menjadi bagian penting dalam pemberian MPASI. WHO menekankan bahwa makanan untuk bayi perlu disimpan, disiapkan, dan diberikan secara higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Karena itu, perhatikan pula kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsa sebelum memberikan yoghurt kepada si Kecil.
Setelah kemasan dibuka, yoghurt juga sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada label dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
3. Untuk bayi di bawah 1 tahun, pilih yoghurt dengan kandungan lemak utuh

Magnific/Freepik Bayi sedang berada dalam periode pertumbuhan yang pesat sehingga membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup. Jika memilih produk susu hewani untuk bayi usia 6–11 bulan, panduan WHO menyebutkan penggunaan produk full fat atau lemak utuh.
Karena itu, yoghurt plain full-fat dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan dibandingkan produk rendah lemak. Namun, pilihan makanan bayi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan individualnya.
Jika si Kecil memiliki kondisi medis tertentu atau sedang menjalani pengaturan pola makan khusus, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak atau ahli gizi.
4. Perhatikan daftar bahan, semakin sederhana umumnya semakin baik

Freepik Sebelum membeli, Mama bisa membiasakan diri membaca daftar komposisi pada kemasan. Yoghurt plain umumnya memiliki bahan yang relatif sederhana, seperti susu dan kultur bakteri.
Sebaliknya, produk yoghurt dengan banyak tambahan seperti gula, sirup, perasa, atau bahan lain sebaiknya tidak menjadi pilihan utama untuk MPASI bayi.
Yoghurt memang dapat menjadi salah satu sumber produk susu dalam pola makan yang beragam, tetapi bukan berarti harus menjadi makanan utama bayi. WHO tetap menekankan pentingnya variasi makanan, termasuk sumber protein hewani, buah, dan sayuran untuk anak usia 6–23 bulan.
5. Jangan tertukar antara yoghurt sebagai makanan dan susu sebagai minuman utama

Magnific/Freepik Ada hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu yoghurt dapat menjadi bagian dari MPASI, tetapi tidak menggantikan ASI atau susu formula sebagai sumber minuman utama bayi.
ESPGHAN menjelaskan bahwa susu sapi utuh tidak dianjurkan sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan, salah satunya karena kandungan zat besinya rendah dan komposisi nutrisinya berbeda dengan kebutuhan bayi.
Namun, produk susu dapat digunakan sebagai bagian dari makanan pendamping dalam jumlah yang sesuai.
Jadi, yoghurt bisa diberikan sebagai salah satu variasi makanan, sambil tetap melanjutkan ASI sesuai anjuran dan kebutuhan bayi.
6. Kenalkan yoghurt secara bertahap dan perhatikan reaksi bayi

Pexels/Towfiqu barbhuiya Saat memperkenalkan makanan baru, termasuk yoghurt, berikan dalam porsi kecil terlebih dahulu dan amati bagaimana respons tubuh bayi.
Perhatikan apabila muncul gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi produk susu, seperti ruam, muntah berulang, atau gejala lain yang mengarah pada kemungkinan reaksi alergi.
Jika bayi memiliki riwayat atau kecurigaan alergi protein susu sapi, pemberian produk susu perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Panduan ESPGHAN tentang alergi susu sapi juga menekankan pentingnya pemantauan kecukupan nutrisi pada anak yang harus menjalani diet bebas susu sapi.
7. Sajikan sesuai usia dan jadikan bagian dari menu yang beragam

Freepik/Racool_studio Untuk bayi usia 7-12 bulan, yoghurt dapat disajikan dalam tekstur yang mudah dikonsumsi. Mama juga bisa memadukannya dengan bahan lain yang sudah sesuai dengan usia dan kemampuan makan si Kecil, tanpa perlu menambahkan gula.
Pada periode MPASI, bayi perlu belajar mengenal berbagai rasa dan tekstur secara bertahap. WHO merekomendasikan peningkatan variasi dan konsistensi makanan sesuai usia serta kemampuan bayi.
Di usia sekitar 12 bulan, sebagian besar anak bahkan sudah mulai dapat mengonsumsi jenis makanan yang serupa dengan keluarga, dengan tekstur yang tetap disesuaikan.
Selain itu, yoghurt sebaiknya tidak membuat menu bayi menjadi kurang beragam. Sumber zat besi seperti daging, ikan, telur, atau makanan kaya zat besi lainnya tetap penting dalam MPASI, karena kebutuhan zat gizi bayi tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan.


















