Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Bayi Menangis Hanya karena Lapar? Ini Penyebabnya

Benarkah Bayi Menangis Hanya karena Lapar? Ini Penyebabnya
Pexels/Polina Smelova
  • Tangisan menjadi cara utama bayi berkomunikasi saat membutuhkan sesuatu atau merasa tidak nyaman.

  • Selain lapar, bayi dapat menangis karena lelah, kondisi fisik, kebutuhan kedekatan, stimulasi berlebih, kolik, atau nyeri.

  • Tanda lain yang menyertai tangisan membantu orangtua memahami kebutuhan bayi dan mengenali kondisi yang memerlukan perhatian medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi menangis tidak selalu berarti lapar. Meski rasa lapar merupakan salah satu penyebab yang paling umum, menangis sebenarnya menjadi salah satu cara utama bayi berkomunikasi ketika mereka membutuhkan sesuatu atau merasa tidak nyaman.

Pada usia 0-6 bulan, bayi belum bisa menyampaikan apa yang dirasakan melalui kata-kata. Tangisan pun dapat menjadi tanda bahwa bayi sedang lapar, lelah, merasa tidak nyaman, membutuhkan kedekatan, terlalu banyak menerima stimulasi, atau bahkan sedang tidak enak badan.

Seiring waktu, orangtua biasanya akan mulai mengenali pola tangisan dan tanda-tanda lain yang ditunjukkan bayi. Dengan begitu, kebutuhan si Kecil dapat lebih mudah dipahami tanpa langsung menganggap setiap tangisan sebagai tanda lapar.

Lantas, apa saja penyebab bayi menangis selain lapar? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.

  1. 1. Lapar memang menjadi salah satu penyebab bayi menangis

    Lapar memang menjadi salah satu penyebab bayi menangis
    Pexels/Antoni Shkraba Studio

    Lapar merupakan salah satu alasan paling umum bayi menangis. Namun, menangis sebenarnya termasuk tanda lapar yang sudah terlambat. Sebelum menangis, bayi biasanya sudah memberikan beberapa isyarat awal bahwa ia ingin menyusu.

    Menurut CDC, tanda lapar pada bayi usia lahir hingga 5 bulan dapat berupa memasukkan tangan ke mulut, menoleh ke arah payudara atau botol, serta menjilat atau mengecap bibir.

    Mengenali tanda-tanda ini dapat membantu orangtua memberikan ASI atau susu sebelum bayi menjadi terlalu rewel.

    Jadi, ketika bayi menangis, orangtua boleh mempertimbangkan rasa lapar sebagai salah satu penyebabnya. Namun, jangan langsung berasumsi bahwa setiap tangisan berarti bayi membutuhkan susu.

  2. 2. Bayi mungkin merasa lelah dan ingin tidur

    Bayi mungkin merasa lelah dan ingin tidur
    Pexels/Antoni Shkraba Studio

    Bayi yang kelelahan juga dapat menjadi rewel dan menangis. Berbeda dengan orang dewasa yang mungkin langsung tertidur saat mengantuk, bayi terkadang justru semakin sulit ditenangkan ketika sudah terlalu lelah.

    Selain menangis, bayi yang mengantuk bisa menunjukkan tanda seperti menjadi lebih rewel atau sulit fokus pada lingkungan sekitarnya. Rasa lelah juga termasuk salah satu penyebab umum bayi menangis.

    Jika bayi sudah menyusu dan popoknya bersih, coba perhatikan apakah ia membutuhkan waktu untuk beristirahat. Mengurangi cahaya dan suara di sekitar bayi dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang.

  3. 3. Popok basah atau tubuh yang tidak nyaman

    Popok basah atau tubuh yang tidak nyaman
    Unsplash/Jessica Hearn

    Hal sederhana seperti popok basah atau kotor dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan menangis. Bayi juga mungkin rewel ketika pakaiannya terlalu ketat atau tubuhnya merasa terlalu panas maupun dingin.

    Karena itu, salah satu hal pertama yang bisa diperiksa saat bayi menangis adalah kondisi fisiknya. Pastikan popoknya bersih, pakaian tidak mengganggu, dan suhu lingkungan terasa nyaman.

  4. 4. Bayi membutuhkan pelukan dan kedekatan

    Bayi membutuhkan pelukan dan kedekatan
    Pexels/Sarah Chai

    Tidak semua tangisan memiliki penyebab fisik. Terkadang, bayi hanya ingin digendong, dipeluk, atau merasa dekat dengan orangtuanya.

    Kedekatan fisik dapat membantu sebagian bayi merasa lebih tenang dan aman. Jadi, menggendong bayi yang sedang menangis bukan berarti selalu memanjakannya.

  5. 5. Terlalu banyak stimulasi dapat membuat bayi kewalahan

    Terlalu banyak stimulasi dapat membuat bayi kewalahan
    Pexels/Huynh Van

    Lingkungan yang terlalu ramai, suara bising, cahaya terang, atau terlalu banyak aktivitas dapat membuat bayi merasa kewalahan. Kondisi ini dikenal sebagai overstimulation, yang dapat membuat bayi menjadi rewel atau menangis.

    Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap lingkungan di sekitarnya. Jika si Kecil tampak kewalahan, Mama bisa mencoba membawanya ke tempat yang lebih tenang dan mengurangi stimulasi di sekitarnya.

  6. 6. Kolik dapat menyebabkan bayi menangis lebih sering

    Kolik dapat menyebabkan bayi menangis lebih sering
    Unsplash/Aikomo Opeyemi

    Pada beberapa bayi, tangisan yang berlangsung lama dan sulit ditenangkan dapat berkaitan dengan kolik. Kolik umumnya terjadi pada bayi yang sebenarnya sehat, tetapi mengalami episode menangis berlebihan tanpa penyebab yang jelas.

    Layanan Kesehatan Inggris atau NHS menjelaskan bahwa kolik dapat terjadi pada bayi berusia di bawah lima bulan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kondisi ini umumnya membaik seiring pertambahan usia bayi.

    Meski demikian, bayi yang sering menangis tidak selalu mengalami kolik. Jika orangtua merasa tangisan bayi sangat berlebihan atau ada gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

  7. 7. Bayi mungkin sedang sakit atau merasa nyeri

    Bayi mungkin sedang sakit atau merasa nyeri
    Pexels/Laura Garcia

    Tangisan juga bisa menjadi cara bayi memberi tahu bahwa tubuhnya sedang tidak enak. Bayi yang sakit atau mengalami nyeri mungkin menangis lebih sering, sulit ditenangkan, atau memiliki tangisan yang terdengar berbeda dari biasanya.

    Perhatikan pula gejala lain yang menyertai tangisan, seperti demam, muntah berulang, kesulitan bernapas, tidak mau menyusu, atau bayi tampak sangat lemas. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian medis.

    Segera konsultasikan ke dokter jika tangisan bayi terasa tidak biasa atau disertai tanda-tanda bayi sedang sakit. Orangtua juga tidak perlu ragu untuk mencari bantuan apabila merasa ada sesuatu yang berbeda pada kondisi si Kecil.

    Jadi, bayi menangis tidak hanya karena lapar. Ia mungkin sedang lelah, merasa tidak nyaman, membutuhkan pelukan, kewalahan dengan lingkungan, atau bahkan sedang tidak enak badan.

    Dengan memperhatikan situasi dan tanda lain yang menyertai tangisan, orangtua dapat lebih mudah mencari tahu apa yang mungkin dibutuhkan si Kecil.

    Tidak apa-apa jika penyebab tangisan bayi tidak selalu langsung diketahui. Tangisan merupakan bagian normal dari masa awal kehidupan dan menjadi salah satu cara bayi belajar berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More