Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Penyebab Bayi Tiba-tiba Lemas yang Perlu Diwaspadai
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Bayi yang tiba-tiba lemas dapat mengalami dehidrasi, infeksi, kekurangan oksigen, atau hipotermia. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama jika disertai perubahan perilaku dan kesulitan menyusu.

  • Keracunan, syok anafilaktik, epilepsi, dan gangguan jantung juga dapat menyebabkan bayi mendadak lemas dan membutuhkan penanganan medis sesuai penyebabnya.

  • Jika bayi sulit dibangunkan, tidak merespons, mengalami kejang, kesulitan bernapas, atau bibir dan lidah membiru, segera bawa si Kecil ke IGD.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi yang biasanya aktif bergerak, merespons saat diajak berinteraksi, dan menyusu dengan baik, tetapi tiba-tiba terlihat lemas tentu bisa membuat orangtua khawatir. Kondisi ini bisa terlihat ketika si Kecil menjadi kurang aktif atau menolak menyusu.

Bayi tiba-tiba lemas bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Meski terkadang berkaitan dengan kekurangan cairan, keluhan ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.

Untuk itu, penting bagi Mama dan Papa mengenali kemungkinan penyebab serta tanda bahaya yang menyertainya.

Berikut Popmama.com telah merangkum penyebab bayi tiba-tiba lemas, melansir laman Northwest Family Clinic. Yuk, simak penjelasannya!

1. Dehidrasi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu penyebab bayi terlihat lemas adalah dehidrasi atau kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Pada bayi, kondisi ini dapat terjadi akibat diare, muntah berulang, demam, atau asupan ASI dan susu formula yang tidak mencukupi. Bayi juga lebih rentan mengalami dehidrasi karena kebutuhan cairannya relatif tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya.

Ketika cairan tubuh berkurang, bayi bisa terlihat kurang aktif, lebih sering mengantuk, rewel, dan kehilangan minat untuk menyusu. Tanda lainnya meliputi mulut kering, air mata yang berkurang saat menangis, jumlah urine yang menurun, serta urine berwarna lebih pekat.

2. Kekurangan oksigen

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Bayi yang tiba-tiba lemas juga bisa mengalami kekurangan oksigen, yaitu ketika tubuh tidak memperoleh pasokan oksigen yang memadai. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan atau masalah pada jantung yang memengaruhi aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Selain terlihat lemas, bayi yang mengalami kekurangan oksigen dapat menunjukkan napas yang cepat, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, serta bibir atau lidah yang tampak kebiruan. Jika tanda-tanda tersebut muncul, orangtua harus segera membawa si Kecil ke IGD untuk mendapat penanganan medis secepatnya.

3. Infeksi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Infeksi juga dapat menyebabkan bayi mendadak terlihat lemas. Sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang sehingga ia rentan mengalami berbagai infeksi akibat virus maupun bakteri. Infeksi dapat menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari saluran pernapasan hingga saluran kemih.

Gejala yang menyertai infeksi dapat berupa demam, suhu tubuh terlalu rendah, sulit menyusu, muntah, napas lebih cepat, atau perubahan perilaku. Namun, bayi yang mengalami infeksi serius tidak selalu menunjukkan demam.

4. Keracunan atau overdosis obat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Paparan obat atau zat berbahaya juga dapat membuat bayi tiba-tiba lemas. Kondisi ini dapat terjadi ketika bayi tidak sengaja menelan obat, cairan pembersih, atau bahan kimia lain yang berada dalam jangkauannya. Risiko paparan juga bisa muncul jika bayi diberikan obat dengan jenis atau dosis yang tidak sesuai.

Gejala keracunan bergantung pada zat yang tertelan dan jumlah paparannya. Bayi dapat mengalami muntah, perubahan perilaku, mengantuk berlebihan, gangguan pernapasan, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Jika Mama dan Papa mencurigai si Kecil menelan obat atau zat berbahaya, segera cari pertolongan medis meskipun gejalanya belum terlihat. 

5. Syok anafilaktik akibat reaksi alergi berat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap pemicu tertentu, seperti makanan, obat-obatan, atau sengatan serangga. Reaksi tersebut dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan tekanan darah turun sehingga aliran darah ke organ tubuh menjadi tidak memadai.

Pada bayi, anafilaksis dapat ditandai dengan pembengkakan bibir atau lidah, kesulitan bernapas, muntah, kulit pucat, dan tubuh yang mendadak lemas. Gejalanya dapat muncul dalam waktu singkat setelah terpapar pemicu, meskipun tidak semua bayi menunjukkan tanda yang sama.

6. Hipotermia

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun hingga berada di bawah batas normal. Bayi, terutama bayi baru lahir dan bayi prematur, lebih rentan mengalami penurunan suhu tubuh karena kemampuan mengatur suhu belum matang dan tubuhnya lebih mudah kehilangan panas.

Ketika suhu tubuh terlalu rendah, bayi dapat terlihat lemas, kurang aktif, sulit menyusu, atau memiliki tangisan yang lemah. Kulitnya juga dapat terasa dingin, sementara pada kondisi berat, pernapasan dan respons tubuh bisa melambat. Suhu tubuh bayi di bawah 36°C perlu diwaspadai, terlebih jika disertai perubahan perilaku atau kesulitan bernapas.

7. Epilepsi

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Epilepsi merupakan gangguan pada aktivitas listrik otak yang dapat menyebabkan kejang dan perubahan kesadaran. Pada bayi, kejang tidak selalu ditandai dengan gerakan tubuh yang kuat atau berulang. Dalam beberapa kasus, gejalanya bisa berupa tatapan kosong, tubuh mendadak lemas, atau respons yang berkurang terhadap rangsangan di sekitarnya.

Jika bayi tiba-tiba lemas disertai tatapan kosong atau tidak merespons seperti biasanya, Mama perlu mewaspadai kemungkinan gangguan neurologis. Apabila kondisi tersebut terjadi, terutama jika disertai kejang atau bayi sulit dibangunkan, segera bawa si Kecil ke dokter.

8. Gangguan jantung

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Gangguan jantung juga dapat menyebabkan bayi tiba-tiba terlihat lemas. Jantung berfungsi memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Jika terdapat gangguan pada fungsi jantung, termasuk akibat kelainan jantung bawaan, aliran darah dan pasokan oksigen ke organ tubuh dapat terganggu.

Selain terlihat lemas, bayi mungkin menunjukkan gejala lain, seperti kulit pucat, bibir atau lidah kebiruan, keringat berlebihan, napas cepat, dan mudah lelah saat menyusu. Jika Mama mendapati si Kecil tiba-tiba lemas disertai kesulitan bernapas atau perubahan warna bibir dan lidah, segera bawa bayi ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis.

Nah, itu dia deretan penyebab bayi tiba-tiba lemas serta tanda bahaya yang perlu dwaspadai. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Mama. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article