Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertolongan Pertama Bayi Diare, Ini yang Wajib Mama Lakukan
Pexels/William Fortunato
  • Saat bayi diare, tetap berikan ASI atau susu formula lebih sering untuk mengganti cairan; oralit hanya sesuai anjuran dokter dan diberikan sedikit demi sedikit.
  • Untuk bayi yang sudah MPASI, makanan padat seperti pisang, nasi, kentang, roti panggang, atau biskuit tawar dapat dilanjutkan; ganti popok sering dan jaga kebersihan.
  • Segera hubungi dokter bila bayi di bawah 6 bulan, demam, muntah, lemas, tinja berdarah, tanda dehidrasi, atau diare belum membaik dalam 48 jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penanganan awal diare pada bayi meliputi pemberian ASI atau susu formula, cairan oralit sesuai anjuran dokter, istirahat, kebersihan, serta pemantauan tanda dehidrasi dan gejala berbahaya.
  • Who?
    Bayi yang buang air besar lebih cair dan lebih sering, orang tua atau pengasuh, serta dokter yang memberikan anjuran penggunaan oralit dan penanganan medis bila diperlukan.
  • Where?
    Penanganan awal dapat dilakukan di rumah. Bayi perlu dibawa atau dihubungkan dengan dokter apabila muncul tanda bahaya, dehidrasi, atau diare tidak membaik.
  • When?
    Langkah awal dilakukan saat bayi mulai mengalami feses cair dan lebih sering. Dokter perlu segera dihubungi bila bayi berusia di bawah enam bulan atau menunjukkan gejala peringatan.
  • Why?
    Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan mudah menular. ASI atau susu formula membantu mengganti cairan, sementara kebersihan tangan dan area popok membantu membatasi penyebaran kuman.
  • How?
    Berikan ASI atau susu formula lebih sering, oralit sedikit demi sedikit jika diizinkan dokter, ganti popok rutin, dan hindari obat diare tanpa resep. Pantau popok basah, kesadaran, demam, muntah, serta darah pada tinja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau bayi pupnya cair dan sering, Mama tetap kasih ASI atau susu seperti biasa. Bayi juga boleh istirahat. Popok harus sering diganti dan tangan dicuci. Jangan kasih obat sendiri. Kalau bayi demam, lemas, muntah, ada darah di pup, atau tidak membaik dua hari, segera bawa ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Popok si Kecil yang tiba-tiba penuh dengan feses cair dan berbau tak biasa memang bisa bikin Mama panik seketika. Diare pada bayi termasuk kondisi yang cukup sering terjadi, apalagi saat si Kecil baru mulai mengenal makanan pendamping ASI atau sedang terserang virus.

Kabar baiknya, sebagian besar diare pada bayi mama bisa mereda dengan sendirinya asal penanganannya tepat sejak awal. 

Nah, supaya Mama tidak salah langkah saat menangani si Kecil yang diare, berikut Popmama.com mengulas pertolongan pertama bayi diare. Yuk, simak sampai habis!

Pertolongan Pertama saat Bayi Mengalami Diare

Pexels/Anna Shvets

Saat si Kecil mulai buang air besar lebih cair dan lebih sering dari biasanya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Mama lakukan lebih dulu sebelum panik berlebihan.

  • Tetap berikan ASI atau susu formula seperti biasa
    Melansir British Red Cross, bayi yang masih kecil sebaiknya tetap diberi susu seperti biasa, bukan air putih biasa. Cara ini membantu mengganti cairan tubuh yang hilang sejak gejala pertama muncul.

  • Berikan cairan sedikit demi sedikit tapi sering
    Menurut Rady Children's Hospital San Diego, jika dokter sudah mengizinkan, Mama bisa memberi cairan oralit sekitar 5-10 mililiter setiap beberapa menit sekali agar lebih mudah diterima perut si Kecil.

  • Biarkan si Kecil cukup beristirahat
    Mengutip British Red Cross, sediakan mangkuk kecil di dekat si Kecil untuk berjaga-jaga jika ia juga muntah, lalu biarkan tubuhnya beristirahat sebanyak mungkin.

  • Jaga kebersihan tangan dan area ganti popok
    Melansir Vickery Pediatrics, diare sangat mudah menular, jadi biasakan mencuci tangan setiap selesai mengganti popok bayi mama.

Apakah Bayi Diare Tetap Boleh Diberikan ASI?

Pexels/Bill Salazar

Jawabannya, tentu saja boleh, bahkan sangat dianjurkan. Menurut Cleveland Clinic, Mama tetap perlu memberikan ASI atau susu formula seperti biasa, bahkan idealnya lebih sering dari biasanya untuk mengimbangi cairan yang hilang akibat diare.

Melansir Medical News Today, penelitian yang dimuat dalam Journal of Bangladesh College of Physicians and Surgeons terhadap 150 bayi menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif jauh lebih jarang terkena diare berulang dibandingkan bayi yang diberi susu formula.

Jadi, menghentikan ASI saat si Kecil diare justru bukan langkah yang tepat saat bayi mama mengalami diare. Justru, Mama harus lebih sering memberikan ASI kepada si Kecil agar masalah diare dapat teratasi.

Pengobatan Bayi Diare di Rumah

Pexels/https://kaboompics.com/

Sebagian besar kasus diare pada bayi sebenarnya bisa ditangani di rumah tanpa perlu obat khusus. Berikut beberapa hal yang bisa Mama lakukan.

  • Perbanyak frekuensi menyusui
    Menurut Cleveland Clinic, Mama mungkin perlu menyusui atau memberi susu formula lebih sering dari biasanya untuk membantu mengimbangi cairan tubuh yang hilang.

  • Tetap berikan makanan padat bagi si Kecil yang sudah MPASI
    Melansir Vickery Pediatrics, makanan seperti pisang, nasi, sereal, saus apel, kentang, roti panggang kering, atau biskuit tawar cukup aman diberikan selama masa pemulihan.

  • Cegah ruam popok muncul
    Mengutip Medical News Today, ganti popok lebih sering dari biasanya dan bersihkan area bokong dengan lembut memakai air hangat agar kulit si Kecil tidak makin iritasi.

Cara Mencegah Diare pada Bayi

Pexels/cottonbro studio

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, apalagi untuk si Kecil yang sistem pencernaannya masih sangat sensitif. Berikut pencegahan diare pada bayi, dikutip dari Cleveland Clinic.

  • Lengkapi imunisasi, termasuk vaksin rotavirus
    Mengikuti jadwal imunisasi yang dianjurkan dokter, termasuk vaksin rotavirus, bisa membantu melindungi si Kecil dari salah satu penyebab diare paling umum.

  • Rajin mencuci tangan
    Mencuci tangan sebelum menyusui atau setelah mengganti popok bisa membatasi penyebaran kuman penyebab diare.

  • Berikan ASI semaksimal mungkin
    ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi sistem imun bayi mama yang masih berkembang dari berbagai infeksi penyebab diare.

Cara Mengobati Diare pada Bayi

Pexels/hartono subagio

  • Gunakan cairan oralit sesuai anjuran dokter
    Melansir Vickery Pediatrics, bayi di bawah usia 8 bulan sebaiknya hanya diberi oralit atas anjuran dokter, sementara bayi di atas 8 bulan bisa diberi minuman elektrolit setengah takaran bila menolak oralit biasa.

  • Berikan sedikit demi sedikit tapi lebih sering
    Menurut Rady Children's Hospital San Diego, cairan oralit idealnya diberikan sekitar 5-10 mililiter setiap beberapa menit agar tidak memicu muntah.

  • Hindari air putih biasa, jus, atau minuman manis
    Mengutip Rady Children's Hospital San Diego, air putih saja tidak memiliki kandungan nutrisi yang tepat untuk bayi yang mengalami dehidrasi, sementara minuman manis justru dapat memperparah diare.

  • Jangan berikan obat diare tanpa resep dokter
    Melansir Cleveland Clinic, obat diare yang dijual bebas berisiko berbahaya bagi bayi, jadi selalu konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberikannya.

Kapan Harus Membawa si Kecil ke Dokter?

Pexels/Jonathan Borba

Ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak boleh Mama abaikan. Menurut Medical News Today, segera hubungi dokter jika si Kecil berusia di bawah 6 bulan, mengalami demam, muntah, tampak lemas, rewel berlebihan, terdapat darah pada tinja, atau berat badannya turun.

Melansir Cleveland Clinic, Mama juga perlu waspada bila jumlah popok basah kurang dari 6 kali dalam 24 jam, si Kecil tampak sangat mengantuk, air matanya sedikit atau tidak keluar sama sekali saat menangis, atau ubun-ubunnya terlihat cekung. 

Diare yang belum membaik dalam 48 jam atau disertai lendir pada tinja juga perlu diperiksakan ke dokter. Jika si Kecil terlihat sangat lemas atau tidak merespons sama sekali, Mama disarankan untuk segera mencari pertolongan medis darurat.

Nah, itulah pembahasan mengenai pertolongan pertama bayi diare yang harus Mama ketahui saat sistem pencernaan si Kecil bermasalah. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article