Mama, Ketahui 5 Fakta Bahaya Ketika Bayi Menangis Tanpa Suara!

Sebenarnya si Bayi sedang menahan napasnya dan ini sangat berbahaya lho, Ma!

15 Desember 2019

Mama, Ketahui 5 Fakta Bahaya Ketika Bayi Menangis Tanpa Suara
Pixabay/pili_f3

Siapa yang tidak merasa takut ketika mengetahui bayinya tidak bersuara selama beberapa detik ketika ia menangis. Panik, pasti perasaan itulah yang Mama rasakan.

Ya, Breath Holding Spell (BHS) memang mungkin saja terjadi pada beberapa bayi.

BHS atau ada yang menyebutnya "menangis biru" adalah kondisi di mana bayi berhenti bernapas dan kehilangan kesadaran untuk waktu yang singkat setelah mereka marah. 

Hal ini hanya terjadi pada 5% bayi di dunia, maka dari itu kejadian yang satu ini tergolong cukup langka.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum 5 fakta mengenai BHS yang perlu Mama ketahui!

1. Kapan dan mengapa BHS dapat terjadi pada bayi?

1. Kapan mengapa BHS dapat terjadi bayi
Commons.wikimedia.org

Breath Holding Spell (BHS) biasanya dimulai pada usia 2 bulan, tetapi memungkinkan juga dimulai pada anak berusia 2 tahun.

Beberapa bayi mengalami BHS yang parah dan biasanya hal tersebut akan berhenti pada saat anak mencapai usia 6-8 bulan.

BHS pada umumnya terjadi pada bayi dikarenakan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Konsisi genetik, seperti sindrom Riley-Day atau sindrom Rett,
  • anemia zat besi,
  • riwayat kesehatan keluarga atau orangtua semasa kecil.

2. Gejala yang ditimbulkan?

2. Gejala ditimbulkan
Instagram.com/xiaoofung

Bernapas secara cepat dan spontam merupakan hal yang paling sering terjadi ketika seorang bayi tiba-tiba marah atau terkejut.

Setelah itu, biasanya mereka akan tersengal-sengal dan kemudian menghembuskan napas atau bahkan berhenti bernapas.

Selain itu, berikut beberapa gejala yang terjadi pada bayi:

  • Kulit biru,
  • menangis lalu tidak bernapas,
  • pingsan atau kehilangan kewaspadaan atau kesadaran,
  • gerakan tersentak atau kejang,
  • pernapasan bayi akan normal kembali setelah periode singkat ketidaksadaran. Warna tubuh bayi juga akan membaik ketika napas pertamanya kembali,
  • hal tersebut bisa saja terjadi beberapa kali sehari atau hanya pada beberapa kesempatan saja.

Editors' Picks

3. Proses penyembuhan BHS

3. Proses penyembuhan BHS
Pixabay/stocksnap

Sebelum dilakukan penyembuham biasanya dokter atau perawat akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat dan gejala medis pada bayi.

Setelah itu, mereka akan melakukan pengetesan darah untuk memeriksa defisiensi zat besi.

Tak hanya sampai di situ, bayi juga perlu melakukan tes EKG untuk memeriksa hati serta tes EEG untuk memeriksa kejang yang terjadi.

Jika diketahui bahwa anak tersebut kekurangan zat besi, maka ia akan diberikan suplemen zat besi tambahan.

Pada dasarnya, bayi dengan BHS tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali ada kekurangan zat besi atau kondisi medis lain.

4. Cara mencegah BHS pada bayi

4. Cara mencegah BHS bayi
Flickr/jake guild

Ketika dokter mendiagnosis BHS pada anak, maka pastikanlah anak berada di tempat yang aman di mana dia tidak akan jatuh atau terluka.

Selain itu, Mama juga perlu melakukan pencegahan lainnya, seperti:

  • Tempatkan kain dingin di dahi anak selama BHS untuk membantu mempersingkat kelanjutan,
  • setelah BHS, cobalah untuk tetap tenang,
  • hindari memberit terlalu banyak perhatian pada bayi, pasalnya hal tersebut dapat memperkuat perilaku manja dan ketergantungan,
  • hindari situasi yang menyebabkan amarah pada bayi.

5. Cara menangani bayi yang terserang BHS

5. Cara menangani bayi terserang BHS
alimentacionplena.com

Ketika bayi menangis hingga tidak bersuara, maka jangan biarkan terlalu lama seperti itu. Pasalnya, hal tersebut bisa saja menyebabkan pingsan.

Cara termudah adalah dengan membuka tutup mulutnya dengan telapak tangan Mama secara perlahan dan cepat hingga bayi menangis kembali.

Namun, jika cara tersebut belum berhasil juga, angkatlah bayi dan berdirikanlah kemudian sandarkan ke bahu Mama perlahan dan tepuk-tepuk secara halus.

Bila serangan BHS dirasa semakin parah dan semakin sering, serta mengalami napas yang terhenti selama lebih dari 1 menit, maka segeralah bawa si Kecil ke rumah sakit terdekat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!