Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tanda Bayi Kembung dan Pertolongan Pertama yang Dapat Dilakukan
ilustrasi pijat perut bayi (pexels.com/William Fortunato)
  • Bayi kembung dapat ditandai perut kencang dan membuncit, sering buang angin atau bersendawa, menarik kaki ke perut, serta menangis dan rewel setelah makan.
  • Tanda lain meliputi nafsu makan menurun, sering meludah atau gumoh, dan sulit tidur akibat rasa tidak nyaman dari gas yang menumpuk di pencernaan.
  • Pertolongan pertama mencakup menyendawakan bayi, pijat lembut atau gerakan mengayuh kaki, mengatur posisi menyusui dengan kepala lebih tinggi, serta memilih dot botol yang sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi mengalami perut kembung yang dapat ditandai perut kencang dan membuncit, sering buang angin atau gumoh, menarik kaki, rewel, nafsu makan menurun, serta sulit tidur.
  • Who?
    Bayi menjadi kelompok yang mengalami ketidaknyamanan, sedangkan orangtua dapat memberikan pertolongan pertama di rumah untuk membantu mengurangi gas dalam perut bayi.
  • Where?
    Penumpukan gas terjadi di saluran pencernaan dan perut bayi. Pertolongan awal dapat dilakukan orangtua di rumah, termasuk saat menyusui atau setelah bayi makan.
  • When?
    Tanda kembung dapat muncul setelah bayi makan atau menyusu, ketika udara tertelan dan menumpuk. Bayi juga dapat sering terbangun atau menangis saat tidur karena perut tidak nyaman.
  • Why?
    Kembung terjadi karena gas atau udara menumpuk di saluran pencernaan, antara lain akibat proses menyusui yang kurang tepat, udara tertelan saat makan, dan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna.
  • How?
    Orangtua dapat menyendawakan bayi, memijat perut dengan lembut, menggerakkan kaki seperti mengayuh sepeda, mengatur kepala lebih tinggi dari perut saat menyusui, serta memakai dot botol dengan lubang sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa kembung karena banyak angin di perutnya. Perutnya bisa keras dan besar. Ia mungkin kentut, gumoh, menarik kaki, menangis, susah makan, dan susah tidur. Orangtua bisa bantu bayi sendawa, pijat perutnya pelan, gerakkan kakinya seperti naik sepeda, dan beri susu dengan posisi kepala lebih tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mengenali tanda-tanda kembung memberi orangtua kesempatan untuk merespons ketidaknyamanan bayi dengan lebih cepat dan tenang. Karena kondisi ini umumnya tidak membahayakan, langkah sederhana di rumah—seperti membantu bayi bersendawa, memberi pijatan lembut, serta menyesuaikan posisi dan peralatan menyusui—dapat membantu mengurangi gas yang terperangkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perut kembung sering kali menjadi salah satu penyebab bayi merasa tidak nyaman dan rewel. Ada banyak penyebab bayi kembung, mulai dari proses menyusui yang kurang tepat hingga dipengaruhi sistem pencernaannya yang belum sempurna.

Kondisi ini sebenarnya tidak membahayakan bayii sehingga Mama tidak perlu khawatir, namun perlu segera ditangani agar si Kecil kondisi perut si Kecil kembali normal. 

Penting bagi orangtua mengetahui tanda-tanda bayi kembung dan bagaimana pertolongan pertama yang dapat dilakukan.

Simak penjelasan Popmama.com berikut ini seputar tanda bayi kembung dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan orangtua. Simak, yuk, Ma!

1. Perut kencang dan agak membuncit

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Bayi kembung biasanya ditandai dengan perutnya yang terasa mengencang. Kondisi ini terjadi akibat adanya penumpukan gas di dalam saluran pencernaan bayi.

Penumpukan gas yang membuat perut si Kecil terasa penuh, tegang, dan terlihat membesar.

2. Buang angin setelah makan

Pexels/HÂN NGUYỄN (bayi menyusu di botol)

Saat makan, bayi sering kali ikut menelan udara yang akhirnya menumpuk di saluran pencernaannya. Ini yang menjadi penyebab bayi sering buang angin setelah makan.

Udara yang terkumpul di dalam saluran pencernaan tersebut bukan hanya meningkatkan frekuensi buang angin, tetapi juga membuat. perut si Kecil tidak nyaman dan kembung. Selain buang angin, biasanya perut kembung juga memicu bayi bersendawa.

3. Menarik kaki ke arah atas perut

ilustrasi popok bayi (pexels.com/Emma Bauso)

Tanda perut kembung pada bayi selanjutnya adalah menarik kaki ke arah atas perut. Gerakan ini cukup menekan perut si Kecil dan membantu mengeluarkan gas yang menumpuk di dalam.

Kondisi perut yang tidak nyaman membuat si Kecil sering menarik kakinya ke arah atas sebagai respons rasa tidak nyaman. Gerakan ini bisa dilakukan beberapa kali oleh bayi, bahkan sambil menggeliat atau menggoyangkan tubuhnya. 

4. Menangis dan rewel setelah makan

Ilustrasi anak GTM (freepik/cookie_studio)

Menangis dan rewel lebih sering dari biasanya menjadi cara bayi berkomunikasi bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Gas yang menumpuk di saluran pencernaan si Kecil membuatnya merasa tidak nyaman.

Saat bayi mengalami perut kembung, menangis dan rewel menjadi cara bayi memberitahu orangtua tentang kondisi yang mereka rasakan.

5. Nafsu makan menurun

ilustrasi MPASI bayi (pexels.com/Tuan PM)

Akibat udara yang menumpuk di dalam saluran pencernaan, perut bayi menjadi terasa lebih penuh. Hal ini juga berpengaruh terhadap nafsu makan si Kecil, Ma.

Jika perut bayi terasa penuh, begah, dan tidak nyaman, nafsu makannya juga ikut menurun. Nafsu makan yang menurun dapat dilihat dari bentuk penolakan si Kecil saat diberi susu atau makanan.

6. Sering meludah atau gumoh

ilustrasi bayi menangis (pexels)

Bayi yang sering meludah dan gumoh bisa jadi sedang mengalami perut kembung, Ma. Udara yang terperangkap di perut si Kecil dapat memicu tekanan, sehingga cairan akan terdorong ke luar.

Kondisi ini juga dipengaruhi dengan kapasitas perut yang masih kecil tidak dapat menampung banyak cairan atau makanan saat perutnya kembung hingga akhirnya membuat cairan kembali keluar. 

7. Sulit tidur

Ilustrasi anak rewel saat mau tidur. (Pexels.com/RDNE Stock project)

Perut yang tidak nyaman akibat penumpukan gas juga membuat. bayi menjadi gelisah, sehingga sulit tidur. Si Kecil mungkin akan sering terbangun dari tidur, bahkan menangis karena merasa tidak nyaman.

Jika pola tidur si Kecil tidak seperti biasanya, ditambah ciri-ciri yang mengarah pada perut kembung, segera lakukan pertolongan pertama agar bayi Mama bisa istirahat dengan nyaman.

Pertolongan Pertama saat Perut Bayi Kembung

ilustrasi mengganti popok bayi (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Perut kembung yang berlangsung lama membuat si Kecil merasa tidak nyaman. Jika tidak diatasi, si Kecil akan terus rewel dan menangis disertai dengan berbagai tanda-tanda lain yang membuatnya tidak nyaman.

Untuk mengatasi situasi ini, orangtua dapat memberikan pertolongan pertama di rumah. Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi sebagai pertolongan pertama:

  • Sendawakan bayi

Baringkan si Kecil dalam posisi telentang selama beberapa menit jika tidak langsung bersendawa setelah menyusui. Coba beberapa kali hingga bayi Mama bersendawa.

  • Berikan pijatan lembut

Pijatan lembut pada perut bayi dapat membantu mengeluarkan gas yang terjebak. Gerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda dengan posisi bayi telentang, atau buat posisi bayi tengkurap sambil digosok punggungnya.

  • Atur posisi menyusui

Atur posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya agar susu turun ke dasar dan udara naik ke atas. Mama bisa menggunakan bantal saat menyusui. 

  • Pilih peralatan menyusui yang sesuai

Jika si Kecil menyusui dengan botol, pastikan ukuran lubang dot nya tidak terlalu besar untuk mencegah udara masuk. Mama dapat mencoba meneteskan susu lewat lubang dot untuk melihat apakah ukuran lubang dot sudah pas.

Itu dia penjelasan mengenai tanda bayi kembung dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan orangtua. 

mengetahui tanda bayi kembung dapat mempercepat penanganannya, sehingga rasa tidak nyaman yang dialami si Kecil bisa segera hilang.

Perhatikan setiap gerakan si Kecil, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article