Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tidur yang Cukup Bisa Bantu Anak Pulih Lebih Cepat dari Infeksi Virus
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Tidur cukup membantu mengatur respons imun anak, termasuk aktivitas sitokin dan sel T, sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi virus serta menjaga keseimbangan peradangan.

  • Istirahat mendukung pemulihan dan menghemat energi, tetapi bukan pengganti pengobatan; pastikan cairan cukup dan segera cari bantuan medis bila anak sulit bernapas, dehidrasi, atau sangat lemas.

  • Bayi sakit bisa tidur lebih lama atau justru lebih sedikit; berikan kenyamanan dengan membersihkan hidung, menjaga kelembapan kamar, hingga menjaga asupan cairan bayi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat anak terkena infeksi virus, seperti influenza A, Mama mungkin lebih fokus memberikan obat untuk meredakan gejala yang muncul. Padahal, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk mendukung pemulihan si Kecil, yaitu memastikan ia mendapatkan tidur yang cukup.

dr. Ardi Santoso, Sp.A., seorang dokter spesialis anak sekaligus pediatric health counselor yang berpraktik di RS Kasih Ibu, Solo, mengungkap bahwa tidur berperan dalam membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh anak ketika melawan infeksi virus.

Jadi, bagaimana tidur membantu tubuh anak pemulihan dan apa yang bisa Mama lakukan agar si Kecil beristirahat dengan nyaman?

Simak penjelasan Popmama.com berikut mengenai tidur yang cukup bisa bantu anak pulih lebih cepat dari infeksi virus.

1. Tidur membantu sistem imun anak bekerja melawan infeksi virus

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Saat anak tidur, tubuh tetap menjalankan berbagai proses penting untuk menjaga kesehatan, termasuk mengatur respons sistem kekebalan tubuh. Menurut dr. Ardi, tidur yang cukup membantu mendukung fungsi imun agar tubuh dapat merespons infeksi dengan baik.

Salah satu komponen yang terlibat dalam respons imun adalah sitokin, yaitu protein yang berperan dalam komunikasi antarsel, termasuk saat tubuh menghadapi infeksi dan mengatur peradangan. Tidur juga berkaitan dengan pengaturan aktivitas sel T, yakni salah satu jenis sel kekebalan tubuh yang berperan mengenali dan melawan sel yang terinfeksi.

Sebaliknya, kurang tidur dapat mengganggu fungsi sistem imun dan keseimbangan respons peradangan. Karena itu, ketika si Kecil mengalami infeksi virus, Mama perlu memastikan ia mendapatkan waktu istirahat yang cukup sesuai usianya.

2. Tidur mendukung pemulihan, tetapi bukan pengganti pengobatan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ketika terkena infeksi virus, anak membutuhkan waktu untuk pulih. Tidur yang cukup dapat membantu tubuh menjalankan fungsi kekebalan dan proses pemulihan, sementara istirahat juga membantu mengurangi aktivitas yang menguras energi saat anak sedang sakit.

Meski begitu, Mama perlu memahami bahwa tidur bukanlah obat antivirus. Belum ada bukti yang memastikan bahwa tidur lebih lama secara langsung dapat memperpendek durasi infeksi virus. Jadi, tidur perlu menjadi bagian dari perawatan anak yang disertai asupan cairan cukup dan penanganan medis sesuai kebutuhan. 

Jika si Kecil mengalami gejala flu, Mama juga perlu memperhatikan kondisi tubuhnya. Anak yang masih bisa minum, beristirahat, dan merespons seperti biasa dapat dipantau sesuai arahan tenaga kesehatan. Tapi, jika anak mengalami kesulitan bernapas, tanda dehidrasi, atau tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan, segera cari pertolongan medis.

3. Durasi tidur yang cukup untuk bayi sesuai usia

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Kebutuhan tidur bayi berbeda-beda sesuai usianya. Berikut perkiraan durasi tidur bayi dalam satu hari berdasarkan usianya, melansir Stanford Children’s Health.

  • Bayi baru lahir: Rata-rata tidur sekitar 16,5 jam sehari, yang dapat terbagi menjadi 8 jam tidur siang dan 8,5 jam tidur malam. Ia biasanya terbangun setiap 2–3 jam untuk menyusu atau ketika merasa tidak nyaman.

  • Usia 1 bulan: sekitar 14–16 jam tidur sehari, dengan perkiraan 6–7 jam tidur siang dan 8–9 jam tidur malam. 

  • Usia 3 bulan: sekitar 14–16 jam tidur sehari. Durasi tersebut dapat terbagi menjadi 4–5 jam tidur siang dan 10–11 jam tidur malam. 

  • Usia 6 bulan: sekitar 14 jam tidur sehari, dengan perkiraan 3 jam tidur siang dan 11 jam tidur malam. 

  • Usia 9–12 bulan: sekitar 13,5 jam tidur sehari, dengan perkiraan 2,5 jam tidur siang dan 11 jam tidur malam. 

Mama perlu tahu bahwa angka tersebut merupakan perkiraan, bukan patokan mutlak bagi setiap bayi. Jika si Kecil sedang sakit, kebutuhan istirahatnya pastinya dapat berubah.

4. Apakah bayi bisa tidur lebih lama saat sakit?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Banyak bayi memang tidur lebih lama saat sakit, terutama ketika sistem kekebalan tubuh sedang aktif melawan infeksi. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh membutuhkan energi untuk menghadapi penyakit dan memulihkan diri. Demam serta peradangan juga dapat membuat si Kecil merasa lebih lelah sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Namun, tidak semua bayi tidur lebih lama ketika sakit. Sebagian bayi justru mengalami kesulitan tidur karena hidung tersumbat, radang tenggorokan, demam, atau rasa tidak nyaman lainnya. Akibatnya, waktu tidur si Kecil bisa menjadi lebih singkat atau sering terbangun pada malam hari.

5. Cara membantu bayi tetap tidur nyaman saat sakit

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Agar si Kecil bisa beristirahat dengan lebih nyaman selama sakit, Mama dapat melakukan beberapa langkah berikut sesuai kondisinya.

  1. Bersihkan hidung yang tersumbat. Mama dapat menggunakan tetes hidung berupa larutan saline steril sesuai petunjuk penggunaan. Pada bayi, lendir juga dapat dibantu dikeluarkan menggunakan alat penyedot lendir hidung yang sesuai secara lembut.

  2. Jaga kelembapan udara kamar. Jika udara terasa kering, Mama dapat menggunakan humidifier dengan kabut dingin. Bersihkan alat secara rutin sesuai petunjuk produsen untuk mencegah penumpukan jamur dan bakteri.

  3. Pastikan kamar nyaman dan bebas asap rokok. Jaga sirkulasi udara tetap baik serta hindari paparan asap rokok, debu, dan aroma yang dapat mengiritasi saluran pernapasan si Kecil.

  4. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Tetap tawarkan ASI atau susu sesuai usia dan kebutuhan bayi. Pada anak yang sudah boleh mengonsumsi air putih, Mama dapat menawarkan air secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan cairannya.

Itulah penjelasan mengenai pentingnya tidur yang cukup untuk bantu anak pulih lebih cepat dari infeksi virus. Semoga informasi ini dapat membantu Mama menangani si Kecil yang sedang sakit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article