Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
136 Pelajar SMP di Tana Toraja Diduga Keracunan MBG
Facebook.com/KarebaTV
  • Sebanyak 136 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale, Tana Toraja, diduga keracunan setelah menyantap paket MBG dari dapur penyedia yang sama.
  • Siswa mengalami mual, muntah, dan diare sejak subuh; sebagian pingsan. Korban dievakuasi bertahap ke RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima.
  • Dinas Kesehatan, Pemkab, dan Satgas MBG mengamankan sisa makanan serta spesimen korban untuk uji laboratorium, sementara penyebab pasti insiden belum ditetapkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebanyak 136 pelajar dari SMPN 1 dan SMPN 2 Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa mendadak dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat setelah menderita mual, muntah, hingga diare pada Kamis (03/09/2026). Gejala fisik tersebut mulai dirasakan murid sejak subuh hingga saat mereka tiba di sekolah.

Guna menangani dampak insiden massal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja bersama Satgas MBG langsung mengevakuasi para korban serta mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium demi mengusut penyebab pasti kejadian tersebut. Berikut Popmama.com telah merangkum kronologi selengkapnya.

Menu Ayam Berair dan Perkedel Diduga Jadi Pemicu

Dok. IDN Times

Gejala keracunan massal ini mulai dirasakan para siswa setelah mereka mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (02/09/2026). Melansir dari Liputan6.com, siswa SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale mengalami dugaan keracunan ini karena menyantap paket MBG yang berasal dari dapur penyedia yang sama.

Mengutip dari IDN Times Sulsel, jatah makanan yang dibagikan siang itu berisi nasi putih, olahan daging ayam, perkedel, serta tumis sayuran.

​Pihak sekolah sebenarnya telah menjalankan prosedur pemeriksaan awal dengan mencium aroma paket MBG sebelum membagikannya kepada para murid. Namun, ternyata paket tersebut terutama olahan ayamnya berair.

Melansir dari IDN Times Sulsel, Kepala SMPN 1 Makale, Yohanis Pakiding, mencatat bahwa olahan ayam yang disajikan memiliki tekstur yang cenderung berair. Reaksi fisik dari santapan tersebut baru muncul secara drastis pada Kamis subuh, hingga menyebabkan puluhan siswa tumbang saat tiba di sekolah.

Sekolah Bergerak Cepat Evakuasi Siswa

Facebook.com/KarebaTV

Suasana di lingkungan sekolah sempat tegang pada Kamis pagi karena puluhan pelajar mendadak memadati area toilet akibat diare massal.

Mengutip laporan IDN Times Sulsel, beberapa murid bahkan dilaporkan pingsan di dalam kelas sebelum akhirnya dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. ​Dampak insiden ini juga meluas hingga ke siswa SMPN 2 Makale yang mengalami keluhan serupa.

​Melihat situasi yang semakin kritis, pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja, langsung berkoordinasi untuk melarikan seluruh korban dari SMPN 1 maupun SMPN 2 Makale ke rumah sakit.

Melansir dari berbagai sumber, ratusan korban dari kedua sekolah tersebut dievakuasi secara bertahap menuju RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima agar segera mendapatkan penanganan medis intensif.

Pemkab dan Satgas Ambil Sampel Makanan untuk Uji Laboratorium

Pexels/Pavel Danilyuk

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja bersama Satuan Tugas MBG langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk mengusut tuntas peristiwa ini.

Melansir dari Liputan6.com, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja hingga kini belum menetapkan penyebab pasti keracunan massal yang menimpa 136 siswa dari kedua sekolah tersebut.

​Guna memastikan sumber pemicu gangguan kesehatan para murid, Dinas Kesehatan Tana Toraja telah mengamankan sampel sisa hidangan serta spesimen dari para korban. Satgas kesehatan membawa seluruh sampel tersebut ke laboratorium untuk diuji secara klinis.

Hasil pengujian laboratorium nantinya akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh terhadap standar pengawasan dan penyediaan menu MBG ke depannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article