Meskipun disebut teknik belajar efektif, tapi masih banyak orangtua yang mengharapkan hasil instan karena berpikir active recall membuat anak langsung hafal setelah satu kali coba.
Padahal, proses awal biasanya terasa sulit dan anak mungkin membuat anak frustasi karena merasa “lupa terus”. Ini wajar kok, Ma, karena otak memang sedang membangun jalur memori baru.
Alih-alih memebrikan tekanan berlebih pada anak, cobalah untuk memberinya waktu dan apresiasi prosesnya, bukan hanya hasil sempurna.
Selain mengharapkan hasil instan, kesalahan lain yang biasa dilakukan adalah mengubah semua waktu belajar menjadi sesi recall tanpa jeda. Nah, inilah yang kemudian membuat anak bisa kelelahan mental.
Menurut Cognitive Load Theory, otak punya kapasitas terbatas, Ma, jadi teknik belajarnya pun perlu dikombinasikan yakni active recall dengan istirahat singkat. Misalnya 20 menit belajar, 5 menit istirahat, lalu 10 menit sesi recall.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan active recall hanya untuk menghafal fakta. Padahal, teknik ini juga ampuh untuk pemahaman konsep, lho.Coba minta anak menjelaskan mengapa sesuatu terjadi, bukan hanya apa yang terjadi.
Ketika sudah mengetahui apa itu carara belajar active recall, Mama pun bisa membantu anak belajar lebih efektif tanpa drama panjang di meja belajar.
Kuncinya adalah konsisten melatih otak untuk mengingat kembali, bukan sekadar membaca ulang. Mulailah dari langkah kecil hari ini, dan lihat perbedaan percaya diri serta prestasi belajar anak di kemudian hari.