Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Pembalut Perlu Dicuci setelah Dipakai? Ini Penjelasan Medisnya
Pexels/www.kaboompics.com
  • Bidan Dewi menjelaskan bahwa secara medis pembalut tidak perlu dicuci sebelum dibuang karena darah haid sudah terkunci dalam lapisan penyerap dan mencucinya justru bisa merusak struktur tersebut.
  • Mencuci pembalut dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri serta membuat lingkungan kamar mandi menjadi kurang higienis akibat air bekas cucian yang terkontaminasi.
  • Cara aman membuang pembalut adalah dengan menggulung, membungkus plastik atau kertas, lalu membuang ke tempat sampah tertutup sambil menjaga kebersihan tangan dan mengganti pembalut secara rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi remaja yang pertama kali mengalami haid, mungkin ada banyak pertanyaan seputar pembalut ini. Rupanya, dijelaskan oleh Bd. Dewi, M.K.M di Instagram @ketikaakuremaja membahas mengenai tips kesehatan reproduksi sejak masa remaja ini. 

Salah satunya adalah apakah pembalut perlu dicuci setelah dipakai?

Bidan Dewi menjelaskan beberapa fakta nih mengenai cara pembuangan pembalut yang benar. Mama bisa mengajarkan dan memberikan informasi ini ke anak remaja perempuan mama!

Berikut Popmama.com rangkum apakah pembalut perlu dicuci setelah dipakai dan sejumlah faktanya.

1. Perlukah mencuci pembalut sebelum dibuang? Ini penjelasan medisnya

Pexels/Sora Shimazaki

Masih banyak yang mengira pembalut perlu dicuci sebelum dibuang agar lebih “bersih”. Padahal, dari sisi medis, hal ini tidak dianjurkan.

Menurut Bd. Dewi, M.K.M, darah haid yang terserap dalam pembalut sebenarnya sudah “terkunci” di dalam lapisan penyerap yang berupa gel biasanya. Teknologi pada pembalut memang dirancang untuk menahan cairan agar tidak mudah keluar kembali.

“Kalau sebenarnya dari medis tidak ada menyarankan untuk dicuci. Karena darah haid yang tertampung itu sudah terkunci di dalam pembalut,” jelas Bidan Dewi di konten Instagramnya.

Jika pembalut dicuci, justru lapisan tersebut bisa rusak dan membuat darah yang sudah terserap keluar lagi. Kondisi ini berisiko meningkatkan paparan bakteri ke lingkungan sekitar.

Jadi, secara medis, mencuci pembalut sebelum dibuang bukan langkah yang diperlukan, bahkan bisa menimbulkan risiko baru.

2. Kenapa mencuci pembalut bisa berisiko? Ini alasannya

Pexels/Karola G

Mencuci pembalut mungkin terasa lebih higienis, tapi ternyata ada beberapa alasan kenapa hal ini tidak disarankan. Sudah dijelaskan oleh Bidan Dewi sebelumnya yakni lapisan penyerap bisa rusak yang membuat penyebaran bakteri meningkat.

“Jadi kalau dicuci lagi, nantinya yang sudah dikunci di dalamnya pecah lagi dan ditakutkan akan membuat pemaparan bakterinya,” jelasnya. 

Ini menyebabkan lingkungan kamar mandi menjadi kurang higienis karena air bekas cucian pembalut berpotensi mencemari area kamar mandi jika tidak dibersihkan dengan benar.

Mencuci pembalut secara medis tidak memberikan manfaat tambahan. Meski begitu, beberapa orang tetap mencuci pembalut karena alasan kenyamanan atau kebiasaan pribadi.

“Cuman ada beberapa versi nyaman buangnya kalau pembalutnya dicuci. Kalau dianjurkan dari konteks medis itu tidak untuk dicuci lagi, jadi tinggal di-wrap plastik langsung dibuang,” jelas Bidan Dewi.

3. Cara aman membuang pembalut bekas untuk remaja

Pexels/Karola G

Agar tetap bersih tanpa harus mencuci pembalut, berikut cara yang dianjurkan secara medis:

Cara membuang pembalut yang benar:

  • Gulung pembalut bekas dengan rapi

  • Bungkus menggunakan plastik atau kertas pembungkus

  • Buang langsung ke tempat sampah

  • Pastikan tempat sampah tertutup

Tips tambahan agar tetap higienis saat membuang pembalut:

  • Gunakan plastik khusus atau kantong kecil

  • Cuci tangan dengan sabun setelah mengganti pembalut

  • Ganti pembalut secara rutin (setiap 4-6 jam)

  • Gunakan tempat sampah dengan penutup di kamar mandi

Kesimpulannya, tidak mencuci pembalut sebelum dibuang justru lebih aman dari sisi medis. Yang terpenting adalah cara membuangnya dilakukan dengan benar dan tetap menjaga kebersihan diri.

Editorial Team