Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Manfaat Mengajak Anak Ikut Lomba, Bisa Jadi Japres Masuk SMP

Manfaat Mengajak Anak Ikut Lomba, Bisa Jadi Japres Masuk SMP
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Intinya Sih
  • Lomba Dancow Indonesia Cerdas Season 2 digelar dengan dukungan Kemendikdasmen untuk mengasah literasi, numerasi, dan karakter anak melalui kolaborasi lintas sektor serta stimulasi gizi dan pembelajaran interaktif.

  • Lomba ini menekankan pendidikan karakter lewat metode co-competition dan pendekatan '3D'—Dampingi, Didengarkan, Didefinisikan ulang—agar anak belajar kerja sama, empati, serta mental juara sejak usia dini.

  • Prestasi dari lomba ini diakui resmi oleh Kemendikdasmen dan dapat digunakan sebagai Jalur Prestasi (Japres) masuk SMP negeri, menjadi nilai tambah bagi rekam jejak akademis peserta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lomba cerdas cermat tingkat sekolah dasar Dancow Indonesia Cerdas Season 2 kembali digelar sebagai sarana untuk mengasah kemampuan belajar dan kepercayaan diri anak. 

Lomba ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendukung anak Indonesia tumbuh cerdas agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. 

Babak seleksi tingkat Provinsi DKI Jakarta dan Banten sukses digelar di Jakarta Pusat pada Senin (18/5/2026) dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Fajar Dewantara, Prof. Dr. H. Biyanto M.Ag, Minhajul Ngabidin selaku, Saskhya Aulia Prima serta Johan Lie.

Berikut Popmama.com rangkum manfaat mengikuti lomba dari kecil untuk anak!

Table of Content

1. Kolaborasi lintas sektor dalam lomba cerdas cermat

1. Kolaborasi lintas sektor dalam lomba cerdas cermat

Sesi foto penyelenggara lomba Dancow Indonesia Cerdas Season 2 di DKI Jakarta
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Perhelatan Dancow Indonesia Cerdas Season 2 ini merupakan lanjutan dari Dancow Indonesia Cerdas Season 1 yang sebelumnya sudah dilaksanakan di tahun 2025. Di tahun ini, aspek utama yang dinilai dalam cerdas cermat ini meliputi literasi, numerasi, hingga kemampuan pemecahan masalah secara kreatif.

Lomba ini dinilai sangat bagus dan strategis karena anak tidak cuma dituntut menjadi pintar secara akademik, tetapi juga terbangun keberaniannya, mampu berinteraksi, menganalisis masalah, serta bekerja sama dengan teman kelompoknya yang sangat mendukung upaya pengembangan karakter.

Sinergi gizi dan stimulasi ini juga sejalan dengan PT Nestlé Indonesia yang berkomitmen menghadirkan makanan dan minuman berkualitas untuk meningkatkan kualitas hidup individu saat ini dan di masa depan. 

“Kami percaya pemenuhan gizi yang tepat dan diimbangi stimulasi akan mendorong anak-anak Indonesia untuk tumbuh dan belajar menjadi individu tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Fajar Dewantara.

Lomba yang memasuki tahun kedua ini diharapkan oleh Prof. Biyanto, ke depannya bisa meluas hingga menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia.

2. Stimulus pembelajaran yang menyenangkan anak

Sesi talkshow lomba Dancow Indonesia Cerdas Season 2 di DKI Jakarta
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Johan Lie menyebutkan bahwa tingginya animo positif yang datang tidak hanya dari orangtua, tetapi juga dari guru, pendidik, dan komunitas, menjadi motivasi besar untuk menyempurnakan berbagai aspek di Season 2 ini. 

Stimulus yang diberikan menitikberatkan pada metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Materi lomba tidak hanya terbatas pada pelajaran di dalam kelas, melainkan meliputi logika, pengetahuan umum, kerja sama tim, pemecahan masalah, kreativitas, serta kecerdasan emosional dan sosial agar anak-anak lebih mampu survive di masa depan.

Hal ini selaras dengan 3 landasan utama program yang dipaparkan oleh Minhajul Ngabidin, yang mengutamakan pendidikan karakter dengan 8 dimensi pendidikan karakter, yaitu:

  • Religius

  • Bermoral (Akhlak mulia)

  • Sehat

  • Cerdas dan kreatif

  • Kerja keras

  • Disiplin dan tertib

  • Mandiri

  • Bermanfaat

Untuk mencapainya, pendidikan di sekolah diharapkan memenuhi pembelajaran mendalam dan menggembirakan, serta melakukan pembiasaan baik yang diterapkan melalui 7 kebiasaan sehat.

3. Penerapan "3D" dan co-competition untuk bentuk karakter juara

Sesi foto penyelenggara lomba Dancow Indonesia Cerdas Season 2 di DKI Jakarta
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Lomba ini membuktikan bahwa usia sekolah dasar bukan lagi sekadar momen untuk mengejar hafalan, melainkan wadah pengembangan karakter lainnya. 

"Usia 7-12 tahun itu bukan sekadar tingkatkan kognitif anak. Tapi karakter dan mental juara anak, sosialisasi dengan anak lain, dan berkolaborasi, kerja sama, emosi. Banyak banget dalam 1 lomba. 7 tahun ini usia emas untuk bangun karakter juara. Dampaknya jangka panjang," ujar Sashkya.

Melalui konsep co-competition, anak-anak mendapatkan stimulasi yang lebih kaya karena mereka tidak bertanding sendirian, melainkan berjuang bersama teman-temannya. 

Agar anak terdorong untuk aktif berlomba dengan sehat, lingkungan sekitar seperti rumah dan sekolah harus bekerja sama mendampingi anak menggunakan metode "3D":

  • Dampingi, menemani anak secara proses selama belajar ulang di rumah atau latihan, bukan hanya berfokus pada hasil akhir.

  • Didengarkan, memberikan ruang bagi anak untuk menceritakan bagaimana perasaan mereka.

  • Didefinisikan ulang, memberikan perspektif lain untuk pertumbuhan karakter anak, seperti memberikan ketenangan dan sudut pandang baru saat anak merasa gugup.

4. Cara dampingi anak yang kalah dalam lomba

Supporter SDN Sukabumi Selatan 05
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Dalam persaingan sengit tingkat provinsi ini, sebanyak 4 tim dari Jakarta berhasil menyisihkan 127 sekolah, dan 4 tim dari Banten sukses menyisihkan 89 sekolah. 

Menghadapi situasi menang dan kalah, Mama disarankan untuk mendengarkan perasaan anak terlebih dahulu saat mereka menangis atau kesal. 

Setelah itu, dampingi anak dengan mendefinisikan ulang situasinya. 

“Tanya apa yang menarik dari kekalahan lomba tersebut agar fokusnya jadi ke strategi apa yang akan dilakukan kedepannya,” jelas Saskhya.

Orangtua juga perlu mengajarkan anak untuk merayakan proses kerja keras mereka, baik saat menang maupun saat belum berhasil menang. 

Proses pendampingan ini sebaiknya dilakukan di waktu yang santai, seperti saat makan bersama, bukan saat anak sedang stres. 

Selain itu, untuk membentengi anak dari perilaku curang, penanaman nilai kejujuran harus dibentuk melalui obrolan sehari-hari serta menjadikan orangtua dan guru sebagai role model nyata dalam menghadapi kekalahan. 

5. Menang lomba bisa jadi jalur prestasi masuk SMP negeri

Supporter SDN Sukabumi Selatan 05
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Selain memperebutkan hadiah spesial dari Dancow, keikutsertaan anak dalam lomba ini memberikan keuntungan jangka panjang bagi masa depan akademisnya. 

Kemendikdasmen menegaskan bahwa kejuaraan ini sudah disahkan secara resmi oleh kementerian, sehingga seluruh piagam penghargaan yang diperoleh peserta akan melalui proses kurasi langsung dari Kemendikdasmen.

Prestasi yang diukir dalam lomba ini akan tercatat sebagai rekam jejak resmi dan menjadi nilai positif yang sangat berguna untuk mendaftar ke jenjang Sekolah Menengah Pertama melalui Jalur Prestasi (Japres). Tidak hanya itu, lomba ini juga membuka peluang emas bagi pemilihan siswa teladan yang akan memperkuat rekam jejak positif anak.

Melibatkan anak dalam lomba yang sehat dan interaktif terbukti memberikan banyak stimulus positif bagi kesiapan mental dan akademisnya. 

Apakah Mama sudah memberikan dukungan serta ruang bagi anak untuk belajar dan berani mencoba hal baru hari ini, Ma?

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More
7 Nama Negara dari Huruf E

7 Nama Negara dari Huruf E

31 Mei 2026, 00:20 WIBBig Kid