Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aturan Memelihara Kucing bagi Anak Perempuan, Cegah Hal Tak Diinginkan
Pexels/Sam Lion
  • Memelihara kucing dapat melatih empati, disiplin, dan tanggung jawab anak perempuan usia 10–12 tahun, tetapi harus disertai kebiasaan menjaga kebersihan untuk mengurangi risiko kuman, jamur, dan parasit.

  • Orangtua perlu membatasi kucing naik ke kasur atau sofa, menyediakan area bermain serta tempat tidur sendiri, dan rutin menjaga kesehatan, kebersihan tubuh, makanan, serta perlengkapannya.

  • Anak perlu mencuci tangan setelah bermain, tidak makan atau menyentuh wajah sebelum tangan bersih, serta tidak membersihkan litter box tanpa pendampingan orang dewasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memelihara kucing bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak perempuan usia 10–12 tahun ya Ma.

Selain melatih rasa empati dan tanggung jawab, merawat hewan peliharaan juga dapat membantu anak belajar disiplin melalui rutinitas sederhana, seperti memberi makan kucing.

Namun, seiring bertambahnya usia, anak juga perlu memahami bahwa menyayangi kucing harus dibarengi dengan kebiasaan menjaga kebersihannya lho Ma.

Karena, bulu, telapak kaki, maupun kotoran kucing dapat membawa kuman, jamur, atau parasit yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika kebersihan diri dan lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Apalagi di usia 10–12 tahun, anak perempuan juga mulai memasuki masa pubertas ya, Ma?

Mengajarkan batasan saat berinteraksi dengan hewan peliharaan serta membiasakan hidup bersih sejak dini menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kesehatannya, termasuk kesehatan reproduksi di masa depan.

Tidak perlu bingung Ma, berikut sudah Popmama.com telah rangkum hal yang perlu Mama ketahui dalam mengedukasi anak perempuan memelihara kucing. Dicatat ya, Ma!

1. Tetapkan aturan agar kucing tidak naik ke kasur dan sofa

Pexels/Sam Lion

Banyak anak senang memeluk atau mengajak kucing kesayangannya bersantai di kasur atau sofa setelah bermain ya Ma.

Meski terlihat menggemaskan, kebiasaan ini sebaiknya mulai dibatasi, Ma.

Karena, bulu, telapak kaki, dan tubuh kucing yang beraktivitas di luar rumah dapat membawa debu, kotoran, bakteri, jamur, maupun parasit.

Jika menempel di kasur atau sofa, kuman tersebut berisiko berpindah ke permukaan yang sering bersentuhan dengan kulit anak.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Mama bisa mengajarkan anak bermain dengan kucing di area yang telah ditentukan dan membiasakan kucing memiliki tempat tidurnya sendiri ya.

2. Rutin rawat kesehatan dan kebersihan kucing

Pexels/Karin Chantanaprayura

Mama, kucing yang bersih dan rutin diperiksa kesehatannya akan lebih aman diajak berinteraksi sehari-hari.

Langkah ini juga membantu menjaga kesehatan kucing agar tetap prima Ma.

Tak hanya itu, biasakan memandikan kucing sesuai kebutuhannya hingga menjaga kebersihan tempat makan dan alas tidurnya ya.

Supaya anak dapat belajar bahwa menyayangi hewan bukan hanya dengan mengajak bermain, tetapi juga dengan merawat kesehatan dan kebersihannya secara rutin.

3. Biasakan anak mencuci tangan setelah bermain dengan kucing

Pexels/cottonbro studio

Meski kucing peliharaan terlihat bersih dan sehat, Mama tetap perlu membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah bermain atau mengelusnya ya.

Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko kuman maupun parasit yang mungkin menempel pada tangan.

Langkah ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu mencegah penyebaran penyakit dari hewan ke manusia.

Selain itu, ingatkan anak untuk tidak langsung makan atau menyentuh wajah sebelum mencuci tangannya ya Ma.

4. Hindari anak membersihkan litter box tanpa pendampingan

Pexels/DUONG QUÁCH

Saat mulai besar, anak mungkin ingin ikut membantu membersihkan kotak pasir kucing sebagai bentuk tanggung jawab ya Ma.

Meski begitu, tugas ini sebaiknya tetap dilakukan atau diawasi oleh orang dewasa.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa kotoran kucing dapat membawa kuman atau parasit yang berisiko menyebabkan penyakit jika tidak ditangani dengan benar.

Karena itu, ajarkan anak untuk menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing dan selalu mencuci tangan setelah selesai membantu.

Jika anak ingin ikut merawat hewan peliharaan, Mama bisa memberinya tugas yang lebih aman, seperti mengisi makanan kucing.

5. Ajak anak ikut menjaga kebersihan perlengkapan kucing

Pexels/itsmeseher

Selain merawat kesehatan kucing, ajarkan anak bahwa kebersihan perlengkapan hewan peliharaan juga tidak kalah penting Ma.

Tempat makan dan minum, alas tidur, hingga area bermain kucing perlu dibersihkan secara rutin agar tetap higienis.

Dengan melibatkan anak dalam kegiatan sederhana, seperti mengisi air minum, ia juga belajar bahwa memelihara kucing berarti ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungannya.

Kebiasaan baik ini dapat menjadi bekal bagi anak untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, hewan peliharaan, dan lingkungan di sekitarnya lho Ma.

Jadi, anak tetap boleh memelihara kucing asalkan dibarengi dengan kebiasaan hidup bersih dan aturan yang tepat, ya, Ma.

Dengan begitu, anak bisa belajar bertanggung jawab sekaligus menjaga kesehatannya sejak dini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article