Memasuki usia pubertas, anak remaja perempuan mengalami lonjakan hormon yang luar biasa.
Perubahan ini tidak hanya mengubah bentuk fisiknya, tetapi juga mengacaukan kondisi psikologisnya.
Di fase ini, mereka menjadi jauh lebih sensitif, mudah tersinggung, cemas akan citra dirinya (body image), dan memiliki ego yang sedang berkembang pesat untuk diakui sebagai individu dewasa.
Ketika mereka melakukan kesalahan, seperti mulai berani menjawab, mengabaikan tugas, atau terjebak drama pertemanan, Mama tidak bisa lagi menegurnya dengan cara mendikte atau memarahi seperti saat ia masih kecil.
Pendekatan yang kaku dan meledak-ledak justru akan dianggap sebagai ancaman yang membuat mereka semakin menutup diri, sengaja merahasiakan banyak hal, atau bahkan memberontak.
Berikut Popmama.com rangkum 7 cara menegur anak remaja perempuan yang harus dilakukan orangtua!
