Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Perjuangan Siswa SD di Sulawesi Tengah, Seberangi Sungai Demi Sekolah

Perjuangan Siswa SD di Sulawesi Tengah, Seberangi Sungai Demi Sekolah
Instagram.com/najib_nadir
Share Article

Pernah nggak sih Mama membayangkan, anak-anak di luar sana harus berjuang ekstra keras hanya untuk bisa sampai ke sekolah?

Buat sebagian besar dari kita, mengantar anak ke sekolah mungkin hanya butuh waktu beberapa menit naik kendaraan. Tapi bayangkan, ada anak-anak seusia mereka yang setiap hari harus menyeberangi sungai dengan arus deras, tanpa jembatan, demi menuntut ilmu.

Ngeri kan, ma? Sayangnya, inilah kenyataan pahit yang masih dialami banyak anak di daerah terpencil Indonesia. Akses pendidikan yang layak dan aman masih menjadi mimpi yang jauh dari jangkauan.

Seorang guru bernama Najib Nadir dari Sulawesi Tengah membagikan kisah nyata yang bikin hati siapa saja terenyuh menontonnya. Melalui akun Instagram-nya, ia menunjukkan bagaimana perjuangan para muridnya yang masih duduk di bangku SD harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk bisa bersekolah.

Untuk mengetahui kisah selengkapnya, berikut Popmama.com rangkumkan bagaimana guru di Sulawesi Tengah ini perlihatkan perjuangan murid didiknya saat menyebrangi sungai demi bisa bersekolah.

1. Kesaksian sang guru yang melihat perjuangan murid didiknya

perjuangan siswa SD di Sulteng untuk sekolah
Instagram.com/najib_nadir

Dalam akun Instagram miliknya @najib_nadir, sang guru dengan gamblang memerlihatkan kondisi yang dihadapi para muridnya.

Dalam unggahan yang viral, ia menulis, “Kenapa angka putus sekolah tinggi di daerah terpencil? Karena tidak semua anak mampu mempertaruhkan keselamatan. Aku bersaksi, mereka anak-anak hebat.

Kalimat ini menjadi tamparan keras bagi kita semua, bahwa semangat belajar anak-anak tersebut harus dihargai dengan jaminan keamanan dan kemudahan akses.

Perjuangan dimulai setiap hari ketika hujan turun. Ketakutan menghantui para siswa, bukan karena ujian atau pelajaran, melainkan karena sungai yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah dapat meluap sewaktu-waktu.

Ketika hujan turun, para siswa dengan dampingi guru-guru ini harus bergegas pulang sebelum air naik, karena tidak ada jembatan yang aman untuk dilalui.

Momen menegangkan ini menjadi pemandangan rutin yang membuat proses belajar tidak pernah tenang.

2. Kondisi ruang kelas yang tak memadai

perjuangan siswa SD di Sulteng untuk sekolah
Instagram.com/najib_nadir

Di sekolah ini, banyak siswa yang menaruh harapan untuk kelak bisa mewujudkan mimpi kecilnya. Meski jalan yang ditempuh tak mudah, harus menyebrangi sungai dengan jalan yang terjal dan ancaman air sungai, ini tak membuat para siswa putus semangat.

Kondisi fasilitas sekolah yang kerap dibagikan guru Najib dalam unggahannya pun cukup memprihatinkan, Ma. Di unggahan lainnya, sang pernah memerlihatkan bagaimana atap ruang kelas yang terbuat dari kayu seadanya itu ambruk dan nggak layak pakai.

Bayangkan Ma, anak-anak harus belajar di bawah ancaman atap yang bisa rubuh kapan saja. Belum lagi kalau hujan datang, air pasti tembus masuk dan mengganggu proses belajar mengajar.

Bukannya fokus mendengarkan pelajaran, mereka malah sibuk mengungsi dari genangan air atau khawatir reruntuhan kayu jatuh menimpa kepala.

3. Netizen serukan suara untuk pemerintah memperbaiki akses pendidikan daerah terpencil

perjuangan siswa SD di Sulteng untuk sekolah
Instagram.com/najib_nadir

Melalui unggahannya, Najib menyampaikan harapan besar dengan menuliskan pesan yang mewakili para siswa dan guru di sana.

"Yang terhormat Pemda Parigi Moutong Pemprov Sulawesi tengah Pemerintah Pusat, tolong dengarkan suara kami. Bantu kami tag pemerintah. Kalau memang MBG sulit untuk kami di sekolah terpencil, boleh tidak kami dibuatkan jembatan saja pak".

Ia berharap videonya menjadi pembahasan khusus untuk mempermudah akses pendidikan di daerah terpencil. Seruan ini mendapat respons luas dari netizen yang ikut tersentuh dan berharap hal ini menjadi perhatian lebih pemerintah.

Kisah dari Parigi Moutong ini adalah potret kecil dari masalah besar pendidikan di Indonesia. Akses yang tidak merata dan infrastruktur yang kurang memadai telah mengubah perjalanan menuju sekolah menjadi sebuah petualangan berbahaya bagi anak-anak di pelosok negeri.

Cerita haru ini membawa pesan jelas bahwa pemerataan akses pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan kita, sekecil apa pun, dapat membantu menyoroti masalah dan mendorong pemerintah untuk bertindak.

Yuk, terus dukung dan doakan anak-anak Indonesia agar semua mimpi mereka bisa terwujud dengan aman dan nyaman, di mana pun mereka berada!

Share Article
Curated For You

5 Fakta Sekolah Gratis di Bawah Flyover Tomang yang Sudah 17 Tahun

28 Jun 2026, 17:04 WIBBig Kid
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More