Kisah Haru Shireen Sungkar, Ungkap Perjuangan Anak Jalani Terapi Autisme

Shireen Sungkar membagikan kisah perjuangan mendampingi putrinya, Shafiyyah, yang didiagnosis autisme sejak usia 2,8 bulan dan kini berusia 8 tahun dengan minat di bidang seni.
Shafiyyah menjalani berbagai terapi termasuk stem cell, terapi makan, serta pendampingan intensif; keluarga bahkan sempat tinggal di Solo demi mengikuti program terapi yang dibutuhkan.
Setiap orangtua tentu memiliki perjalanan yang berbeda dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ada yang berjalan mulus, tetapi tidak sedikit pula yang harus melalui berbagai tantangan dan perjuangan yang menguras tenaga maupun emosi.
Hal itulah yang dibagikan oleh Shireen Sungkar melalui unggahan terbarunya di Instagram pada Rabu (01/07/2026).
Dalam unggahan tersebut, Shireen memperkenalkan Shafiyyah yang kini telah berusia 8 tahun sekaligus menceritakan perjalanan panjang sang putri setelah pernah didiagnosis autisme saat masih berusia sekitar 2,8 bulan.
Bagaimana kisahnya? Yuk, simak yang telah dirangkum oleh Popmama.com berikut ini.
Shafiyyah didiagnosis Autisme Sejak Usia 2,8 bulan

Dalam unggahannya, Shireen Sungkar memperkenalkan putrinya yang bernama Shafiyyah Mecca Al Fatih. Kini, Shafiyyah telah berusia 8 tahun dan tumbuh menjadi anak yang memiliki minat di bidang seni.
Shireen mengungkapkan bahwa putrinya pernah didiagnosis autisme saat berusia sekitar 2,8 bulan. Momen tersebut menjadi awal perjalanan panjang bagi keluarga untuk memahami kebutuhan Shafiyyah sekaligus mencari berbagai cara agar ia mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Shireen memilih untuk terus mendampingi sang putri dengan penuh kasih sayang. Baginya, setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda dan layak mendapatkan dukungan terbaik dari keluarga.
Gemar Menggambar dan Membuat Kreasi dari Clay

Shafiyyah memiliki hobi yang membuatnya bahagia. Shireen menceritakan bahwa putrinya sangat menyukai kegiatan menggambar dan membuat berbagai bentuk menggunakan clay.
Kegemaran tersebut menjadi salah satu cara Shafiyyah mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya. Hasil karya yang dibuat pun menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang ia nikmati.
Unggahan Shireen pun memperlihatkan sisi lain dari Shafiyyah sebagai anak yang memiliki ketertarikan dan bakatnya sendiri. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika mendapat dukungan dari lingkungan terdekat.
Jalani Berbagai Terapi, Termasuk Stem Cell

Shireen juga mengenang berbagai upaya yang telah dilakukan demi mendukung tumbuh kembang putrinya. Ia mengungkapkan bahwa Shafiyyah menjalani terapi hampir setiap hari.
Salah satu terapi yang diceritakan adalah terapi stem cell. Shireen mengaku sang putri kerap menangis ketika harus menerima suntikan, tetapi proses tersebut tetap dijalani sebagai bagian dari ikhtiar keluarga.
Tak hanya itu, mereka juga menjalani terapi makan serta mencoba berbagai bentuk pendampingan lainnya. Bahkan, keluarga sempat tinggal sementara di Solo agar Shafiyyah dapat mengikuti program terapi yang dibutuhkan.
Perjalanan mendampingi anak bukanlah hal yang mudah. Namun, ia merasa kehadiran Shafiyyah justru membuat keluarganya menjadi lebih hangat. Shireen mengatakan bahwa dirinya dan keluarga menjadi lebih sering mengangkat kedua tangan untuk memohon kepada Allah, dengan keyakinan bahwa selalu ada jalan terbaik yang akan diberikan.
Unggahan tersebut pun menuai banyak respons positif dari warganet. Tak sedikit yang memberikan doa dan dukungan kepada Shafiyyah.
Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bagi Mama untuk terus mendampingi si Kecil dengan penuh cinta, kesabaran, dan harapan, karena setiap langkah kecil yang berhasil dicapai adalah pencapaian yang patut dirayakan.


















