Selama kurang lebih 4 bulan korban menahan semua siksaan dari AP dan teman-temannya. Ia mengalami trauma psikologis yang sangat berat akibat rangkaian kekerasan seksual yang dilakukan oleh puluhan pelaku dalam kurun waktu beberapa bulan.
Korban mengalami trauma mendalam karena terus-menerus berada di bawah ancaman para pelaku, yang membuatnya tidak berani melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya selama berbulan-bulan.
Saat akhirnya korban mau terbuka, dari keterangan polisi ia sampai menangis terisak ketika diinterogasi oleh kakek dan neneknya mengenai kebiasaannya pulang larut malam. Selain korban, nenek korban juga dilaporkan turut mengalami trauma akibat peristiwa keji yang menimpa cucunya tersebut.
Untuk membantu korban, ia telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan asesmen psikiater. Hingga laporan terakhir, korban telah menjalani dua kali pemeriksaan psikiater sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma. Selain itu, untuk menjamin keamanan dan melindunginya dari potensi intimidasi lanjutan oleh gerombolan pelaku, korban kini ditempatkan di rumah aman milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinsos PPA Sampang menyatakan bahwa kondisi korban berangsur membaik, namun pemulihan trauma tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu