“Hari pertama sekolah bukan hanya tentang seragam, kelas baru, atau ruang kelas baru, tetapi tentang langkah kecil seorang anak memasuki dunia yang lebih besar. Dan di langkah pertama ini, mereka butuh melihat wajah yang paling mereka percaya, yaitu ayah dan ibunya,” kata Sherly Tjoanda.
Sherly Tjoanda Imbau Gerakan Ayah Mengantar Anak Di Hari Pertama Sekolah

- Sherly Tjoanda mengajak para orangtua, khususnya ayah, untuk meluangkan waktu mengantar anak di hari pertama sekolah sebagai bentuk dukungan emosional dan kehadiran yang berarti bagi anak.
- Gubernur Maluku Utara itu menekankan bahwa momen sederhana ini memberi rasa aman, semangat, serta pesan kepercayaan diri bagi anak saat memulai perjalanan pendidikan barunya.
- Sherly juga memberikan izin khusus bagi ASN dan pegawai pemerintah agar dapat ikut Gerakan Ayah Mengantar Anak pada 6 Juli 2026 demi menciptakan kenangan berharga bersama anak.
Hari pertama sekolah selalu menjadi momen yang mendebarkan, khususnya bagi anak-anak. Karena itu, kehadiran orangtua di hari pertama sekolah memiliki makna yang sangat besar.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, pun mengajak para orangtua untuk meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, khususnya para papa yang hari-harinya lebih banyak disibukkan untuk bekerja.
Tanpa disadari, mengantarkan anak ke sekolah menjadi bentuk dukungan emosional yang akan selalu dikenang oleh anak. Berikut Popmama.com siap membahas informasi mengenai Sherly Tjoanda imbau gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah.
Table of Content
1. Hari pertama sekolah menjadi langkah awal anak memasuki dunia yang lebih luas
Menurut Sherly Tjoanda, hari pertama sekolah bukan sekadar tentang mengenakan seragam baru atau memasuki ruang kelas yang berbeda. Momen tersebut merupakan awal perjalanan seorang anak untuk mengenal dunia yang lebih luas, membangun keberanian, dan belajar menjadi pribadi yang mandiri.
Di saat seperti ini, anak membutuhkan kehadiran sosok yang paling mereka percaya, yaitu mama dan papanya. Wajah orangtua yang menemani di awal perjalanan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi sumber kekuatan bagi anak untuk menghadapi lingkungan baru dengan lebih percaya diri.
“Karena bagi anak, di antara orangtua, bukan sekedar ditemani sampai gerbang sekolah. Ini adalah pesan kata bahwa, kamu tidak sendiri, kami percaya kamu bisa, melangkahlah masa depanmu. Kami doakan,” tambahnya.
2. Kehadiran orangtua menjadi bentuk dukungan emosional bagi anak

Sherly menjelaskan bahwa mengantar anak ke sekolah memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar menemani hingga gerbang sekolah. Kehadiran orangtua merupakan simbol bahwa anak tidak menjalani semuanya seorang diri.
Melalui momen sederhana tersebut, orangtua seolah menyampaikan pesan bahwa mereka percaya anak mampu menghadapi tantangan baru. Selain memberikan semangat, kehadiran orangtua juga menjadi doa dan dukungan agar anak berani melangkah lebih jauh.
“Saya mengajak seluruh orangtua di Maluku Utara untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya di hari pertama sekolah. Mari kita dukung gerakan Ayah Mengantar Anak di hari pertama sekolah kepada seluruh ASN dan pegawai pemerintah Provinsi Maluku Utara yang putra-putrinya memulai jenjang pendidikan baru,” ungkap Sherly Tjoanda.
3. Sherly Tjoanda mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak

Kebersamaan di awal perjalanan pendidikan dapat menjadi kenangan berharga bagi anak. Sherly juga mengimbau seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang anaknya mulai memasuki jenjang pendidikan baru agar ikut berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak.
“Saya memberikan izin untuk telat, hari Senin, tanggal 6 Juli 2026, sehingga Bapak Ibu bisa mengantar anak-anaknya sekolah di hari pertama sekolahnya nanti. Pekerjaan penting, tanggung jawab besar, tapi ada momen dalam hidup anak yang tidak bisa diulangkan,” ujar Sherly Tjoanda.
4. Kenangan hari pertama sekolah akan selalu membekas dalam ingatan anak

Hari pertama sekolah merupakan hal yang penting bagi anak, terlebih jika ada orangtua yang memberikan dukungan dengan mengantarnya.
Bisa jadi, hari di mana Mama dan Papa mengantar anak sekolah untuk pertama kali menjadi kenangan yang membekas hingga dirinya dewasa.
“Anak-anak mungkin akan lupa isi pelajaran hari pertama, mereka mungkin lupa siapa teman sebangkunya, tapi mereka akan selalu mengingat siapa yang menggenggam tangannya saat ia mulai berani melangkah,” tegas Sherly Tjoanda.
5. Mengantar anak ke sekolah berarti mengantarkan mereka menuju masa depan

Setiap masa depan yang besar selalu diawali oleh langkah-langkah kecil. Hari pertama sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan panjang seorang anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya.
Tindakan sederhana mengantar anak memiliki makna yang jauh lebih besar. Mengantar anak di hari pertama sekolah merupakan bentuk cinta, perhatian, dan dukungan yang menjadi bekal mereka dalam menapaki masa depan.
Dengan hadir di samping anak pada momen penting ini, orangtua turut menguatkan langkah pertama mereka menuju perjalanan hidup yang lebih panjang.
“Karena masa depan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan langkah itu menjadi lebih kuat ketika orangtua hadir di samping anaknya. Jangan hanya antar anak ke sekolah, antarkan mereka menuju masa depan,” pungkasnya.
Itu dia informasi mengenai Sherly Tjoanda imbau gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah. Apakah Mama dan Papa sudah mengantar anak ke sekolah di hari pertamanya?












-e3hkDbqTRXtlRRwWVpa0Ed2cH6D9xac4.png)








