Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatra Utara, Herdensi Adnin, mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Sudah 823 siswa menjadi korban keracunan MBG.
Data ini mencakup 807 kasus di Kabupaten Karo, 11 kasus di Deli Serdang, dan 16 kasus di Pakpak Bharat.
Angka yang sangat memprihatinkan untuk program yang seharusnya membantu gizi anak.
Ombudsman akan mendorong tindakan tegas terhadap SPPG yang melakukan pelanggaran berat. Bahkan, mereka akan merekomendasikan penutupan SPPG yang terbukti melakukan kesalahan serius.
Dalam kasus Karo ini, Badan Gizi Nasional mengungkap dugaan kelalaian terjadi akibat penyimpanan bahan baku ikan, yang disebut tidak disimpan di freezer dan dibiarkan pada suhu ruang selama 12 jam atau lebih.
Febiola sendiri menjadi salah satu korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, pada Kamis (13/8/2026) lalu.
Remaja yang dikenal sebagai sosok juara kelas di sekolah ini, justru harus terbaring lemah akibat kehilangan ingatan yang dialaminya.
Kisah Febiola menjadi pengingat pahit bahwa program yang diharuskan untuk kesejahteraan anak-anak ini bisa berubah menjadi mimpi buruk jika tidak dikelola dengan baik.
Keluarga berharap ada evaluasi menyeluruh agar tidak ada lagi korban di masa depan. Semoga Febiola segera pulih dan ingatannya kembali seperti sedia kala.