10 Ide Aktivitas Fisik Indoor saat PJJ, agar Anak Tidak Bosan

- Erupsi Anak Krakatau membawa abu hingga Jabodetabek, mendorong PJJ dan pembatasan aktivitas luar ruang karena kualitas udara buruk; anak usia 6–9 tahun rentan bosan, jenuh, atau stres.
- Orangtua dapat mengajak anak bergerak di rumah melalui rintangan mini, berburu harta karun, menari, senam atau yoga, lava floor, balon, bola kaos kaki, serta gerakan hewan.
- Permainan lampu hijau-lampu merah, gim kebugaran virtual, dan kelas daring dapat menjaga anak aktif; aktivitas bersama juga mendukung kebugaran, fokus, relaksasi, serta suasana belajar yang menyenangkan.
Aktivitas erupsi gunung anak krakatau memberikan banyak dampak di beberapa sektor bidang. Salah satunya sektor pendidikan. Karena abu yang dihasilkan terbawa angin hingga ke Jabodetabek, pada akhirnya pemerintah turun tangan untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Akibat dari peristiwa tersebut, si Anak mau tidak mau harus berdiam diri di rumah. Mama Papa juga pasti khawatir anak akan bosan bila terus berada di rumah. Karena selain harus beradaptasi dengan materi pelajaran sekolah, anak-anak juga diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan (outdoor) guna menghindari paparan abu vulkanik dan kualitas udara yang buruk.
Bagi anak usia 6–9 tahun, masa ini adalah fase di mana mereka sangat aktif bergerak dan membutuhkan penyaluran energi harian. Pembatasan aktivitas di luar ruangan kerap kali membuat mereka merasa bosan, jenuh, atau bahkan stres.
Nah Popmama.com punya solusinya nih! Untuk membantu si Anak tetap fit, aktif, dan ceria di dalam rumah, berikut adalah 10 ide aktivitas fisik indoor saat PJJ, agar anak tidak bosan. Yuk disimak.
1. Bermain wisata rintangan

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Aktivitas wisata rintangan dapat membantu anak bermain dengan orangtuanya, nih, Ma! uang keluarga atau ruang tamu dapat menjadi lintasan rintangan mini. Gunakan benda-benda aman yang ada di rumah untuk melatih ketangkasan dan keseimbangan anak.
Cara bermainnya juga mudah banget. Letakkan bantal di lantai untuk dilompati, gunakan pita atau tali rapia di lantai untuk berjalan seimbang, dan letakkan kursi sebagai terowongan yang harus dikangkangi atau dipanjat.
Manfaatnya bukan sekedar hiburan, tetapi juga dapat melatih kelincahan dan keseimbangan tubuh si Anak, Ma!
2. Main berburu harta karun

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Adegan berburu harta karun, seperti di film Pirates of the Caribbean menjadi ide yang dapat memenuhi imajinasi anak, lho. Aktivitas ini akan membuat anak bergerak sekaligus melatih kemampuan memecahkan masalah dan mengamati lingkungan sekitar.
Cara bermainnya, Mama Papa bisa sembunyikan 5–10 benda kesukaan anak di area rumah tertentu. Berikan petunjuk bergambar atau teka-teki sederhana yang meminta mereka berjalan cepat, melompat, atau merangkak dari satu ruangan ke ruangan lain untuk menemukannya
Manfaatnya untuk menjaga anak tetap bergerak aktif sekaligus mengasah logikanya!
3. Menari bersama

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Anak-anak pasti senang sekali jika diajak berdansa, iya gak sih, Ma? Mama atau Papa bisa banget mengajak anak berdansa di ruang keluarga. Putar musik favorit anak dan biarkan mereka menari bebas.
Manfaatnya selain memberikan kesempatan pada anak untuk eksplor gerakan yang disukainya, tentu saja agar anak tetap bergerak di dalam rumah. Kegiatan ini juga dapat melepaskan hormon kesenangan, lho, Ma.
4. Senam atau yoga

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Senam atau yoga tidak hanya dilakukan pada orang dewasa. Anak-anak tentu saja bisa mengikuti senam atau yoga dengan gerakan yang sesuai dengan usianya. Senam dan yoga tidak hanya bermanfaat menjaga kondisi fisik, tetapi juga efektif meredakan kejenuhan PJJ pada anak.
Mama bisa mengajak anak untuk menirukan gerakan yoga bertema hewan, seperti gerakan cobra, downward dog, atau tree pose. Mama juga bisa memanfaatkan video panduan senam anak interaktif di internet.
Manfaat senam dan yoga pada anak adalah untuk meningkatkan kelenturan tubuh, memperkuat otot, dan melatih teknik pernapasan untuk relaksasi pada anak.
5. Lava Floor Challenge

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI The floor is lava adalah permainan yang unik dan berasal dari Amerika Serikat. Permainannya klasik yang sudah pasti disukai oleh anak-anak. Cara bermainnya juga mudah banget. Anggap seluruh lantai ruangan sebagai lava panas.
Nantinya, Mama Papa dan si Anak hanya boleh berpindah dari satu sisi ruangan ke sisi lain dengan menginjak bantal, karpet kecil, atau kepingan matras tanpa menyentuh lantai secara langsung.
Manfaat permainan ini untuk melatih koordinasi kaki dan mata anak serta keseimbangannya!
6. Bermain balon

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Bermain bola di dalam rumah memang membahayakan. Nah bolanya bisa banget diganti dengan balon nih, Ma. Tiup balon dan anak akan memukulnya menggunakan tangan.
Agar tetap seru, buat aturan sederhana, seperti balon tidak boleh menyentuh lantai. Mama juga bisa membentangkan tali sebagai jaring pembatas di tengah ruangan. Aktivitas ini dapat melatih refleks dan fokus anak.
7. Bermain bola kaos kaki

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Anak yang aktif kegiatan salah satunya suka menendang-nendang sesuatu gak sih, Ma? Lempar bola kaos kaki bisa banget dijadikan ide aktivitas. Cara bermainnya gampang banget, gulung beberapa pasang kaos kaki hingga membentuk bola-bola empuk.
Siapkan wadah seperti ember, keranjang pakaian, atau dus bekas di ujung ruangan. Minta anak melempar bola kaos kaki ke dalam wadah dari jarak tertentu. Aktivitas ini dapat memperkuat otot kaki anak juga, Ma.
8. Menirukan pergerakan hewan

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Anak adalah peniru handal atas apa yang mereka lihat. Mama Papa bisa mengajak anak menirukan gerakan serta suara berbagai jenis hewan sambil melintasi lorong atau ruang tengah rumah.
Aturan cara bermainnya juga mudah, tentukan rute dari satu sudut ruangan ke sudut lain. Minta anak bergerak menggunakan gaya hewan tertentu, misalnya jalan kepiting (merangkak miring), melompat seperti katak, atau berjalan lambat tetapi kokoh seperti gajah
Aktivitas ini memberikan manfaat untuk menguatkan berbagai kelompok otot tubuh serta melatih daya tahan fisik pada anak.
9. Permainan lampu hijau, lampu merah

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI Siapa yang tidak tahu film Squid Game? Salah satu permainan di film tersebut adalah permainan lampu hijau, lampu merah yang berasal dari permainan tradisional Korea Selatan.
Cara bermainnya pun mudah, orangtua berdiri membelakangi anak di ujung ruangan. Saat orangtua berkata "Lampu Hijau!", anak berjalan atau berlari mendekat. Saat orangtua membalikkan badan dan berteriak "Lampu Merah!", anak harus langsung berhenti diam seketika.
Aktivitas ini dapat mengembangkan kontrol diri dan konsentrasi pada anak.
10. Virtual Fitness Games

Popmama.com/Raisha Nurul Riza/AI PS, Nintendo Switch pasti sudah tidak asing lagi ya. Manfaatkan virtual gim tersebut untuk membantu anak bergerak di dalam rumah. Ketika anak bermain Nintendo Switch, permainannya akan mengajak anak untuk menggerakan tubuhnya.
Mama juga bisa mengajak anak untuk mengikuti kelas kebugaran anak secara daring. Aktivitas ini memanfaatkan durasi screen time menjadi aktivitas bernilai sehat dan interaktif.
Menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental anak tetap menjadi prioritas utama selama masa Pembelajaran Jarak Jauh akibat erupsi Anak Krakatau. Melalui 10 aktivitas fisik indoor saat PJJ, agar anak tidak bosan, anak dapat menyalurkan energi mereka secara positif dan terhindar dari rasa jenuh meskipun harus beraktivitas penuh di dalam rumah.
Selain itu, momen bermain bersama ini menjadi kesempatan emas bagi Mama Papa untuk mempererat ikatan emosional serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan kreativitas dan pendampingan yang tepat, keterbatasan situasi darurat tidak akan menghalangi anak untuk tetap aktif, sehat, dan ceria.





















