- air minum untuk persediaan minimal tiga hari,
- biskuit atau crackers,
- energy bar atau cokelat,
- makanan kaleng siap santap dan tahan lama.
Ajarkan Anak untuk Siapkan Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya?

Siapkan kebutuhan dasar anak seperti: air minum, makanan tahan lama, perlengkapan P3K, dan obat pribadi sesuai kebutuhan.
Lengkapi dengan alat perlindungan dan penyelamatan seperti: senter, baterai cadangan, peluit darurat, masker, hand sanitizer, tisu, jas hujan, dan selimut darurat.
Masukkan barang penting dan benda yang membuat anak tenang, yaitu: handphone, charger, powerbank, kartu informasi darurat, uang tunai, radio, serta buku atau mainan kecil untuk membantu anak tetap tenang.
Bencana seperti gempa bumi, banjir, atau erupsi gunung api dapat terjadi tanpa diduga. Anak usia 10–12 tahun pun perlu mengenal langkah sederhana untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan memiliki tas siaga bencana.
Mama bisa mengajak anak menyiapkan tas berisi kebutuhan pribadinya. Anak juga perlu mengetahui fungsi setiap barang dan belajar memeriksa isi tas secara berkala.
Dengan begitu, ketika keadaan darurat terjadi, anak sudah tahu barang apa yang harus dibawa dan kapan harus meminta bantuan orang dewasa.
Berikut Popmama.com telah merangkum barang-barang apa saja yang perlu disiapkan dalam tas siaga bencana anak.
Yuk, simak!
1. Bawa air minum dan makanan tahan lama

Popmama.com/Violin Heldina/AI Kebutuhan dasar yang wajib yang harus dibawa:
Air minum menjadi salah satu kebutuhan paling penting ketika terjadi bencana. Anak perlu memiliki persediaan air yang cukup untuk diminum selama berada dalam situasi darurat. Pilih botol yang mudah dibawa dan tidak terlalu berat untuk anak.
Makanan yang dimasukkan ke dalam tas sebaiknya praktis, tahan lama, dan bisa langsung dikonsumsi. Biskuit, crackers, energy bar, cokelat, serta makanan kaleng siap santap dapat menjadi pilihan.
Mama bisa mengajak anak memilih beberapa makanan yang ia sukai agar lebih mudah dimakan ketika sedang cemas.
Jangan lupa memeriksa tanggal kedaluwarsa secara berkala. Makanan yang sudah mendekati masa kedaluwarsa dapat diganti dengan yang baru.
2. Bawa perlengkapan P3K dan obat pribadi

Popmama.com/Violin Heldina/AI Keperluan P3K dan obat-obatan yang wajib dibawa:
- plester luka,
- kasa steril,
- perban atau perban elastis,
- oxycan,
- antiseptik, seperti povidone iodine atau alcohol swab,
- obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen,
- obat flu dan demam,
- obat pribadi sesuai kebutuhan,
- vitamin atau suplemen jika diperlukan.
Perlengkapan P3K dapat membantu menangani luka ringan yang mungkin terjadi saat keadaan darurat. Anak bisa diajarkan mengenali fungsi plester, kasa, perban, dan antiseptik agar tahu kegunaan masing-masing barang.
Jika anak memiliki obat yang harus dikonsumsi secara rutin, Mama juga perlu memastikan persediaannya tersedia. Namun, anak tidak perlu diberikan tanggung jawab untuk menentukan dosis atau mengonsumsi obat sendiri.
Penggunaan obat tetap harus mengikuti arahan orangtua atau tenaga kesehatan. Oxycan juga dapat dimasukkan jika keluarga memang biasa menyediakannya untuk keadaan darurat, tetapi penggunaannya perlu mengikuti petunjuk dan bukan pengganti pertolongan medis.
3. Bawa senter dan alat untuk memberi sinyal

Popmama.com/Violin Heldina/AI Peralatan yang harus disediakan dan ada di dalam tas siaga bencana:
- senter terang,
- baterai cadangan,
- senter kepala,
- peluit darurat,
- multitool atau pisau lipat,
- korek api atau pemantik untuk dikelola orang dewasa.
Senter akan sangat berguna ketika listrik padam atau kondisi sekitar menjadi gelap. Pastikan baterai senter masih berfungsi dan simpan baterai cadangan di dalam tas.
Senter kepala juga dapat membantu karena tangan anak tetap bebas digunakan untuk membawa barang atau berpegangan. Peluit darurat bisa digunakan untuk memberi tanda ketika anak membutuhkan pertolongan dan sulit berteriak.
Beberapa barang seperti pisau lipat, multitool, korek api, atau pemantik memiliki risiko keselamatan. Barang tersebut sebaiknya dibawa dan dikelola oleh orang dewasa, bukan digunakan anak tanpa pengawasan.
Mama perlu mengajarkan anak bahwa keselamatan lebih penting daripada mencoba menggunakan semua perlengkapan yang ada di dalam tas.
4. Bawa perlengkapan kebersihan dan perlindungan diri

Popmama.com/Violin Heldina/AI Perlengkapan kebersihan yang harus dibawa:
- masker N95 atau masker medis,
- hand sanitizer,
- tisu basah,
- tisu kering,
- tisu kebersihan,
- jas hujan sekali pakai,
- selimut darurat atau emergency blanket,
- pembalut sesuai kebutuhan.
Kondisi setelah bencana mungkin membuat anak harus berada di tempat yang kurang nyaman atau jauh dari fasilitas rumah. Perlengkapan kebersihan dapat membantu anak tetap menjaga kebersihan diri.
Masker dapat digunakan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari debu atau partikel di udara. Hand sanitizer dan tisu juga dapat membantu ketika akses air bersih terbatas.
Jas hujan sekali pakai berguna jika anak harus berada di luar ruangan saat hujan. Selimut darurat dapat membantu menjaga tubuh tetap hangat.
Anak perempuan yang sudah menstruasi juga sebaiknya membawa persediaan pembalut yang cukup untuk kebutuhan pribadi.
5. Bawa barang penting untuk tetap terhubung dengan keluarga

Popmama.com/Violin Heldina/AI Barang penting untuk tanda pengenal yang harus dibawa:
- kartu identitas atau kartu informasi darurat,
- salinan dokumen penting yang diperlukan,
- uang tunai (pecahan kecil),
- handphone,
- charger,
- powerbank,
- radio portabel,
- foto keluarga (antisipasi bila kehilangan keluarga),
- buku kecil atau mainan untuk menenangkan diri.
Handphone dan powerbank dapat membantu anak tetap berkomunikasi dengan keluarga ketika jaringan masih tersedia. Radio portabel juga bisa menjadi sumber informasi apabila jaringan telepon atau internet mengalami gangguan.
Untuk anak, Mama dapat membuat kartu informasi darurat yang mencantumkan nama anak, nama orangtua, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.
Dokumen penting seperti KTP dan dokumen keluarga lainnya sebaiknya tetap dikelola oleh orang dewasa.
Uang tunai dalam pecahan kecil juga dapat disiapkan untuk kebutuhan tertentu. Sementara itu, foto keluarga dapat membantu anak mengenali anggota keluarganya jika mereka terpisah dalam situasi darurat.
Mama juga bisa memasukkan buku tipis atau mainan kecil yang disukai anak. Benda tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membantu anak merasa lebih tenang ketika harus menunggu di tempat pengungsian.
Itulah barang-barang penting yang perlu ada di tas siaga bencana. Ajak anak menyiapkan barang-barangnya sendiri sambil menjelaskan fungsi setiap perlengkapan.
Pastikan tas diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan diperiksa secara berkala bersama keluarga.
Dengan persiapan sederhana tersebut, anak dapat belajar menjadi lebih mandiri, tenang, dan siap menghadapi situasi tidak terduga bersama keluarga.
Semoga membantu ya, Ma!





















