Mendengar anak memilih keluar rumah atau menjaga jarak dari keluarga tentu bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi orangtua. Namun sebelum langsung melabeli anak sebagai “durhaka”, ada baiknya Mama dan Papa mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam banyak kasus, keputusan untuk menjauh bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Sering kali ada proses panjang, perasaan yang menumpuk, dan kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Tentu setiap keluarga memiliki cerita yang berbeda, tetapi memahami beberapa hal berikut dapat membantu orangtua melihat situasi dari sudut pandang yang lebih luas.
