7 Aturan Terbaik Keluarga untuk Perkuat Pondasi Emosi Anak

- Menumbuhkan rasa empati dengan memberikan tanggungjawab sederhana pada anak
- Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin untuk membangun kesehatan mental keluarga
- Membatasi penggunaan gawai saat aktivitas keluarga untuk membentuk ikatan keluarga yang harmonis
Setiap keluarga, pasti memiliki aturan unik baik yang tertulis maupun tidak sebagai panduan bagi seluruh anggota di rumah.
Peraturan ini bukan hanya sekadar batasan untuk menjaga sikap dan moral anak saja melainkan fondasi utama agar nilai-nilai baik tersebut tumbuh menjadi karakter kuat dalam jati dirinya.
Namun, muncul pertanyaan apakah aturan tersebut memang bisa dilakukan dan sudah sesuai jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat Mama mengurus anak di rumah?
Berikut ini Popmama.com telah merangkum 7 aturan keluarga yang bisa Mama praktikan di rumah. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Menumbuhkan rasa empati

Menumbuhkan rasa empati anak di keluarga adalah salah satu fondasi penting yang perlu Mama terapkan pada keluarga.
Caranya tidak sulit, cukup dengan memberikan tanggungjawab sederhana seperti melibatkan anak untuk ikut serta dalam tugas rumah dan merapihkan barang mainan yang sudah selesai dimainkan.
Anak yang memiliki rasa empati akan mampu memahami dan menghargai orang lain, menempatkan diri serta mengolah emosinya dengan baik.
2. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin

Menyelesaikan masalah dengan hati tenang dan kepala dingin merupakan aturan yang tepat untuk Mama terapkan di rumah.
Saat emosi sedang memuncak, pilihlah untuk menarik napas sejenak agar suasana rumah menjadi lebih baik. Dengan mengutamakan komunikasi yang sejuk dibandingkan amarah, secara tak langsung membangun fondasi kesehatan mental keluarga yang kuat.
3. Berlatih mandiri

Mandiri sejatinya tidak dapat sejalan tanpa adanya konsisten, mempraktikan kemandirian di kehidupan sehari-hari tak hanya bermanfaat untuk kehidupan orangtua saja, melainkan pada kehidupan anak.
Misalnya saja ketika anak terbiasa mandiri untuk bangun sendiri tanpa disuruh, tentunya hal tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan anak.
4. Membiasakan mengucapkan kata maaf, tolong dan terimakasih

Anak sejatinya adalah peniru yang hebat, Mama bisa membangun pondasi emosi anak yang kuat dengan cara yang mudah seperti membiasakan mereka mengucapkan tiga kalimat ajab ini, yaitu maaf, tolong dan terimakasih.
Lewat kata tolong, anak belajar untuk rendah hati. Sementara ucapan terima kasih akan menumbuhkan rasa syukur serta perasaan menghargai orang di sekitarnya. Mama juga perlu mengajarkan kata maaf sebagai kunci agar anak belajar tangung jawab atas kesalahan mereka.
5. Membatasi penggunaan gawai saat aktivitas keluarga

Memberikan batasan penggunaan handphone atau gawai merupakan aturan yang dapat Mama coba dan terapkan di keluarga. Selain membantu anak untuk mengurangi kemelekatan terhadap gawai.
Aturan ini juga dapat membentuk ikatan keluarga yang jauh lebih harmonis. Mama dapat mencoba dengan menerapkan larangan gawai saat makan bersama atau memberikan ruang khusus tanpa handphone saat melakukan aktivitas keluarga bersama.
6. Menumbuhkan nilai keagamaan

Menanamkan nilai keagamaan dalam keluarga, bukan hanya sekadar soal ibadah saja tetapi pentingnya mengenalkan mereka pada prinsip hidup serta bagaimana bersikap bijak terhadap sesama.
Keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan, menjadi kunci utama untuk meningkatkan resiliensi dan daya tahan mental si Anak, khususnya saat mereka harus menghadapi ujian hidup.
Hal ini diperkuat oleh berbagai penelitian yang membuktikan bahwa anak dengan pondasi nilai agama yang kuat cenderung lebih tenang, tidak mudah cemas, serta memiliki empati terhadap orang lain.
7. Mengajarkan kejujuran dalam keluarga

Kejujuran adalah aturan terakhir yang tidak boleh Mama lewatkan sebagai aturan keluarga. Menariknya kejujuran dapat Mama terapkan melalui tindakan kecil saja seperti berkata jujur antara satu sama lain dan menepati janji yang telah disepakati bersama.
Agar lebih seru, ajak si Anak membaca buku cerita bertema kejujuran untuk membantunya memahami makna jujur dengan cara yang menyenangkan.
Secara ilmiah, metode ini sangat efektif membantu anak mengenali konsekuensi sebuah tindakan tanpa merasa dihakimi.
Itulah ma, informasi dan rekomendasi aturan keluarga terbaik yang dapat Mama terapkan sebagai aturan keluarga. Mari bersama menciptakan ruang aman dengan cara menentukan aturan yang tepat untuk keluarga.


















