Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Perlu Dipelajari Gen Alpha untuk Jadi Pemimpin!

4 min read
5 Hal yang Perlu Dipelajari Gen Alpha untuk Jadi Pemimpin!
Pexels/Gustavo Fring
  • Gen Alpha perlu mendengarkan kritik tanpa terburu-buru defensif, lalu bertanya untuk memahami sudut pandang dan bagian yang perlu diperbaiki.

  • Calon pemimpin perlu membedakan kritik terhadap tindakan dari serangan pribadi, serta menilai dasar, konteks, dan fakta sebelum memutuskan respons.

  • Kritik yang relevan dapat dijadikan ruang belajar dan perbaikan; namun tidak semua masukan harus diikuti agar prinsip serta pertimbangan pribadi tetap terjaga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi pemimpin di masa depan bukan hanya soal berani berbicara, mengambil keputusan, atau membuat orang lain mengikuti arahan kita. Ada satu kemampuan yang mungkin terasa sederhana, tetapi sebenarnya tidak mudah dilakukan yaitu mau mendengarkan ketika seseorang memberikan kritik.

Pesan tersebut turut disampaikan oleh @ayankirma melalui Instagram. Ia mengingatkan Gen Alpha yang kelak menjadi pemimpin untuk tidak buru-buru marah atau merasa diserang ketika menerima kritik.

Dengarkan terlebih dahulu, sebab tidak semua kritik itu benar, tetapi tidak semua kritik juga harus ditolak. Gen Alpha akan tumbuh di tengah dunia yang semakin terbuka.

Pendapat bisa disampaikan dengan cepat, keputusan bisa dipertanyakan, dan kesalahan dapat dengan mudah menjadi bahan pembicaraan. Karena itu, kemampuan menghadapi kritik menjadi bagian penting yang perlu dilatih sejak sekarang.

Lantas, apa saja hal yang perlu dipelajari Gen Alpha untuk jadi pemimpin?

Berikut Popmama.com merangkum 5 hal yang perlu dipelajari Gen Alpha untuk jadi pemimpin. Yuk, simak!

  1. 1. Dengarkan dulu sebelum buru-buru membela diri

    Dengarkan dahulu apa yang disampaikan orang lain
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Ketika mendengar sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, reaksi pertama yang muncul mungkin adalah ingin membantah. Rasanya seperti harus segera menjelaskan bahwa kita tidak salah atau bahwa orang lain tidak memahami situasinya.

    Namun, coba tahan keinginan tersebut. Dengarkan sampai orang tersebut selesai menyampaikan pendapatnya.

    Mendengarkan bukan berarti langsung mengakui bahwa kritik tersebut benar. Mendengarkan hanya berarti memberi diri sendiri kesempatan untuk memahami sudut pandang orang lain.

    Calon pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk menerima informasi yang tidak selalu menyenangkan. Justru dari percakapan seperti inilah seseorang bisa menemukan hal yang sebelumnya tidak disadari.

    Kalau ada bagian yang belum jelas, jangan takut bertanya. Misalnya:

    “Bagian mana yang menurut kamu perlu saya perbaiki?”

    Pertanyaan sederhana seperti ini bisa membantu mengubah kritik menjadi percakapan yang lebih membangun.

  2. 2. Bedakan kritik dengan serangan pribadi

    Pahami bahwa kritik dan menyerang secara pribadi itu berbeda
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Tidak semua kritik merupakan bentuk kebencian atau usaha untuk menjatuhkan. Ada kritik yang memang disampaikan karena seseorang melihat sesuatu yang bisa diperbaiki.

    Gen Alpha perlu belajar membedakan antara kritik terhadap tindakan dengan serangan terhadap diri sendiri.

    Ketika seseorang mengatakan:

    “Cara kamu menyampaikan pendapat tadi kurang jelas.”

    Kalimat tersebut sebenarnya sedang membahas cara berkomunikasi, bukan mengatakan bahwa kamu adalah orang yang buruk.

    Perbedaan ini penting karena cara kita memaknai kritik akan memengaruhi respons yang diberikan. Kalau setiap masukan dianggap sebagai serangan terhadap harga diri, kita akan lebih mudah bersikap defensif.

    Sebaliknya, ketika kritik dilihat sebagai informasi mengenai sesuatu yang bisa diperbaiki, kita memiliki ruang untuk belajar tanpa harus merasa kehilangan harga diri.

  3. 3. Pilah mana kritik yang perlu diperbaiki

    Pilih mana kritik yang benar-benar bagus dan membangun
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Tidak semua kritik harus langsung diterima begitu saja. Setelah mendengarkan, gunakan waktu untuk mempertimbangkan apakah masukan tersebut memang memiliki dasar.

    Tanyakan kepada diri sendiri, seperti:

    “Apakah ada benarnya?”

    “Apakah hal ini pernah disampaikan oleh orang lain?”

    Kalau ternyata kritik tersebut menunjukkan kesalahan yang memang terjadi, jangan gengsi untuk mengakuinya. Mengatakan:

    “Iya, bagian itu memang perlu saya perbaiki,”

    Itu tidak menandakan kamu lemah. Justru, keberanian mengakui kekurangan menunjukkan bahwa kamu memiliki kemauan untuk berkembang.

    Seorang calon pemimpin tidak harus mengetahui semuanya. Ada kalanya orang lain melihat sesuatu yang tidak kita lihat. Kemampuan menerima sudut pandang tersebut dapat membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih matang.

  4. 4. Pahami bahwa tidak semua kritik harus diikuti

    Kritik dari orang lain tidak harus diikuti atau dilakukan
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Mendengarkan kritik bukan berarti harus melakukan semua hal yang dikatakan orang lain.

    Ada masukan yang memang berguna, tetapi ada juga kritik yang tidak relevan dengan situasi. Bahkan, terkadang seseorang memberikan komentar berdasarkan asumsi yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

    Karena itu, setelah mendengarkan, tetap gunakan pertimbangan sendiri. Lihat konteksnya, pikirkan faktanya, lalu tentukan apa yang memang perlu dilakukan.

    Kamu boleh mengatakan dalam hati, seperti:

    “Saya sudah mendengarkan, tetapi saya tidak harus mengikuti semuanya.”

    Kemampuan memilah seperti ini penting bagi calon pemimpin. Jika terlalu mudah mengikuti setiap pendapat, seseorang bisa kehilangan prinsip. Sebaliknya, jika menolak semua masukan, kesempatan untuk belajar juga bisa hilang.

    Kuncinya bukan menerima atau menolak kritik secara otomatis, melainkan memahami terlebih dahulu sebelum mengambil sikap.

  5. 5. Jadikan kritik sebagai kesempatan untuk terus belajar

    Jadikan kritik dari orang lain sebagai kesempatan untuk belajar
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Begitu juga kamu. Karena itu, jangan biarkan satu kritik membuatmu merasa bahwa kamu adalah orang yang gagal.

    Coba lihat kritik sebagai salah satu bagian dari proses belajar dan bertumbuh. Kalau ada sesuatu yang memang perlu diperbaiki, gunakan masukan tersebut untuk melakukan perubahan.

    Kalau ada hal yang ternyata tidak sesuai dengan dirimu, kamu bisa mendengarkannya tanpa harus membawanya terus dalam pikiran.

    Kamu tidak harus menjadi seseorang yang selalu benar. Yang jauh lebih penting adalah memiliki keberanian untuk belajar ketika menyadari bahwa ada sesuatu yang belum kamu pahami.

    Kelak, ketika kamu dipercaya memimpin orang lain, mungkin akan ada keputusan yang dipertanyakan. Mungkin ada orang yang tidak setuju dengan caramu.

    Mungkin juga ada kesalahan yang baru kamu sadari setelah mendapat masukan.

    Itulah 5 hal yang perlu dipelajari Gen Alpha untuk jadi pemimpin. Jangan takut mengakui ketika masih ada hal yang belum kamu ketahui, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More