Manager IGD RSUD Abdul Moeloek, Maya Oktavia, menjelaskan bahwa korban datang ke rumah sakit dalam kondisi sadar penuh. Meski sadar, korban mengalami perdarahan di area luka sehingga dokter menyarankan tindakan penjahitan untuk menghentikan perdarahan tersebut.
Setelah penanganan awal selesai dilakukan, korban dipindahkan ke ruang bedah untuk menjalani perawatan lanjutan. Saat ini kondisi korban dilaporkan stabil dan masih berada dalam pengawasan intensif tim medis rumah sakit.
Pemeriksaan rutin juga terus dilakukan untuk memastikan kadar hemoglobin korban tetap aman dan tidak mengalami penurunan akibat perdarahan yang terjadi.
Demikian informasi mengenai kronologi duel berdarah pelajar SMP di Lampung. Kasus duel antar pelajar ini menjadi pengingat penting bahwa perundungan di lingkungan sekolah tidak boleh dianggap sepele.
Diperlukan perhatian dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar agar konflik antar siswa bisa diselesaikan dengan cara yang lebih aman serta sehat tanpa berujung pada kekerasan.