Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Viral Video Anak Laki-Laki Diduga Masukkan Mainan ke Vagina Temannya

5 min read
Viral Video Anak Laki-Laki Diduga Masukkan Mainan ke Vagina Temannya
Threads.com/@auliyaharrison
  • Video seorang anak laki-laki yang ditegur orang dewasa dikaitkan dengan dugaan insiden yang membuat seorang anak perempuan mengalami luka dan perdarahan.

  • Kronologi dibagikan oleh akun Threads yang mengaku sebagai ibu anak perempuan tersebut, sementara kondisi anak disebut memburuk pada malam setelah kejadian.

  • Belum ada keterangan resmi kepolisian dan medis yang memastikan kronologi, lokasi, maupun penyebab perdarahan serta demam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki tengah ditegur orang dewasa menjadi sorotan di media sosial. Video tersebut dikaitkan dengan dugaan kejadian seorang anak perempuan mengalami luka dan perdarahan di area genital setelah mainan disebut dimasukkan oleh teman laki-lakinya.

Cerita mengenai kejadian tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Threads @auliyaharrison yang mengaku sebagai ibu dari anak perempuan tersebut. Ia menceritakan kronologi sebelum anaknya pulang dalam keadaan histeris hingga kondisi anak setelah kejadian.

Namun, hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian yang dapat memastikan keseluruhan kronologi, lokasi, maupun penyebab medis perdarahan yang dialami anak. Karena melibatkan anak-anak, identitas keduanya juga perlu dilindungi.

Berikut Popmama.com rangkum kronologi berdasarkan keterangan ibu korban dan informasi yang beredar.

  1. 1. Sang Mama menegaskan anaknya keluar untuk mengambil pesanan makanan

    Sang Mama menegaskan anaknya keluar untuk mengambil pesanan makanan
    Pexels/Meruyert Gonullu

    Dalam unggahannya, Mama Aulia menjelaskan bahwa anak perempuannya tidak sedang bermain ketika kejadian itu diduga terjadi. Menurut keterangannya, sang Anak hanya keluar sebentar untuk mengambil pesanan makanan yang memang ditujukan untuk dirinya.

    “Kak, anakku itu nggak main, ya. Kakaknya sama adiknya lagi di kamar. Anak nomor duaku ini keluar untuk nunggu GoFood, mungkin niatnya sekalian nunggu sambil main sebentar. Pas masuk, dia histeris sambil pegangin area intimnya,” tulisnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa dirinya masih berada di rumah setelah menjalani cabut gigi. Karena anak hanya berada di sekitar lingkungan tempat tinggal, ia mengaku awalnya merasa situasinya masih aman.

    “Kenapa anakku yang ambil GoFood? Karena itu pesanan dia, dia yang mau makan. Aku juga habis cabut gigi. Toh, kupikir aman karena masih di dalam lingkungan cluster,” lanjutnya.

  2. 2. Anak disebut pulang dalam keadaan histeris dan mengalami perdarahan

    Anak disebut pulang dalam keadaan histeris dan mengalami perdarahan
    Pexels/Polina Zimmerman

    Menurut keterangan, anaknya kemudian kembali ke rumah dalam kondisi histeris. Ia mengaku baru mengetahui ada masalah setelah melihat kondisi anaknya.

    Dalam unggahan, sang Mama menuliskan kemarahannya karena menduga seorang anak laki-laki telah memasukkan mainan ke vagina anaknya hingga menyebabkan perdarahan.

    “Aku viralkan anak ini karena diduga memasukkan mainan ke vagina anakku sampai berdarah. Kurang ajar banget. Masih kecil sudah mengerti hal seperti ini,” tulis Mama Aulia di Threads-nya.

    Bagian akhir unggahan aslinya juga memuat dugaan pribadi sang Mama mengenai sumber perilaku anak tersebut. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan kebenarannya dan tidak sebaiknya ditulis sebagai fakta tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

  3. 3. Sang Mama menyinggung respons keluarga anak laki-laki tersebut

    Sang Mama menyinggung respons keluarga anak laki-laki tersebut
    Pexels/kaboompics.com

    Setelah kejadian, beredar pula video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki tengah ditegur oleh orang dewasa. Dalam video terdengar beberapa kalimat seperti, “masih kecil udah main kayak gitu-gitu,” serta “adek jangan nakal lah.”

    Mama Aulia menanggapi cara keluarga anak laki-laki tersebut memberikan teguran. Ia mengaku kecewa karena menurutnya respons yang diberikan belum sebanding dengan kondisi yang dialami anaknya.

    “Ya, sama seperti sepanjang video, ‘Kok lo nakal banget, sih.’ Yang paling bikin aku heran, emaknya malah menyalahkan pisau dan gunting. Makanya, jangan cuma bilang jangan main seperti itu. Anakmu diduga memasukkan mainan ke area intim anakku,” tulisnya.

  4. 4. Sang Mama menyebut anaknya demam dan masih ketakutan

    Sang Mama menyebut anaknya demam dan masih ketakutan
    Pexels/Alexander Grey

    Dalam salah satu balasan komentar di Threads, Mama Aulia menyebut anaknya mengalami demam tinggi pada malam setelah kejadian. Ia juga mengatakan anaknya masih merasa takut dan histeris setelah apa yang dialaminya.

    “Semalam anakku langsung demam tinggi, Kak. Ya Allah, sakit banget hati aku,” tulisnya.

    Dalam unggahan lainnya, Aulia mengungkapkan kemarahannya terhadap keluarga anak laki-laki tersebut. Ia merasa belum mendapat permintaan maaf maupun respons yang menunjukkan rasa bersalah dari pihak keluarga.

    “Gue nggak bakalan berhenti sampai tuh anak nggak berani tinggal lagi di lingkungan rumah gue. Karena anak gue ini trauma, ketakutan, histeris. Enggak ada permintaan maaf, enggak ada yang menunjukkan rasa bersalah. Satu keluarga malah playing victim dan sibuk mau laporin gue ke polisi,” tulis Aulia.

    Namun, klaim mengenai sikap keluarga anak laki-laki dan rencana pelaporan ke polisi tersebut masih merupakan keterangan dari Aulia. Belum ada pernyataan dari pihak keluarga lainnya maupun konfirmasi resmi mengenai laporan tersebut.

  5. 5. Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak mengalami kejadian serupa?

    Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak mengalami kejadian serupa?
    Maginific

    Jika anak mengalami dugaan kekerasan atau cedera pada area genital, orangtua perlu memprioritaskan keselamatan dan kondisi anak terlebih dahulu. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

    • Pastikan anak berada di tempat yang aman. Jauhkan anak dari situasi atau orang yang membuatnya merasa terancam.
    • Segera cari pertolongan medis. Terutama bila terdapat perdarahan, nyeri, luka, atau keluhan lain pada area genital. Pemeriksaan tenaga kesehatan penting untuk mengetahui kondisi anak sekaligus mendokumentasikan cedera.
    • Hindari memandikan atau mengganti pakaian anak terlebih dahulu bila ada kemungkinan pemeriksaan forensik diperlukan, agar bukti yang mungkin ada tidak hilang.
    • Dengarkan cerita anak dengan tenang. Hindari memaksa anak mengulang cerita berkali-kali atau mengajukan pertanyaan yang menyudutkan.
    • Yakinkan anak bahwa ia tidak bersalah. Anak perlu merasa aman untuk bercerita tanpa takut dimarahi atau disalahkan.
    • Catat informasi penting seperlunya. Misalnya waktu kejadian, keluhan anak, dan perubahan perilaku yang muncul setelahnya.
    • Laporkan kepada pihak berwenang bila terdapat dugaan kekerasan seksual atau tindakan yang membahayakan anak.
    • Pertimbangkan pendampingan psikologis. Terutama jika anak menunjukkan ketakutan berlebihan, sulit tidur, menarik diri, mudah menangis, atau perubahan perilaku yang menetap.
    • Ajarkan batas tubuh sejak dini. Kenalkan bagian tubuh pribadi, hak anak untuk berkata tidak, serta siapa saja orang dewasa tepercaya yang bisa dimintai bantuan.

    Untuk pencegahan, orangtua juga perlu menjaga komunikasi terbuka dengan anak agar mereka terbiasa bercerita ketika mengalami sesuatu yang membuat tidak nyaman. 

    Terpenting, respons awal orangtua sebaiknya fokus pada keselamatan, kesehatan, dan pemulihan anak terlebih dahulu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More