Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Otak Punya Tombol Reset, Ini 7 Cara Mengaktifkannya!

Otak Punya Tombol Reset, Ini 7 Cara Mengaktifkannya!
Pexels/MART PRODUCTION
Intinya Sih
  • Otak remaja memiliki mekanisme alami seperti tombol reset yang bisa membantu menstabilkan emosi melalui tindakan fisik sederhana.

  • Terdapat tujuh cara praktis untuk menekan tombol reset otak, mulai dari sentuhan dingin, postur tubuh tegak, hitung mundur, hingga teknik pernapasan dan mengunyah permen karet.

  • Langkah-langkah ini bertujuan membantu remaja mengelola stres, kecemasan, dan kehilangan fokus secara mandiri agar kesehatan mental tetap terjaga di tengah tekanan aktivitas sekolah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang sangat luar biasa sekaligus menantang karena di masa inilah emosi anak sering kali naik turun dengan cepat. 

Beban tugas sekolah yang menumpuk, persiapan ujian, hingga dinamika hubungan pertemanan sering kali membuat anak remaja merasa lelah secara mental, cemas, hingga kehilangan motivasi. 

Menariknya, sistem saraf manusia ternyata memiliki sebuah mekanisme unik yang menyerupai tombol reset tersembunyi untuk mengembalikan kestabilan emosi dalam waktu singkat. 

Dengan mengajarkan anak cara merangsang kinerja otak melalui tindakan-tindakan fisik sederhana, anak remaja Mama bisa mengendalikan kembali suasana hati yang berantakan dengan cara yang sangat praktis dan mandiri.

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara untuk menekan tombol reset pada otak remaja saat emosi mulai tidak stabil!

Table of Content

1. Mengatasi overthinking tugas sekolah dengan sentuhan dingin

1. Mengatasi overthinking tugas sekolah dengan sentuhan dingin

Memegang es batu untuk mereset otak
Pexels/Ray Shuraez

Ketika anak remaja mulai dipenuhi oleh kecemasan yang berlebihan atau overthinking mengenai hasil ujian atau masa depan, otak mereka sedang berada dalam kondisi hiperaktif. 

Salah satu cara paling cepat untuk menghentikan putaran pikiran negatif tersebut adalah dengan mengaktifkan indra peraba dan penglihatan secara mendadak demi mengalihkan fokus sistem saraf anak. 

Mintalah anak untuk menyentuh benda yang memiliki suhu dingin seperti segelas air es, batu es, atau membasuh wajah dengan air dingin, lalu mulailah menyebutkan lima objek berbeda yang sedang dilihat di sekitar ruangan. 

Stimulasi sensorik dari rasa dingin yang mengejutkan kulit dan proses identifikasi visual ini secara ilmiah mampu memaksa otak remaja untuk kembali berpijak pada realitas masa kini dan meninggalkan kecemasan fiktifnya.

2. Mengusir kesedihan tiba-tiba dengan duduk tegak

Anak duduk tegak untuk mereset otak
Pexels/Anastasia Shuraeva

Suasana hati anak remaja yang mendadak mendung atau datangnya rasa sedih dan galau tanpa alasan yang jelas sering kali membuat tubuh mereka secara refleks membungkuk dan menunduk ke bawah. 

Untuk menekan tombol reset pada kondisi ini, anak bisa melakukan manipulasi fisik sederhana yang langsung mengirimkan sinyal kebahagiaan ke pusat saraf di otak mereka. 

Ajarkan anak untuk langsung duduk atau berdiri dalam posisi tegak, arahkan pandangan mata lurus ke atas langit-langit, lalu mintalah mereka untuk tersenyum lebar selama minimal 20 detik penuh. 

Mengubah posisi tubuh menjadi tegak dan menggerakkan otot wajah untuk tersenyum mampu merangsang produksi hormon endorfin dan serotonin, sehingga perasaan sedih yang menggelayut di kepala remaja bisa berkurang secara instan.

3. Meredakan panik saat ujian menggunakan hitung mundur

Anak menghitung mundur untuk mereset otak
Pexels/cottonbro studio

Serangan panik atau kecemasan akut menjelang presentasi atau ujian penting di sekolah sering kali membuat jantung remaja berdebar kencang karena bagian otak emosional sedang mengambil alih kendali secara penuh. 

Untuk meredakan kepanikan tersebut, anak perlu memaksa bagian otak logika atau korteks prefrontal untuk bekerja keras agar perhatian saraf teralihkan dari rasa takut. 

Caranya adalah dengan melakukan hitung mundur di dalam hati dari angka 100 dengan kelipatan pengurangan 7 secara berurutan, seperti menyebutkan angka 100, kemudian 93, diikuti 86, 79, dan seterusnya. 

Proses berhitung matematika yang membutuhkan konsentrasi tinggi ini akan menyedot energi emosional otak ke dalam aktivitas kognitif, sehingga respons panik pada tubuh remaja secara perlahan akan menurun.

4. Membangkitkan motivasi belajar selama dua menit

Anak belajar selama 2 menit untuk mereset otak
Pexels/RDNE Stock Project

Rasa malas atau kehilangan motivasi untuk memulai belajar atau mengerjakan tugas kelompok yang rumit sering kali muncul karena otak remaja merasa terintimidasi oleh bayangan sulitnya tugas tersebut. 

Guna menipu otak agar mau bergerak dan tidak terus menunda pekerjaan, anak bisa menerapkan metode psikologis yang sangat efektif dengan menanamkan pikiran bahwa tugas ini hanya akan dilakukan selama dua menit saja. 

Mintalah anak untuk mulai membuka buku atau menulis baris pertama tugasnya dengan komitmen melakukan itu selama dua menit saja tanpa beban. 

Begitu tubuh sudah mulai beraktivitas dan melewati ambang batas dua menit pertama, otak remaja biasanya akan secara otomatis menyesuaikan diri dan kenyamanan bekerja akan terbentuk, sehingga mereka justru akan meneruskannya.

5. Mengontrol amarah melalui teknik pernapasan

Anak duduk tegak untuk mereset otak
Pexels/RDNE Stock Project

Emosi marah yang meluap-luap akibat salah paham dengan teman atau merasa frustrasi secara biologis akan mengaktifkan mode hit and run di dalam tubuh remaja yang ditandai dengan napas pendek. 

Tombol reset terbaik untuk menjinakkan amarah yang meledak-ledak pada remaja ini adalah dengan melakukan teknik pernapasan dengan ritme khusus yang mampu menenangkan sistem saraf parasimpatis mereka. 

Anak bisa menarik napas dalam-dalam melalui hidung secara perlahan selama 4 detik, menahannya sejenak, lalu mengembuskannya kembali lewat mulut dengan sangat lembut dan panjang selama 8 detik penuh. 

Melakukan durasi pengembusan napas yang dua kali lebih lama daripada saat menghirup udara ini secara instan akan menurunkan kadar hormon stres dan meredakan letupan amarah anak.

6. Mengembalikan fokus belajar dengan mengunyah permen karet

Anak mengunyah permen karet untuk mereset otak
Pexels/Ketut Subiyanto

Mengalami penurunan konsentrasi atau susah fokus saat sedang mendengarkan penjelasan guru atau belajar di malam hari merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh anak remaja. 

Cara unik namun ilmiah yang bisa disarankan kepada anak untuk mengembalikan ketajaman berpikir mereka adalah dengan mengunyah sepotong permen karet di sela-sela waktu belajar. 

Gerakan motorik ritmis dari rahang saat mengunyah permen karet ternyata mampu meningkatkan aliran darah bersih yang kaya oksigen menuju ke area otak penting yang mengatur memori dan atensi. 

Selain meningkatkan suplai oksigen, aktivitas sederhana ini juga dapat merangsang tingkat kewaspadaan mental remaja dan mengurangi rasa kantuk secara signifikan, sehingga fokus mereka kembali terjaga.

7. Menghilangkan stres dan penat dengan mengatur nafas

Anak mengatur nafas untuk mereset otak
Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

Ketika anak remaja merasa sangat jenuh, penat, dan stres akibat jadwal sekolah yang padat dari pagi hingga sore hari, ada satu teknik pernapasan instan yang disebut dengan physiological sigh

Teknik reset otak ini bisa dipraktikkan anak dengan cara mengambil dua kali napas pendek secara berurutan melalui hidung, di mana tarikan napas kedua dilakukan secara menghentak untuk memaksimalkan volume paru-paru, lalu buang napas panjang lewat mulut hingga mengeluarkan suara desahan. 

Melakukan metode desah napas fisiologis ini sebanyak dua sampai tiga kali terbukti sangat ampuh untuk mengempiskan kantung udara kecil di paru-paru yang mengonstruksi rasa stres, sehingga tumpukan beban pikiran di kepala remaja bisa langsung terasa plong dan rileks.

Mengetahui bahwa otak remaja memiliki tombol reset melalui gerakan dan tindakan fisik sederhana tentu menjadi solusi yang sangat membantu mereka dalam mengelola kesehatan mentalnya ya, Ma. 

Berbagai trik psikologis di atas membuktikan bahwa anak tidak harus selalu terjebak dalam pusaran emosi labil yang melelahkan karena mereka bisa melatih emosinya secara mandiri.

Apakah Mama sudah membagikan dan mengajarkan trik reset otak yang praktis ini kepada anak remaja Mama hari ini?

Share Article
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More