Dari penjelasan sebelumnya, kondisi ini tentu sangat tidak baik jika dialami oleh remaja mama. Sebab, rasa minder atau inferiority complex dapat berakibat buruk pada kesehatan mentalnya, seperti:
- Meningkatnya rasa kecemasan stres tingkat depresi pada remaja;
- Kemungkinan untuk mengonsumsi alkohol atau obat terlarang semakin besar;
- Menghambat prestasi di sekolah;
- Remaja akan menemui kesulitan dalam melakukan interaksi sosial, meliputi pertamanan hingga percintaan.
Lalu sebagai orang tua, apa yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi remaja minder dengan teman-temannya? Nah, melansir berbagai sumber, berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan, diantaranya:
1. Menghargai Perasaan yang Dialaminya
Hal pertama yang Mama lakukan adalah dengan menghargai perasaannya. Maksudnya di sini adalah Mama perlu mengakui bahwa rasa minder yang ia alami tersebut adalah valid.
Hal ini karena tidak sedikit orangtua yang pemikirannya masih kolot. Mereka menganggap bahwa remaja minder dengan teman-temannya karena ia kurang bersyukur atas nikmat/anugerah Tuhan.
Namun, perlu Mama ketahui bahwa dirinya pasti sudah berusaha untuk menghilangkan rasa minder. Hanya saja, perasaan itu berulang kali timbul yang akhirnya membuatnya tidak tahu harus berbuat apa lagi.
2. Beritahu Dirinya untuk Tidak Menghiraukan Ucapan Orang Lain
Setiap orang itu berbeda-beda. Ada orang yang yang tetap 'teguh' meskipun dihujat banyak orang. Tapi, ada juga yang langsung 'runtuh' ketika dikritik sedikit saja.
Dalam hal ini, Mama wajib berpesan supaya remaja tidak perlu menghiraukan ucapan orang lain. Ambil saja kritik yang memang membangun, kemudian tinggalkan yang tidak berguna.
3. Penampilan Bukanlah Segalanya
Masalah penampilan umumnya lebih banyak di alami oleh remaja perempuan meskipun sulit tapi yakinkan dirinya bahwa penampilan bukanlah segalanya.
Ketika fisik yang dijadikan sebagai poin utama, remaja mama bisa saja stres apabila kondisi tubuhnya tiba-tiba menjadi rusak. Itu sebabnya, beritahu dirinya untuk lebih mengedepankan inner beauty (kecantikan dari dalam) berupa attitude (perilaku) yang terpuji.
Nyatanya, Tuhan juga tidak menilai manusia dari luarnya, melainkan dari bagian dalam dan amal perbuatan.
4. Dorong Anak untuk Lebih Mengasah Kelebihannya
Ketika wajah dan rupa tidak mendukung, maka beritahu remaja untuk tidak berkecil hati. Hal ini karena dirinya juga tetap bisa menunjukkan daya tarik dengan talenta yang ia miliki.
Sebagai contoh, apabila remaja mama tertarik bermain basket, maka dukung dirinya untuk semakin mengasah ketertarikan/kemampuan tersebut. Tentu di saat dirinya sudah jago bermain basket, ia dapat tampil dengan percaya diri.
5. Hindari Kritik dan Selalu Berikan Apresiasi
Untuk menghilangkan rasa minder dan menumbuhkan kepercayaan diri si Remaja, Mama perlu mulai mengapresiasi hal-hal yang dikerjakan olehnya. Ini menjadi sebuah bentuk self-care baginya.
Di samping itu, jika dulu punya kebiasaan membanding-bandingkan, baik dengan orang lain ataupun saudaranya sendiri ,mulai sekarang dikurangi ya, Ma. Sebab, ada cara lain yang lebih baik dalam menasehati atau memotivasi remaja.
6. Beritahu Remaja untuk Pandai Memilih Teman
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pertemanan juga memiliki pengaruh terhadap munculnya rasa kurang percaya diri pada remaja. Oleh karena itu, dorong dirinya untuk semakin lebih selektif dalam memilih teman.
Pilihlah pertemanan yang suportif dan membangun. Remaja mama perlu berteman dengan orang-orang yang selalu mengapresiasi dan membantunya dalam kesusahan.
7. Berkonsultasi dengan Ahlinya
Orangtua masih banyak mengira kalau anak yang berurusan dengan psikolog memiliki gangguan kejiwaan. Mereka merasa bahwa itu merupakan aib keluarga. Kalau mama punya pemikiran seperti itu mending langsung dibuang jauh-jauh, deh.
Ingat, kesehatan mental anak juga nggak kalah penting. Semisal rasa minder ataupun inferiority complex yang diidap remaja semakin menghambatnya, boleh banget Mama membawanya ke psikolog.
Dengan cara ini, remaja Mama akan merasa bahwa dirinya diperhatikan. Pasti, ia akan sangat berterima kasih atas bantuan Mama tersebut.
8. Selalu Memberikan Dukungan
Yang terakhir dan yang nggak kalah penting adalah untuk selalu mendukung si Remaja. Mau bagaimanapun namanya ia yang sudah beranjak dewasa masih membutuhkan perhatian mama.
Perasaan minder ini tidak boleh dianggap sepele karena kalau dibiarkan begitu saja anak sangat mungkin menderita depresi. Oleh sebab itu, Mama harus berada di garda terdepan untuk mendukung dirinya. Karena bisa jadi, remaja Mama sangat ingin curhat namun ia enggan lantaran Mama yang tidak suportif.
Itulah tadi informasi tentang 6 penyebab remaja minder dengan teman-temannya. Semoga bermanfaat!