- Tegaskan pada anak bahwa sesi evaluasi latihan atau konsultasi dengan pelatih atau guru wajib dilakukan di area terbuka dan transparan.
- Ingatkan anak untuk tidak dengan mudah membagikan rahasia atau masalah pribadi yang bersifat emosional kepada pelatih atau guru tanpa sepengetahuan orangtua.
- Beri pemahaman tegas bahwa tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh area sensitif tubuh anak.
- Jika merasa ada perlakuan yang membuat tidak nyaman, minta anak untuk langsung berkata "tidak" dan segera menceritakannya kepada Papa dan Mama.
Pelatih Perbakin Terduga Pelaku Pelecehan Anak Ditangkap

- Pelatih Perbakin Surabaya berinisial JL ditangkap atas dugaan pelecehan terhadap atlet perempuan di bawah umur, dengan memanfaatkan relasi kuasa pelatih dan atlet.
- Polisi mengungkap dugaan tindakan terjadi bertahap saat latihan, perjalanan mobil, hingga kamar hotel dengan dalih evaluasi, mengantar pulang, dan konsultasi privat.
- Perbakin Surabaya menonaktifkan JL serta membuka posko pengaduan; orangtua diingatkan mengajarkan batas tubuh, menolak sentuhan tidak nyaman, dan melapor.
Mengirim anak mengikuti kegiatan olahraga tentu bertujuan agar ia berprestasi dan mengasah mental positifnya ya Ma.
Sayangnya, ruang aman itu ternoda usai seorang pelatih Perbakin di Surabaya ditangkap atas dugaan kasus pelecehan terhadap atlet perempuan di bawah umur.
Dari hasil interogasi pihak kepolisian, pelaku berinisial JL tersebut kerap memanfaatkan kedekatan profesional demi melancarkan aksi tidak terpujinya.
Tak hanya berdampak pada hukum, kasus ini membuka mata kita akan pentingnya mengedukasi anak tentang batasan diri.
Agar kejadian serupa tidak menimpa anak-anak kita, inilah kronologi lengkap dan pesan penting bagi Mama dan Papa yang sudah Popmama.com rangkum!
Table of Content
Berawal dari Evaluasi Latihan hingga Kamar Hotel

Instagram.com/luthfie.daily Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban bersama keluarganya ke Satreskrim Polrestabes Surabaya Ma.
Berdasarkan proses interogasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Luthfie, terungkap bahwa aksi tidak terpuji ini sudah berlangsung secara bertahap dengan memanfaatkan relasi kuasa antara pelatih dan atlet.
JL melancarkan aksi awalnya di area latihan dengan dalih melatih konsentrasi dan melakukan "evaluasi" saat kemampuan menembak korban dinilai kurang stabil. Di momen inilah kontak fisik yang tak pantas mulai terjadi.
"Kalau nembaknya nggak stabil, saya evaluasi kenapa-kenapa... ya saya gelitik aja gini," aku JL di hadapan penyidik saat ditanya mengenai alasannya menyentuh fisik korban.
Tak berhenti di situ Ma, JL juga kerap menawarkan diri untuk mengantar korban pulang menggunakan mobil pribadinya.
Di dalam kendaraan tersebut, pelaku melancarkan tindakan asusila seperti merangkul, memeluk, hingga meraba bagian sensitif korban.
Puncak dari aksi pelecehan ini terjadi ketika pelaku mengajak korban ke sebuah kamar hotel.
Dengan dalih ingin memberikan ruang privat agar korban bisa bebas "curhat" dan berkonsultasi mengenai kendala latihannya, pelaku justru memanfaatkan situasi tertutup tersebut.
Di dalam kamar hotel, pelaku meminta korban melucuti seluruh pakaiannya dan melakukan tindakan asusila.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku sempat beralasan kepada keluarganya bahwa ia hanya khilaf dan merasa "terlalu dekat" dengan korban.
Langkah Tegas Perbakin Surabaya

Pexels/AI25.Studio AI GENERATIVE Menanggapi kasus yang mencoreng dunia olahraga ini, Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Surabaya langsung mengambil tindakan cepat dan tegas.
Mengutip informasi dari IDN Times, Ketua Perbakin Surabaya, Brigjen TNI (Purn) Yudi Zanibar, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut dan memastikan bahwa JL telah dinonaktifkan secara resmi dari posisinya sebagai pelatih.
Langkah penonaktifan ini diambil agar proses hukum di Mapolrestabes Surabaya dapat berjalan maksimal tanpa hambatan.
Selain memberikan sanksi tegas, Perbakin Surabaya juga resmi membuka posko pengaduan bagi atlet lain yang mungkin pernah mengalami perlakuan serupa.
Hal ini dilakukan guna memberikan rasa aman, kerahasiaan, serta jaminan perlindungan bagi para atlet muda agar tetap bisa melanjutkan karier olahraganya
Edukasi Anak untuk Tidak Mudah Percaya dan Pahami Batasan

Pexels/Kampus Production Mama, peristiwa memprihatinkan ini menjadi pengingat keras bagi kita para orangtua.
Sosok pelatih atau guru kerap dianggap sebagai figur otoritas yang sangat dipercaya, sehingga anak-anak sering kali merasa sungkan, takut, atau bingung saat batasan pribadinya mulai dilanggar.
Sebagai langkah pencegahan di rumah, yuk ajarkan beberapa poin penting berikut kepada anak:
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keterbukaan antara anak dan orangtua adalah kunci utama perlindungan anak.
Dengan mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi, anak akan merasa aman untuk selalu melapor kapan pun merasa ada hal yang tidak nyaman.
Selalu pastikan rumah dan kehadiran Mama Papa menjadi tempat berpulang yang paling aman bagi anak!





















